Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Menlu AS Marco Rubio: Kami Ingin Beli Greenland, bukan Invasi Militer

 Gana Buana
07/1/2026 17:03
Menlu AS Marco Rubio: Kami Ingin Beli Greenland, bukan Invasi Militer
Menlu AS Marco Rubio tegaskan strategi Washington adalah mengakuisisi Greenland lewat pembelian resmi dari Denmark.(Dok. White House)

MENTERI Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menepis spekulasi yang menyebutkan Washington berencana melakukan pendudukan militer terhadap Greenland. Dalam sebuah pengarahan tertutup dengan anggota parlemen, Rubio menegaskan ambisi AS adalah mengakuisisi wilayah tersebut melalui mekanisme pembelian resmi dari Denmark.

Mengutip laporan The Wall Street Journal, Rubio menjelaskan bahwa narasi agresif yang belakangan muncul dari Gedung Putih merupakan bagian dari strategi diplomasi tekanan tinggi. Tujuannya adalah mendesak Kopenhagen agar bersedia membuka negosiasi penjualan pulau strategis di kawasan Arktik tersebut.

Isu ini memanas setelah munculnya unggahan kontroversial dari Katie Miller, istri Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller. Melalui platform X, Katie mengunggah peta Greenland yang telah diselimuti bendera Amerika Serikat dengan takarir singkat bertuliskan "SEGERA". Unggahan tersebut muncul tak lama setelah operasi militer AS di Venezuela, memicu kekhawatiran global akan pola ekspansi serupa.

Merespons provokasi tersebut, Duta Besar Denmark untuk AS, Jesper Moller Sorensen, mengeluarkan pernyataan tegas. Ia menuntut Washington menghormati integritas teritorial Kerajaan Denmark dan menyebut visualisasi peta tersebut sebagai tindakan nirdiplotmasi.

Presiden Donald Trump sendiri secara konsisten menyuarakan keinginannya agar Greenland menjadi bagian dari teritori Amerika Serikat. Trump menilai pulau tersebut memiliki nilai strategis vital bagi pertahanan nasional AS serta penguatan pangkalan NATO di kutub utara. Selain Greenland, Trump juga sempat melontarkan pernyataan kontroversial yang menyebut Kanada sebagai "negara bagian ke-51".

Sebagai informasi, Greenland merupakan wilayah otonom di bawah Kerajaan Denmark sejak 2009. Meski memiliki kewenangan mengatur pemerintahan sendiri, kebijakan luar negeri dan pertahanan pulau tersebut masih berada di bawah kendali Kopenhagen. (Ant/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik