Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Pemimpin Eropa Bersatu Lawan 'Kolonialisme Baru' Trump atas Greenland

Thalatie K Yani
21/1/2026 06:00
Pemimpin Eropa Bersatu Lawan 'Kolonialisme Baru' Trump atas Greenland
Presiden Prancis Emmanuel Macron dan jajaran pemimpin Eropa mengecam keras ambisi Donald Trump menguasai Greenland. (youtube)

KETEGANGAN diplomatik antara Amerika Serikat dan Eropa mencapai titik nadir di Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2026. Para pemimpin Eropa bersatu mengutuk ambisi Presiden Donald Trump untuk menguasai Greenland, menyebutnya sebagai bentuk "kolonialisme baru" yang mengancam kedaulatan wilayah dan hukum internasional.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, meluncurkan kritik tajam dengan menyatakan dunia saat ini sedang berada di persimpangan jalan. Dalam pidatonya di Davos, Swiss, Macron menegaskan lebih memilih "penghormatan daripada penindasan" dan "aturan hukum daripada kebrutalan."

"Sekarang bukan waktunya untuk imperialisme baru atau kolonialisme baru," ujar Macron pada Selasa (20/1). Ia mengkritik keras "agresivitas tidak berguna" dari ancaman tarif Trump terhadap negara-negara yang menentang pengambilalihan Greenland oleh AS. Menurut Macron, AS sedang berusaha "melemahkan dan mensubordinasi Eropa."

Ancaman Tarif dan Keretakan NATO

Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, menyebut ancaman Trump untuk mengenakan tarif 10% terhadap sejumlah negara Eropa, termasuk Denmark, Prancis, dan Inggris, sebagai sebuah "kesalahan." Ia mengingatkan Trump kesepakatan dagang yang dicapai Juli lalu harus dihormati.

"Dalam politik, seperti halnya dalam bisnis, kesepakatan adalah kesepakatan. Ketika teman berjabat tangan, itu harus memiliki arti," tegas Von der Leyen. Ia memperingatkan jika diperlukan, respons Uni Eropa akan "tegas, bersatu, dan proporsional."

Di sisi lain, Trump tetap bergeming. Melalui media sosial, ia menyatakan telah berbicara dengan Sekjen NATO Mark Rutte dan menegaskan bahwa "Greenland sangat penting untuk Keamanan Nasional dan Dunia. Tidak ada jalan untuk mundur." Trump bahkan mengunggah gambar AI yang menunjukkan dirinya menancapkan bendera AS di Greenland dengan keterangan "Wilayah AS, didirikan tahun 2026."

Persimpangan Jalan bagi Eropa

Perdana Menteri Belgia, Bart De Wever, menyatakan Eropa harus berani membela diri atau "kehilangan martabatnya." Ia menyoroti ironi sesama negara anggota NATO kini saling mengancam dengan invasi militer.

Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mulai menunjukkan sikap yang lebih tegas dengan menyebut tarif AS sebagai "langkah yang salah." Namun, pemerintahannya tetap berhati-hati untuk tidak merusak kemitraan strategis dengan Washington secara permanen.

Sebagai langkah balasan, Uni Eropa kini sedang mempertimbangkan untuk mengaktifkan "instrumen anti-pemaksaan" (ACI) yang dapat membatasi akses AS terhadap tender publik, investasi, hingga layanan digital di Eropa. Parlemen Eropa juga diperkirakan akan secara resmi menangguhkan ratifikasi kesepakatan dagang Uni Eropa-AS pada Rabu esok.

Di Nuuk, Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menyatakan meski kekuatan militer "kecil kemungkinan" digunakan, risiko eskalasi tetap ada. Saat ini, dilaporkan puluhan tentara Denmark telah mendarat di Greenland untuk bergabung dalam latihan militer multinasional "Operation Arctic Endurance" sebagai respons atas situasi yang memanas. (The Guardian/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya