Headline

Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.

Direktur Louvre Laurence des Cars Mundur Buntut 'Pencurian Abad Ini' Senilai Rp1,5 Triliun

Thalatie K Yani
25/2/2026 03:12
Direktur Louvre Laurence des Cars Mundur Buntut 'Pencurian Abad Ini' Senilai Rp1,5 Triliun
Laurence des Cars resmi menanggalkan jabatannya sebagai Direktur Museum Louvre setelah skandal pencurian perhiasan mahkota senilai €88 juta yang mengguncang dunia.(Media Sosial X)

LAURENCE des Cars, Direktur Museum Louvre yang tersohor di Paris, resmi mengundurkan diri dari jabatannya pada Selasa waktu setempat. Keputusan besar ini diambil menyusul insiden "pencurian abad ini" yang terjadi tahun lalu, di mana perhiasan mahkota senilai €88 juta (sekitar Rp1,5 triliun) raib dari museum tersebut.

Presiden Prancis Emmanuel Macron telah menerima pengunduran diri tersebut. Melalui pernyataan resmi Istana Élysée, Macron memuji langkah Des Cars sebagai bentuk tanggung jawab moral yang tinggi.

"Presiden memuji keputusannya untuk mundur sebagai 'tindakan tanggung jawab di saat museum terbesar di dunia ini membutuhkan stabilitas sekaligus dorongan baru yang kuat'," demikian bunyi pernyataan resmi dari Istana Élysée.

Infrastruktur Keamanan yang Usang

Sebelumnya, Des Cars sempat mengajukan pengunduran diri kepada Menteri Kebudayaan Rachida Dati sesaat setelah aksi pembobolan di Galeri Apollo terjadi. Namun, permintaan tersebut ditolak pada saat itu.

Tahun lalu, Des Cars sempat mengakui adanya kelemahan fatal dalam sistem keamanan museum. Ia menyebutkan bahwa infrastruktur teknis untuk memantau harta karun paling berharga di Prancis tersebut sudah sangat usang, bahkan hampir tidak ada.

"Infrastruktur teknis yang benar-benar usang, bahkan tidak ada, adalah 'pengamatan yang mengerikan' bagi museum terbesar di dunia," akunya kala itu.

Warisan dan Tantangan di Louvre

Des Cars mencetak sejarah pada September 2021 sebagai perempuan pertama yang menjabat sebagai Direktur Museum Louvre dalam 230 tahun sejarah institusi tersebut. Namun, masa jabatannya diwarnai berbagai tantangan berat. Selain pencurian besar tersebut, Louvre juga sempat didera aksi mogok kerja oleh para stafnya yang mengeluhkan kondisi kerja buruk, kekurangan personel, serta jumlah pengunjung yang membeludak dan sulit dikendalikan.

Meskipun mundur dari kursi direktur, keahlian ilmiah Des Cars tetap diakui oleh pemerintah Prancis. Macron kini memberinya mandat baru dalam lingkup kepresidenan G7 Prancis.

"Presiden berterima kasih atas kerja dan komitmennya selama beberapa tahun terakhir. Mengakui keahlian ilmiahnya yang tidak terbantahkan, Presiden memercayakan misi kepadanya dalam kerangka kepresidenan G7 Prancis, yang berfokus pada kerja sama antar-museum besar dari negara-negara anggota," tambah pihak Élysée.

Sebagai catatan, pada 2024, Louvre mencatatkan kunjungan sebanyak 8,7 juta orang. Wisatawan asal Amerika Serikat menjadi kelompok pengunjung mancanegara terbesar dengan kontribusi 13% dari total tamu, hanya kalah dari jumlah pengunjung domestik Prancis. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya