Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Macron Puji Putusan Mahkamah Agung AS yang Batalkan Tarif Trump

Ferdian Ananda Majni
22/2/2026 15:55
Macron Puji Putusan Mahkamah Agung AS yang Batalkan Tarif Trump
Presiden Prancis Emmanuel Macron(AFP)

PRESIDEN Prancis Emmanuel Macron menyambut positif putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS) yang membatalkan kebijakan tarif Presiden Donald Trump. Ia menilai keputusan tersebut menunjukkan pentingnya mekanisme kontrol dan keseimbangan dalam sistem demokrasi.

"Bukan hal yang buruk memiliki Mahkamah Agung dan, oleh karena itu, adanya penegakan hukum. Sangat baik jika ada kekuasaan dan penyeimbang kekuasaan dalam demokrasi," kata Macron saat berbicara dalam pameran pertanian tahunan di Paris, Sabtu (21/2).

Pada Jumat (20/2), Mahkamah Agung AS memutuskan dengan suara 6-3 bahwa kewenangan penetapan tarif berada di tangan Kongres, bukan presiden. Putusan itu menegaskan batas konstitusional kekuasaan eksekutif dalam kebijakan perdagangan.

Dalam pertimbangannya, Mahkamah menyatakan bahwa Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA) yang dijadikan dasar oleh Trump tidak memberikan mandat kepada presiden untuk memberlakukan tarif secara sepihak.

Kewenangan Kongres

Mahkamah juga menekankan bahwa penetapan bea masuk merupakan ranah legislatif yang secara konstitusional menjadi kewenangan Kongres.

Menanggapi putusan tersebut, Trump menyebutnya sangat mengecewakan dan menyatakan rasa malu terhadap sikap sebagian hakim agung. Meski demikian, ia menegaskan masih terdapat instrumen hukum lain yang dapat digunakan untuk melanjutkan kebijakan tarifnya.

Macron turut menyoroti kebijakan tarif global sebesar 10% yang sebelumnya diumumkan Trump. Ia menyampaikan bahwa Prancis akan mengkaji secara cermat dampak kebijakan tersebut dan menyesuaikan langkah yang diperlukan.

Menurut Macron, pemerintahannya berkomitmen melindungi sektor ekspor utama Prancis, termasuk produk pertanian, barang mewah, industri fesyen, dan peralatan aeronautika. Ia menekankan pentingnya pendekatan yang tenang dan proporsional dalam menghadapi dinamika perdagangan internasional.

"Aturan yang paling adil adalah resiprositas," pungkas Macron, seraya mengisyaratkan kemungkinan langkah timbal balik dari Prancis dan Uni Eropa apabila Amerika Serikat tetap menerapkan kebijakan secara unilateral. (Anadolu/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya