Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Indonesia menyatakan kesiapannya dalam menghadapi dinamika kebijakan perdagangan di Amerika Serikat menyusul putusan terbaru Mahkamah Agung (MA) AS yang membatalkan kebijakan tarif Presiden Donald Trump.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa Indonesia telah mengambil langkah-langkah antisipatif untuk mengamankan kepentingan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global tersebut.
"Kita Indonesia siap dalam menghadapi segala kemungkinan yang terjadi," kata Teddy dikutip dari Antara, Minggu (22/2).
Teddy mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah melakukan diplomasi langsung dengan pemerintah AS. Sebelum putusan MA AS keluar, negosiasi intensif yang dilakukan pemerintah berhasil menekan tarif resiprokal dari 32 persen menjadi 19 persen.
Teddy optimistis angka tersebut masih memiliki ruang untuk turun lebih jauh, terutama setelah MA AS memutuskan bahwa Presiden Trump tidak berwenang memberlakukan tarif global tertentu berdasarkan International Emergency Economic Powers Act (IEEPA).
"Kita sudah negosiasi bahwa Presiden dan tim dari 32 persen menjadi 19 persen. Kemudian mungkin juga akan bisa lebih turun lagi. Oke. Nah, setelah ada (putusan) Mahkamah Agung kemarin, ya, tentunya dari 19 persen menjadi 10 persen, itu secara hitung-hitungan lebih baik," jelas Seskab.
Meskipun Trump kemudian mengumumkan "tarif impor global" baru sebesar 10 persen pasca-putusan MA, Teddy menekankan posisi Indonesia tetap solid.
"Intinya pada prinsipnya Indonesia siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi, oke. Jadi kita sudah sedia payung sebelum hujan," pungkasnya.
Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan bahwa perjanjian dagang bilateral antara Indonesia dan Amerika Serikat tetap berjalan sesuai mekanisme, terlepas dari dinamika hukum internal di AS.
Airlangga menjelaskan bahwa putusan MA AS lebih spesifik mengatur pembatalan tarif global dan mekanisme pengembalian (reimbursement) kepada korporasi tertentu. Sementara itu, kesepakatan Indonesia-AS memiliki jalur konsultasi institusi masing-masing.
“Bagi Indonesia yang sudah menandatangani perjanjian, ini namanya perjanjian antar dua negara, ini masih tetap berproses karena ini diminta dalam perjanjian adalah untuk berlakunya dalam periode 60 hari sesudah ditandatangani dan masing-masing pihak berkonsultasi dengan institusi yang diperlukan," ucap Airlangga.
Ia menambahkan, "Artinya, dalam tanda petik mungkin Amerika juga perlu berbicara dengan Kongres atau Senat sedangkan Indonesia kan dengan DPR."
Indonesia telah mengunci komitmen agar komoditas unggulan tetap mendapatkan skema tarif 0 persen. Fokus utama perlindungan ini menyasar produk agrikultur serta rantai pasok industri strategis.
“Alhamdulillah, kemarin Indonesia sudah menandatangani perjanjian dan yang diminta oleh Indonesia adalah kalau yang lain semua berlaku 10 persen, tetapi yang sudah diberikan 0 persen itu kita minta tetap,” tambah Airlangga.
Daftar produk yang diupayakan tetap masuk skema tarif 0 persen meliputi:
Pemerintah kini tengah memantau perkembangan dalam masa transisi 60 hari ke depan. Airlangga menegaskan akan ada perbedaan kebijakan yang signifikan antara negara yang sudah memiliki perjanjian dengan yang belum, sehingga posisi tawar Indonesia tetap kuat di pasar Amerika Serikat.
(Ant/P-4)
Secara fungsi, keterlibatan aktif Teddy dalam membangun koordinasi adalah langkah yang sah dalam mendukung kerja-kerja eksekutif.
Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya mengatakan progres kinerja Satuan Tugas (Satgas) Jembatan pada Presiden Prabowo Subianto.
Seskab mengungkap detik-detik Presiden Prabowo Subianto memutuskan empat pulau yang sebelumnya masuk ke wilayah Provinsi Sumatera Utara, kembali menjadi bagian dari Provinsi Aceh.
Mobil MV3-EV 'Pandu' awalnya kendaraan ini menggunakan mesin diesel, namun kini telah sepenuhnya diubah menjadi kendaraan bertenaga listrik.
Sekretaris Kabinet yang saat ini dipimpin oleh Letkol Teddy Indra Wijaya merupakan jabatan yang sebenarnya tidak perlu ada karena dapat dilakukan Kementerian - Kantor Staf Presiden
Presiden AS Donald Trump resmi menaikkan tarif impor global menjadi 15% sebagai respons atas pembatalan kebijakan sebelumnya oleh Mahkamah Agung.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut putusan Mahkamah Agung yang membatalkan kebijakan tarif globalnya sebagai langkah yang sangat mengecewakan.
Mahkamah Agung Amerika Serikat memutuskan untuk membatalkan sebagian kebijakan tarif global yang diterapkan Donald Trump.
Presiden AS Donald Trump resmi menurunkan tarif barang India menjadi 18%. Sebagai gantinya, PM Narendra Modi sepakat menghentikan pembelian minyak Rusia.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani perintah eksekutif yang membuka jalan bagi pengenaan tarif impor tambahan terhadap negara-negara yang menjual minyak ke Kuba.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved