Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

⁠Seskab Teddy Dinilai ‘Penjaga Gawang’ Visi Presiden di Tengah Tarikan Kepentingan Parpol

Cahya Mulyana
24/2/2026 20:39
⁠Seskab Teddy Dinilai ‘Penjaga Gawang’ Visi Presiden di Tengah Tarikan Kepentingan Parpol
Presiden Prabowo (kedua kanan).(Antara.)

KEHADIRAN Letkol Teddy Indra Wijaya sebagai Sekretaris Kabinet (Seskab) dalam Kabinet Merah Putih dinilai bukan sekadar pengisi jabatan administratif, melainkan instrumen politik strategis Presiden.

Pengamat Politik Universitas Jayabaya, Igor Dirgantara, menyebut Letkol Teddy sebagai figur kunci yang menjaga agar visi-misi Presiden tidak terdilusi oleh ego sektoral atau tarikan kepentingan partai politik yang beragam di dalam kabinet.

Igor melihat adanya pergeseran gaya kepemimpinan di Istana yang kini lebih taktis dan responsif. Di bawah kendali Letkol Teddy, Seskab bertransformasi menjadi 'Tactical Hub'—sebuah pusat kendali yang memastikan instruksi Presiden mendarat tepat sasaran tanpa hambatan birokrasi yang dipolitisasi.

Menanggapi posisi Kabinet Merah Putih yang diisi oleh berbagai latar belakang politik, Igor mengonfirmasi bahwa Letkol Teddy memegang tongkat "dirigen" yang sangat kuat.

"Ya, Letkol Teddy adalah dirigennya. Dalam kabinet sebesar ini, potensi menteri 'bermain' dengan iramanya sendiri sangat besar. Peran Seskab adalah memastikan seluruh menteri, dari partai mana pun mereka berasal, tetap patuh pada satu partitur kebijakan Presiden. Tidak boleh ada nada sumbang," tegas Igor dalam keterangannya, Rabu (25/2).

Bagi Igor, posisi Seskab saat ini memiliki urgensi politik yang sangat tinggi untuk menjaga harmonisasi internal. Di tengah dinamika koalisi yang cair, Seskab menjadi filter untuk mencegah kebijakan menteri yang mungkin saling bertabrakan atau justru merugikan kedaulatan negara.

"Posisi Sekretaris Kabinet dalam menjaga harmonisasi internal pemerintahan itu sangat penting. Beliau menjadi titik temu kepentingan. Jika ada regulasi menteri yang 'off-side' atau tidak sejalan dengan standar kedaulatan seperti masalah halal dan kesehatan, Seskab-lah yang menjadi benteng pertahanannya," tambahnya.

Igor menekankan bahwa ketegasan Seskab dalam menangkal disinformasi dan hoaks adalah bagian dari strategi "pengamanan" citra pemerintahan. Menurutnya, stabilitas politik di dalam dapur kekuasaan adalah syarat mutlak untuk meraih kepercayaan rakyat.

"Jika stabilitas internal ini terjaga, dampaknya akan sangat masif. Kebijakan jadi konsisten dan tidak berubah-ubah. Publik akan melihat bahwa Presiden memiliki kontrol penuh atas pembantu-pembantunya. Kepercayaan publik lahir dari kabinet yang solid, bukan yang sibuk berdebat sendiri di media," pungkas Igor. (Cah/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya