Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Ini Strategi Pasang Badan Demi Wajah Pemerintahan Prabowo

Cahya Mulyana
05/2/2026 16:24
Ini Strategi Pasang Badan Demi Wajah Pemerintahan Prabowo
Kabinet Merah Putih.(Antara)

GAYA komunikasi Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya di ruang digital dinilai bukan sekadar aktivitas media sosial biasa. Langkah Teddy yang aktif mengklarifikasi isu dan menampilkan sisi kerja keras pemerintahan dipandang sebagai strategi "pasang badan" untuk menjaga wibawa Presiden Prabowo Subianto.

Pengamat Komunikasi Digital Universitas Nasional (Unas), Nursatyo, menganalisis bahwa aktivitas digital Teddy berperan signifikan dalam membentuk opini publik yang positif. Teddy dianggap berhasil mengemas narasi pemerintahan agar lebih humanis dan responsif.

"Teddy bersama tim medsosnya aktif dalam merespons atau klarifikasi isu yang beredar di masyarakat. Hal ini penting di era banjir informasi sehingga menunjukkan adanya interaksi dan keterbukaan informasi," ujar Nursatyo dalam keterangannya, Kamis (5/2).

Menurut Nursatyo, sikap aktif Seskab Teddy di media sosial merupakan bentuk strategi komunikasi yang bertujuan melindungi otoritas tertinggi negara. Dengan Teddy yang berada di garis depan dalam memberikan bantahan atau klarifikasi, Presiden Prabowo dapat tetap fokus pada peran strategisnya.

"Sikap ‘pasang badan’ Seskab Teddy bisa dibaca sebagai strategi komunikasi defensif–protektif terhadap otoritas Presiden Prabowo di ruang publik digital. Tujuannya tentu agar Presiden tetap tampil sebagai symbolic leader yang tenang, strategis, dan tidak reaktif," jelasnya.

Ia menambahkan, pola ini efektif karena membuat dinamika konflik, klarifikasi, dan bantahan selesai di level pembantu dekat, tanpa harus melibatkan Presiden secara langsung dalam polemik teknis.

Lebih lanjut, Nursatyo menyoroti konten-konten yang diunggah Teddy, seperti momen kerja keras hingga larut malam. Hal ini menurutnya efektif mengubah persepsi publik terhadap pejabat negara.

"Ini berkontribusi pada narasi bahwa pejabat bukan sekadar birokrat dingin, tetapi sosok yang bekerja nyata dan dekat dengan dinamika keseharian pemerintahan," ungkapnya.

Menariknya, Nursatyo mencatat bahwa Teddy tidak sedang membangun panggung untuk dirinya sendiri. Seluruh aktivitas komunikasi yang dilakukan justru bermuara pada penguatan legitimasi pusat kekuasaan.

"Teddy tidak membangun otoritas untuk dirinya sendiri, melainkan memperkuat legitimasi pusat kekuasaan, yaitu Presiden. Ini berbeda dengan sebagian pejabat yang justru membangun personal branding terpisah dari pemerintahan," pungkas Nursatyo. (Cah)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik