Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
MARAKNYA disinformasi, hoaks, dan ujaran kebencian menjadi tantangan berat bagi tata kelola komunikasi pemerintahan saat ini. Menanggapi fenomena tersebut, pengamat politik Ujang Komarudin menilai langkah cepat Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya dalam meluruskan berbagai kesalahpahaman publik merupakan respons yang positif dan krusial.
Menurut Ujang, kehadiran Seskab yang responsif sangat membantu pemerintahan Presiden dalam menetralisir tuduhan-tuduhan yang tidak berdasar.
“Respon cepat dari Seskab Letkol Teddy ini membantu pemerintah menanggulangi tuduhan atau kritik yang muncul akibat salah paham. Ini adalah langkah yang baik untuk meluruskan informasi agar publik memahami persoalan secara utuh," ujar Ujang, Jakarta, Senin (23/2).
Selain menyoroti efektivitas komunikasi, Ujang juga menekankan pentingnya ketegasan pemerintah dalam menjaga standar nilai di masyarakat, terutama terkait sertifikasi halal dan kualitas kesehatan. Ia menegaskan bahwa sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar, standar halal adalah harga mati yang tidak dapat dinegosiasikan.
"Kita bangsa yang merdeka dan berdaulat. Segala sesuatu yang menyangkut standar halal, kelayakan, dan kualitas harus tetap dijaga. Di sinilah nilai kepemimpinan Letkol Teddy terlihat dalam menjaga kedaulatan regulasi tersebut," tambahnya.
Meski mengapresiasi kinerja Seskab, Ujang memberikan catatan konstruktif agar pemerintah ke depan memperkuat sistem komunikasi satu pintu. Ia menyarankan adanya juru bicara khusus yang fokus menangani problematika etika dan teknis di pemerintahan.
Hal ini bertujuan agar informasi yang diterima rakyat bersifat tunggal dan akurat, menghindari tumpang tindih komentar antarpejabat di ruang publik, serta memperkuat wibawa pemerintah dalam menghadapi krisis informasi.
Langkah Letkol Teddy dalam meluruskan informasi yang simpang siur dianggap sebagai fondasi awal yang baik dalam membangun kepercayaan publik di tengah derasnya arus informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. (Cah/P-3)
SEKRETARIS Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya silaturahmi lebaran dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (2/4) malam.
ANALIS komunikasi politik Hendri Satrio mengatakan, kehadiran Seskab Teddy di berbagai kegiatan lapangan pejabat atau menteri Kabinet Merah Putih merupakan hal yang wajar.
Pemerintah klaim arus balik Lebaran 2026 lancar usai tinjau langsung di Pulo Gebang. Gelombang kedua diprediksi 28-29 Maret, antisipasi disiapkan.
Rapat ini akan dihadiri para menteri Kabinet Merah Putih untuk memastikan berbagai aspek kesiapan menjelang Lebaran berjalan optimal
Presiden Prabowo Subianto menggelar silaturahmi dengan para mantan ajudan dan pengawal saat berdinas di Kostrad dan Kopassus di kediamannya di Hambalang.
Sekretaris Kabinet menjelaskan bahwa anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 % dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sesuai amanat konstitusi.
Letkol Teddy Indra Wijaya berperan sebagai Sekretaris Kabinet yang menjaga harmonisasi dan konsistensi kebijakan Kabinet Merah Putih.
Peran krusial Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya dalam memastikan arahan Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan pascabencana di Sumatra berjalan efektif.
Sikap aktif Seskab Teddy di media sosial merupakan bentuk strategi komunikasi yang bertujuan melindungi otoritas tertinggi negara.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah merampungkan rangkaian kunjungan luar negeri sejak 19 September 2025.
Usman menjelaskan bahwa Panglima TNI Jenderal Agus Subianto sudah mengumumkan kepada publik bahwa semua prajurit militer yang menduduki jabatan sipil harus mundur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved