Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Seskab Jadi Jembatan Komunikasi Efektif Presiden ke Menteri, Ini Penilaian Pengamat

Cahya Mulyana
03/2/2026 16:12
Seskab Jadi Jembatan Komunikasi Efektif Presiden ke Menteri, Ini Penilaian Pengamat
Seskab Teddy.(Antara)

PERAN Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya belakangan ini semakin sorotan publik. Menanggapi hal tersebut, pakar politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, menilai langkah Seskab dalam mengoordinasikan komunikasi antara Presiden dengan para pembantunya di kabinet adalah sebuah kewajaran dan bernilai positif.

Ujang memandang kehadiran Teddy merupakan bagian dari pembagian tugas di lingkaran internal kepresidenan demi memastikan instruksi kepala negara sampai dengan tepat sasaran.

"Sejatinya berbagi tugas saja, antara Mensesneg, Seskab dan menteri-menteri lain untuk memastikan jalur komunikasi antara jalur presiden dengan menteri dan masyarakat berjalan dengan baik," ujar Ujang, Selasa (3/2).

Menurut Ujang, publik memiliki sudut pandang yang beragam terhadap gaya kepemimpinan Seskab. Namun, secara fungsi, keterlibatan aktif Teddy dalam membangun koordinasi adalah langkah yang sah dalam mendukung kerja-kerja eksekutif.

"Kalau saya sih melihat kepemimpinan Seskab, tergantung dari cara pandang publik, bisa dipandang positif bisa juga kurang baik. Tetap saya melihatnya sah-sah saja dan baik-baik saja kalau memang itu diminta presiden untuk mengordinasikan dalam konteks membangun koordinasi dan komunikasi secara efektif kepada para menteri maupun publik, itu ya sah dan bagus-bagus saja," tambahnya.

Mengingat posisi Seskab yang selalu melekat dengan aktivitas keseharian Presiden, Ujang menekankan pentingnya kualitas komunikasi. Teddy dianggap sebagai tokoh kunci yang menjembatani pesan-pesan Presiden agar tidak terjadi miskomunikasi di level kementerian.

"Tetapi tetap memang harus diperhatikan cara komunikasinya artinya komunikasinya harus baik, ya karena memang seskab nempel dengan presiden ya maka suka tidak suka senang tidak senang menjadi penyalur lidah komunikasi presiden dengan para menteri, mungkin publik juga," jelas Ujang.

Meski begitu, ia mengingatkan agar koordinasi tersebut tetap sinkron dengan saluran komunikasi yang sudah ada di tiap Kementerian/Lembaga (K/L). "Ya Prinsipnya, jika Seskab Teddy itu menjadi jembatan atau bridging jalur komunikasi dan koordinasi untuk kerja-kerja presiden, tentunya itu sah-sah saja," pungkasnya. (Cah/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya