Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Pusat Kajian Demokrasi, Konstitusi, dan Hak Asasi Manusia (Pandekha) Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada, Yance Arizona berpendapat Sekretaris Kabinet yang saat ini dipimpin oleh Letkol Teddy Indra Wijaya merupakan jabatan yang sebenarnya tidak perlu ada. Pasalnya, tugas seorang Seskab dapat dilakukan oleh Kementerian Sekretariat Negara dan Kantor Staf Presiden.
"Untuk membantu Presiden sebenarnya sudah ada Kementerian Sekretariat Negara dan juga Kantor Staf Presiden. Dua lembaga itu sudah lebih dari cukup," ujarnya kepada Media Indonesia, Sabtu (15/3).
Menurut Yance, polemik jabatan Teddy yang kembali menyeruak di tengah isu revisi Undang-Undang TNI tak terlepas dari praktik bagi-bagi jabatan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Kabinet Merah Putih yang dinilainya gemuk. Lewat kebijakan tersebut, Prabowo seakan hendak memberikan jabatan kepada semua orang yang dinilai berjasa mengantarkannya ke kursi kepresidenan.
"Hal ini jadi lebih problematik lagi untuk Teddy karena militer aktif yang dari sisi kepangkatan masih rendah (eselon II), tapi ditempatkan pada jabatan yang membawahi berapa eselon I," terang Yance.
Ia juga menyoroti, perluasan jabatan sipil yang dapat diisi oleh prajurit TNI aktif lewat upaya RUU TNI menunjukkan gejala abusif yang masif. Sebab, upaya tersebut berpotensi menimbulkan banjir militer di birokrasi sipil. Pasalnya, dengan regulasi yang limitatif seperti saat ini, praktik tersebut tetap dilakukan.
"Lebih jauh saya berpandangan bahwa semakin banyaknya militer aktif dalam birokrasi sipil akan menjadi predator yang merusak akuntabilitas dan cita-cita membangun pemerintahan partisipatif," kata Yance. (Tri/M-3)
Teddy menjelaskan bahwa program MBG justru dirancang untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA.
Seskab Teddy Indra Wijaya mengumumkan kenaikan insentif guru honorer menjadi Rp400 ribu dan tunjangan non-ASN Rp2 juta di era Prabowo. Cek detailnya.
Letkol Teddy Indra Wijaya berperan sebagai Sekretaris Kabinet yang menjaga harmonisasi dan konsistensi kebijakan Kabinet Merah Putih.
Sedia payung sebelum hujan, Seskab Teddy menegaskan Indonesia siap hadapi dinamika tarif impor Donald Trump pasca-putusan MA Amerika Serikat.
Secara fungsi, keterlibatan aktif Teddy dalam membangun koordinasi adalah langkah yang sah dalam mendukung kerja-kerja eksekutif.
Seskab Letkol Teddy Indra Wijaya mengatakan progres kinerja Satuan Tugas (Satgas) Jembatan pada Presiden Prabowo Subianto.
Kepala Staf Presiden Muhammad Qodari menegaskan dukungan pemerintah terhadap APUDSI dalam memperkuat pemasaran dan legalitas produk desa.
Pemerintah menargetkan Ibu Kota Nusantara (IKN) siap berfungsi penuh sebagai pusat pemerintahan pada 2028.
Pemerintah Indonesia, melalui Kantor Staf Presiden (KSP), mendorong kolaborasi lintas sektor untuk mengatasi masalah HIV/AIDS yang masih belum tercapai targetnya.
KANTOR Staf Presiden (KSP) menyatakan sikap Presiden Prabowo Subianto yang memberikan dukungan untuk cagub-cawagub Jawa Tengah, Ahmad Luthfi-Taj Yasin, tak melanggar aturan.
Kantor Staf Presiden melalui Indonesia Future Network mengumpulkan 20 tokoh muda energi dan iklim dari berbagai latar belakang untuk membahas krisis energi dan iklim.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved