Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan kesiapannya menandatangani rancangan undang-undang (RUU) yang mewajibkan Departemen Kehakiman (DOJ) merilis berkas terkait kasus Jeffrey Epstein, jika RUU tersebut sampai ke mejanya. Ia menegaskan isu itu tidak boleh mengalihkan perhatian publik dari apa yang disebutnya sebagai capaian pemerintahannya.
“Tentu saja aku akan melakukannya,” kata Trump ketika ditanya apakah ia akan menandatangani RUU tersebut, yang rencananya dibahas DPR pada Selasa.
“Biarkan Senat melihatnya, biarkan siapa pun melihatnya, tapi jangan terlalu banyak membicarakannya, karena, sejujurnya, saya tidak ingin mengambilnya dari kita,” ujarnya, merujuk pada pencapaian Partai Republik.
"Jadi, saya sangat mendukungnya. Kita sudah memberikan 50.000 halaman. Tapi berapa pun yang kita berikan, itu tidak akan pernah cukup."
Pernyataan itu menandai perubahan sikap dalam 24 jam terakhir, setelah sebelumnya Trump menyebut dorongan membuka berkas Epstein sebagai “Kebohongan demokrasi”.
Salah satu penggagas upaya pemungutan suara, Rep. Thomas Massie, menanggapi pernyataan Trump melalui X: “Menantikan untuk menghadiri penandatanganan RUU ini.”
Rep. Nicole Malliotakis juga menilai dukungan penuh terhadap transparansi seharusnya diberikan sejak awal. “Saya pikir selalu lebih baik untuk mendukung transparansi... dia adalah presiden transparansi,” katanya kepada CNN.
Ia menyebutkan mayoritas anggota dari kedua partai kemungkinan akan mendukung RUU tersebut. “Saya pikir kita hanya ingin menyelesaikan masalah ini...selama kita bisa melindungi para korban.,” ujarnya.
Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan Trump tidak mengarahkan DOJ untuk menghalangi penyampaian dokumen kepada Kongres jika RUU tersebut disahkan. Hal itu penting karena Trump sebelumnya memerintahkan DOJ membuka penyelidikan kriminal terhadap sejumlah figur publik yang pernah berhubungan dengan Epstein.
Secara umum, DOJ enggan menyerahkan dokumen penyelidikan yang sedang berlangsung karena dapat mengganggu integritas proses hukum. Tidak jelas bagaimana DOJ akan bersikap jika RUU ini disahkan, namun pejabat Gedung Putih menyatakan pemerintah memperkirakan lebih banyak dokumen akan dirilis setelah proses ini selesai.
Ketua Fraksi Demokrat di DPR, Hakeem Jeffries, menegaskan upaya membuka berkas Epstein bukan bertujuan untuk menargetkan Trump.
“Kami selalu mengatakan... kami ingin mengikuti fakta, berdasarkan hukum, dan berpedoman pada Konstitusi.,” kata Jeffries ketika ditanya apakah ia akan menerima hasil jika nama Trump tidak muncul dalam dokumen.
Ketika ditanya terkait pesan teks antara anggota DPR Del. Stacey Plaskett dan Epstein dalam sebuah sidang, Jeffries mengatakan ia belum berbicara dengan yang bersangkutan. “Pernyataan dia sudah berbicara sendiri,” ujarnya. (CNN/Z-2)
Hillary Clinton menegaskan di depan Kongres hubungan suaminya dengan Jeffrey Epstein berakhir bertahun-tahun sebelum skandal kriminal mencuat.
Hillary Clinton membantah terlibat dalam skandal Jeffrey Epstein saat bersaksi di depan Kongres AS. Ia menantang Donald Trump untuk melakukan hal yang sama.
Dokumen terbaru Departemen Kehakiman AS mengungkap kedekatan Bill Clinton dengan Jeffrey Epstein dan peran Ghislaine Maxwell sebagai 'makelar' sosial.
Hillary Clinton memberikan kesaksian pedas di hadapan komite DPR AS terkait kasus Jeffrey Epstein. Ia menuding Partai Republik melakukan pengalihan isu untuk melindungi Donald Trump.
Hillary dan Bill Clinton akhirnya bersedia memberikan kesaksian terkait kasus Jeffrey Epstein untuk menghindari tuntutan penghinaan Kongres
Ahli biologi molekuler Dr. Richard Axel mengundurkan diri dari jabatan direktur institut bergengsi setelah dokumen mengungkap hubungan jangka panjangnya dengan Jeffrey Epstein.
Tekanan anggota parlemen memaksa Departemen Kehakiman AS membuka nama-nama yang sebelumnya disensor dalam file kasus Jeffrey Epstein, termasuk miliarder dan taipan.
Departemen Kehakiman AS (DOJ) menarik ribuan dokumen kasus Jeffrey Epstein setelah identitas para penyintas bocor akibat kesalahan redaksi yang fatal.
Presiden AS Donald Trump mengatakan bisa menerima kompensasi US$230 juta dari Departemen Kehakiman atas penyelidikan masa lalu terhadap dirinya.
Hakim federal tolak permintaan DOJ membuka transkrip dan bukti sidang kasus Jeffrey Epstein.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved