Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Trump Turun Tangan! Tekan Republik untuk Buka Shutdown Tanpa Syarat

Thalatie K Yani
03/2/2026 07:11
Trump Turun Tangan! Tekan Republik untuk Buka Shutdown Tanpa Syarat
Presiden Trump mendesak faksi Republik di DPR AS untuk segera mengesahkan RUU pendanaan pemerintah tanpa perubahan. (White House)

PRESIDEN Donald Trump bersama jajaran petinggi Partai Republik kini tengah berpacu dengan waktu untuk meredam pemberontakan internal di Kongres. Langkah ini diambil guna memastikan pemerintahan federal kembali beroperasi normal sebelum dampak penutupan (shutdown) mulai menyiksa masyarakat Amerika.

Ketua DPR AS, Mike Johnson, dijadwalkan bertemu dengan tokoh-tokoh kunci Republik pada Senin (2/2) waktu setempat. Johnson berupaya keras mengamankan suara dari faksi GOP yang terpecah terkait kesepakatan pendanaan antara Trump dan Senat Demokrat, sebuah kesepakatan yang dibenci banyak konservatif garis keras.

Trump: Jangan Ada Perubahan

Trump secara pribadi turun tangan dengan menelepon sejumlah anggota DPR dari Partai Republik satu per satu guna meyakinkan mereka. Melalui platform Truth Social, Trump menegaskan agar rekan separtainya mendukung kesepakatan tersebut tanpa syarat tambahan.

"Kita perlu membuka Pemerintah, dan saya harap semua Republik dan Demokrat akan bergabung dengan saya dalam mendukung RUU ini, dan mengirimkannya ke meja saya TANPA PENUNDAAN," tulis Trump. Ia juga memperingatkan agar tidak terjadi "shutdown yang panjang, sia-sia, dan destruktif lainnya."

Tuntutan Garis Keras dan Risiko Politik

Meski ada tekanan dari Trump, Mike Johnson masih harus menghadapi penentangan dari kelompok konservatif yang dipimpin Rep. Anna Paulina Luna. Kelompok ini menuntut agar aturan ketat terkait ID pemilih (voter ID law) dimasukkan ke dalam RUU pendanaan.

Johnson menolak gagasan tersebut dan menegaskan saat ini fokus utama adalah memulihkan fungsi pemerintahan. "Ini adalah paket pendanaan, dan saya pikir kita tidak perlu bermain-main dengan pendanaan pemerintah," ujar Johnson kepada wartawan di Capitol.

Tekanan kian memuncak karena kesepakatan ini mencakup perpanjangan sementara pendanaan Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) selama dua pekan. Waktu singkat ini diberikan agar kedua partai bisa menegosiasikan tuntutan Demokrat untuk membatasi taktik Immigration and Customs Enforcement (ICE).

Tragedi Minneapolis Jadi Pemantik

Keinginan Gedung Putih untuk segera mengakhiri sengketa pendanaan ini juga dipicu kemarahan publik pasca-kematian Renee Nicole Good dan Alex Pretti di Minneapolis. Pemerintahan Trump tampaknya menyadari risiko politik besar jika mengabaikan desakan reformasi terhadap praktik penegakan hukum imigrasi di tengah situasi darurat nasional.

Saat ini, Mike Johnson memegang mayoritas yang sangat tipis. Dengan dilantiknya Christian Menefee dari Demokrat pada Senin malam, Johnson hanya boleh kehilangan satu suara dari partainya jika ingin meloloskan RUU ini melalui jalur reguler. Pemungutan suara final diharapkan terjadi paling cepat pada Selasa, yang menjadi penentu apakah pekerja federal akan terhindar dari dampak finansial shutdown. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya