Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Drama Anggaran AS Berlanjut: Setelah Senat Setuju, Pertarungan Beralih ke DPR

Thalatie K Yani
12/11/2025 05:30
Drama Anggaran AS Berlanjut: Setelah Senat Setuju, Pertarungan Beralih ke DPR
Capitol(Media Sosial X)

SEHARI setelah Senat Amerika Serikat meloloskan rancangan anggaran untuk mengakhiri penutupan pemerintahan (goverment shutdown) terpanjang dalam sejarah negara itu. Kini bola panas berpindah ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

DPR dijadwalkan melakukan pemungutan suara pekan ini untuk menentukan nasib rancangan pendanaan tersebut. Berbeda dengan Senat, Partai Republik memiliki cukup kursi untuk meloloskan rancangan tanpa dukungan Partai Demokrat, asalkan seluruh anggotanya kompak. Namun, margin suara yang tipis membuat proses ini berisiko tinggi.

Persoalan Utama: Subsidi Kesehatan

Salah satu isu yang masih menjadi batu sandungan adalah desakan Partai Demokrat untuk memperpanjang kredit pajak. Kredit pajak ini yang menurunkan biaya asuransi kesehatan bagi sekitar 24 juta warga AS.

Senat sebelumnya hanya menyetujui untuk memberikan suara terpisah terkait perpanjangan subsidi tersebut pada Desember mendatang, tawaran yang sebenarnya sudah diajukan berminggu-minggu sebelumnya.

Ketua DPR Mike Johnson pun belum berkomitmen untuk mengizinkan pemungutan suara mengenai kebijakan ini di DPR. Sikap tersebut menimbulkan risiko politik bagi Partai Republik. Jika subsidi dihentikan, premi asuransi kesehatan bisa melonjak tajam. Hal itu membuka peluang bagi Demokrat untuk menjadikannya isu utama dalam kampanye pemilu sela tahun depan.

Anggota Kongres Marjorie Taylor Greene, Republikan konservatif dari Georgia, bahkan memperingatkan partainya agar memastikan premi tidak melonjak. Sementara itu, Partai Republik sedang menyiapkan rencana baru, termasuk usulan agar dana subsidi langsung diberikan ke individu, bukan perusahaan asuransi.

Oposisi Demokrat dan Perpecahan Internal

Meski sedang tidak berkuasa di Washington, Demokrat merasa mendapatkan angin segar setelah memenangkan beberapa pemilu lokal di Virginia, New Jersey, dan New York City pekan lalu. Namun, kemenangan itu justru memperdalam perbedaan antara faksi progresif dan moderat dalam partai.

Senator Bernie Sanders menyebut kompromi terhadap anggaran sebagai “kesalahan besar”, sementara Gubernur California Gavin Newsom menilainya sebagai bentuk “penyerahan diri”. Ketua Kaukus Progresif DPR, Greg Casar, menegaskan, “Kesepakatan yang tidak menurunkan biaya kesehatan adalah bentuk pengkhianatan terhadap jutaan rakyat.”

Namun sejumlah Demokrat moderat seperti Jared Golden dari Maine dan Henry Cuellar dari Texas kemungkinan besar akan mendukung paket anggaran tersebut. “Sudah saatnya menempatkan kepentingan negara di atas partai,” tulis Cuellar di media sosial.

Hitung-hitungan Suara Republik

Partai Republik menguasai 219 kursi, sementara Demokrat memiliki 213. Artinya, Partai Republik hanya bisa kehilangan dua suara jika ingin meloloskan rancangan anggaran. Beberapa anggota seperti Thomas Massie dari Kentucky diperkirakan akan menolak karena alasan disiplin fiskal.

Rencana anggaran tersebut akan menambah utang nasional sebesar sekitar US$1,8 triliun per tahun, sehingga total utang mencapai US$38 triliun. Senator Rand Paul menjadi satu-satunya Republikan di Senat yang menolak dengan alasan serupa.

Sementara itu, kelompok konservatif House Freedom Caucus mendorong agar anggaran diperpanjang lebih lama dan disertai langkah tegas menekan pengeluaran pemerintah.

Hambatan Teknis: Cuaca dan Penundaan Penerbangan

Setelah tujuh minggu masa reses, Ketua DPR Mike Johnson meminta para anggota segera kembali ke Washington untuk melakukan pemungutan suara, yang dijadwalkan paling cepat Rabu sore. Namun, badai salju dan penundaan penerbangan di wilayah Midwest berpotensi menghambat kehadiran anggota Kongres.

Dengan banyaknya faktor politik dan logistik yang harus diatasi, masa depan rancangan anggaran AS kini bergantung pada keseimbangan tipis antara kompromi dan kalkulasi politik kedua partai. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik