Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Trump Akhiri Shutdown 43 Hari, Jadikan Isu Kesehatan Fokus Pertarungan Politik 2026

Thalatie K Yani
13/11/2025 11:00
Trump Akhiri Shutdown 43 Hari, Jadikan Isu Kesehatan Fokus Pertarungan Politik 2026
Dalam pidato akhir penutupan pemerintahan, Donald Trump menyoroti isu biaya kesehatan sebagai fokus utama menuju pemilu paruh waktu 2026.(White House)

PRESIDEN Donald Trump menandatangani undang-undang untuk mengakhiri penutupan pemerintahan (goverment shutdown) terpanjang dalam sejarah Amerika Serikat. Namun, di balik langkah tersebut, Trump mengisyaratkan politik pemilu paruh waktu 2026 sudah mulai dipersiapkan.

“Saya hanya ingin mengatakan kepada rakyat Amerika, jangan lupakan ini saat kita memasuki pemilu paruh waktu dan hal-hal lainnya,” ujar Trump dalam pidato larut malam dari Oval Office. “Jangan lupakan apa yang telah mereka lakukan terhadap negara kita.”

Trump tampak berusaha mengendalikan narasi politik atas dampak shutdown yang berlangsung selama 43 hari, dengan menyalahkan Partai Demokrat atas kebuntuan anggaran. Dikelilingi Ketua DPR Mike Johnson dan beberapa anggota Partai Republik, ia menegaskan akan memperjuangkan kebijakan baru di sektor kesehatan.

“Hari ini saya menyerukan agar perusahaan asuransi tidak dibayar, tetapi agar sejumlah besar uang itu diberikan langsung kepada rakyat,” kata Trump.

Pernyataan tersebut menandai upaya Trump untuk menjadikan biaya layanan kesehatan sebagai isu utama dalam pertarungan politik menuju pemilu legislatif 2026.

“Kita akan bekerja pada sesuatu yang berkaitan dengan perawatan kesehatan,” tambahnya. “Kita bisa melakukan yang jauh lebih baik.”

Di sisi lain, dampak politik dari shutdown masih terasa di tubuh Partai Demokrat. Beberapa anggota partai itu terlibat perdebatan internal setelah Senat menyetujui kesepakatan yang tidak memasukkan perpanjangan subsidi Affordable Care Act (ACA) atau yang dikenal sebagai Obamacare.

Demokrat

Salah satu dari enam anggota Demokrat yang mendukung pembukaan kembali pemerintahan, Rep. Don Davis dari Carolina Utara, membela keputusannya meski dikritik oleh sebagian kolega.

“Karena banyak orang sedang kesulitan saat ini,” ujar Davis kepada CNN, menjelaskan mengapa ia memilih mendukung rancangan undang-undang tersebut tanpa perluasan subsidi ACA.

Setelah RUU itu disetujui DPR, Trump segera menandatanganinya untuk mengakhiri kebuntuan politik selama enam minggu. 

“Kita harus memulai proses dengan mencoba. Kita harus memberi kesempatan untuk berbicara dan bernegosiasi. Apakah saya menginginkan lebih? Tentu saja,” ujar Davis menjawab pertanyaan apakah langkah itu sepadan dengan perjuangan Partai Demokrat.

Davis menambahkan, salah satu konstituennya datang dengan menangis karena kenaikan premi asuransi kesehatan. Ia menegaskan komitmennya untuk terus bekerja sama lintas partai, termasuk dengan Rep. Jen Kiggans, dalam memperjuangkan perpanjangan subsidi ACA selama satu tahun.

“Upaya bipartisan ini masih nyata dan tidak akan berhenti,” tegasnya. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya