Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Skandal Berkas Epstein: Email Genit ke Staf Bill Clinton Terungkap di Tengah Ancaman Hukum

Thalatie K Yani
02/2/2026 04:42
Skandal Berkas Epstein: Email Genit ke Staf Bill Clinton Terungkap di Tengah Ancaman Hukum
Mantan Presiden AS Bill Clinton(AFP)

DEPARTEMEN Kehakiman Amerika Serikat kembali merilis ribuan dokumen sensitif terkait kasus Jeffrey Epstein. Rilis terbaru ini memberikan gambaran mengejutkan mengenai kedekatan antara staf mantan Presiden Bill Clinton dengan Epstein dan rekan dekatnya, Ghislaine Maxwell, termasuk serangkaian pertukaran email yang bernada vulgar.

Kebocoran dokumen ini terjadi hanya beberapa hari sebelum pemungutan suara di DPR AS untuk menetapkan Bill dan Hillary Clinton dalam status "penghinaan terhadap Kongres" (contempt of Congress). Pasangan ini dituding menolak panggilan hukum (subpoena) untuk bersaksi dalam penyelidikan bipartisan terkait jaringan perdagangan seks Epstein.

Komunikasi "Genit" Maxwell dan Lingkaran Clinton

Dokumen setebal 3 juta halaman tersebut mencakup komunikasi intensif antara Maxwell, yang kini mendekam di penjara, dengan staf Clinton antara tahun 2001 dan 2004. Pada periode tersebut, Bill Clinton diketahui terbang dengan pesawat pribadi Epstein setidaknya 16 kali.

Dalam satu email tahun 2003, Maxwell tampak mengatur jamuan makan malam dan bertanya apakah Clinton ingin bergabung. Namun, beberapa pesan lain bersifat lebih personal dan genit. Maxwell pernah mengirim pesan kepada seorang staf Clinton dan berkelakar tentang bagaimana ia memuji staf tersebut di media taboid sebagai sosok pria yang menarik.

Di sisi lain, seorang staf Clinton juga sempat mengirim email kepada Maxwell yang berisi pengakuan mabuk setelah berkencan dengan seorang janda. Email itu menunjukkan tingkat keakraban yang sangat informal antara kedua belah pihak.

Bantahan Pihak Clinton

Juru bicara Bill Clinton, Angel Ureña, menegaskan sang mantan presiden tidak pernah mengirim satu pun email tersebut secara pribadi.

"Saya tidak bisa mengonfirmasi milik siapa email itu, saya hanya bisa memberi tahu Anda milik siapa yang bukan: milik Bill Clinton," tegas Ureña. "Dia hanya pernah mengirim email dua kali seumur hidupnya: sekali untuk astronot John Glenn dan sekali untuk pasukan AS di Adriatik."

Pihak Clinton juga berulang kali menyatakan telah memutus hubungan dengan Epstein sejak 2006 dan tidak mengetahui tindak kriminal yang dilakukan sang pedofilia tersebut.

Tekanan Politik di Capitol Hill

Meski pihak Clinton menawarkan wawancara tertutup di New York sebagai jalan tengah, Ketua Komite Pengawas DPR, James Comer, menolak tawaran tersebut. Ia menilai keluarga Clinton mencoba mendapatkan perlakuan khusus.

Menariknya, langkah untuk menuntut keluarga Clinton tidak hanya didukung oleh Republik, tetapi juga oleh hampir separuh anggota Demokrat di komite tersebut. Mereka berargumen bahwa suara ini demi menjaga wibawa panggilan hukum Kongres.

Jika pemungutan suara di DPR berhasil, kasus ini akan dirujuk ke Departemen Kehakiman untuk kemungkinan penuntutan pidana. Sementara itu, dokumen yang dirilis juga memuat daftar tuduhan pelecehan seksual terhadap Donald Trump dari sumber yang belum terverifikasi, meski Trump sendiri telah membantah tegas keterlibatannya dalam skandal Epstein ini. (CNN/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya