Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DEPARTEMEN Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) kembali merilis ribuan dokumen terkait mendiang terpidana kasus pelanggaran seksual, Jeffrey Epstein. Salah satu temuan yang mencuri perhatian adalah serangkaian email tahun 2001 antara Ghislaine Maxwell dengan sosok berinisial "A" yang mengirimkan pesan dari kediaman kerajaan Inggris, Kastil Balmoral.
Dalam email tertanggal 16 Agustus 2001, pengirim yang menggunakan alias "The Invisible Man" menulis: "Saya di sini di Kamp Musim Panas Balmoral untuk Keluarga Kerajaan." Pesan tersebut diakhiri dengan pertanyaan, "Bagaimana LA? Sudahkah kamu mencarikanku beberapa teman baru yang tidak pantas?" sebelum ditutup dengan inisial "see ya A xxx".
Meski dokumen tersebut tidak menunjukkan adanya pelanggaran hukum secara langsung, alamat email pengirim [email protected] memiliki kecocokan dengan data dalam buku telepon Epstein yang sebelumnya terungkap di bawah kontak berlabel "Duke of York". Nama lengkap Andrew Mountbatten-Windsor adalah Andrew Albert Christian Edward.
Menanggapi permintaan "teman tidak pantas" tersebut, Maxwell membalas pada hari yang sama. "Sangat menyesal mengecewakanmu, namun kebenaran harus disampaikan. Saya hanya mampu menemukan teman-teman yang pantas."
Email lain pada tahun 2002 juga membahas rencana perjalanan ke Peru. Dalam komunikasi tersebut, pihak ketiga menyarankan kegiatan seperti berkuda dan makan siang, namun menambahkan catatan mengenai perempuan. "Tentang para gadis... berapa usianya? Saya ragu dia akan menemukan seseorang di sini, tapi kita bisa mencoba."
Sosok "A" kemudian membalas melalui Maxwell, "Mengenai para gadis, saya serahkan sepenuhnya padamu dan Juan Esteban!"
Selain korespondensi pribadi, dokumen yang dirilis Selasa (23/12) itu juga memuat permintaan formal DOJ tertanggal April 2020 kepada otoritas Inggris. DOJ secara spesifik meminta bantuan untuk mewawancarai Andrew Mountbatten-Windsor terkait dua penyelidikan kriminal.
Dalam catatan tersebut, DOJ menyatakan sang pangeran mungkin merupakan saksi atau peserta dalam peristiwa tertentu yang relevan dengan penyelidikan Epstein. Namun, dokumen itu menggarisbawahi Andrew bukanlah "target" penyelidikan dan tidak ada bukti ia melakukan kejahatan menurut hukum AS.
Andrew Mountbatten-Windsor, yang telah kehilangan gelar pangeran dan Duke of York pada Oktober lalu, sebelumnya telah berulang kali membantah semua tuduhan pelanggaran hukum. Ia menyatakan tidak pernah "melihat, menyaksikan, atau mencurigai perilaku apa pun" yang menyebabkan penangkapan Epstein.
Dokumen terbaru ini juga kembali menyeret nama Presiden AS Donald Trump. Sebuah email tahun 2020 dari asisten jaksa wilayah AS menunjukkan Trump terbang dengan jet pribadi Epstein lebih sering dari yang dilaporkan sebelumnya. Trump sendiri telah membantah keras klaim tersebut dan menyatakan tidak pernah berada di pesawat Epstein.
Perilisan dokumen ini merupakan mandat dari undang-undang yang disahkan Kongres AS yang mewajibkan seluruh "File Epstein" dipublikasikan secara transparan paling lambat 19 Desember. (BBC/Z-2)
Departemen Kehakiman AS (DOJ) merilis dokumen baru yang menunjukkan riwayat penerbangan Donald Trump di pesawat pribadi Jeffrey Epstein antara tahun 1993-1996.
Dokumen baru mengungkap cara Ghislaine Maxwell menggunakan peran "kakak perempuan yang keren" untuk menormalisasi pelecehan seksual Jeffrey Epstein terhadap remaja.
Departemen Kehakiman AS (DOJ) sempat menghapus foto yang menampilkan Donald Trump dari database dokumen Jeffrey Epstein sebelum akhirnya dipulihkan.
Heboh hilangnya foto Donald Trump dari perpustakaan dokumen Jeffrey Epstein milik Departemen Kehakiman AS. Sementara itu, foto Bill Clinton di Maroko ikut terungkap.
Pihak Bill Clinton beraksi keras setelah Gedung Putih merilis foto lama sang mantan presiden bersama Jeffrey Epstein dan Ghislaine Maxwell. Tudingan "kambing hitam" mencuat.
Departemen Kehakiman AS merilis ribuan dokumen Jeffrey Epstein. Termasuk foto Andrew Mountbatten-Windsor bersama sejumlah perempuan dan Ghislaine Maxwell.
Crown Estate menyatakan Andrew Mountbatten-Windsor kemungkinan tidak menerima kompensasi atas pengosongan awal Royal Lodge karena biaya perbaikan besar.
Andrew Mountbatten-Windsor resmi kehilangan seluruh gelar kerajaan, termasuk Order of the Garter dan Royal Victorian Order, atas perintah Raja Charles III.
Anggota Kongres AS menuding Andrew Mountbatten-Windsor menghindari permintaan pemeriksaan terkait penyelidikan penanganan kasus Jeffrey Epstein.
pemerintah inggris segera mencabut gelar militer terakhir Andrew Mountbatten Windsor, adik raja Charles III
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved