Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Dokumen Epstein Terbaru Ungkap Email Misterius 'A' dari Kastil Balmoral

Thalatie K Yani
24/12/2025 07:55
Dokumen Epstein Terbaru Ungkap Email Misterius 'A' dari Kastil Balmoral
Dokumen terbaru kasus Jeffrey Epstein mengungkap komunikasi antara Ghislaine Maxwell dan sosok berinisial "A" yang diduga Andrew Mountbatten-Windsor.(Departemen Kehakiman AS)

DEPARTEMEN Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) kembali merilis ribuan dokumen terkait mendiang terpidana kasus pelanggaran seksual, Jeffrey Epstein. Salah satu temuan yang mencuri perhatian adalah serangkaian email tahun 2001 antara Ghislaine Maxwell dengan sosok berinisial "A" yang mengirimkan pesan dari kediaman kerajaan Inggris, Kastil Balmoral.

Dalam email tertanggal 16 Agustus 2001, pengirim yang menggunakan alias "The Invisible Man" menulis: "Saya di sini di Kamp Musim Panas Balmoral untuk Keluarga Kerajaan." Pesan tersebut diakhiri dengan pertanyaan, "Bagaimana LA? Sudahkah kamu mencarikanku beberapa teman baru yang tidak pantas?" sebelum ditutup dengan inisial "see ya A xxx".

Kaitan dengan Duke of York

Meski dokumen tersebut tidak menunjukkan adanya pelanggaran hukum secara langsung, alamat email pengirim [email protected] memiliki kecocokan dengan data dalam buku telepon Epstein yang sebelumnya terungkap di bawah kontak berlabel "Duke of York". Nama lengkap Andrew Mountbatten-Windsor adalah Andrew Albert Christian Edward.

Menanggapi permintaan "teman tidak pantas" tersebut, Maxwell membalas pada hari yang sama. "Sangat menyesal mengecewakanmu, namun kebenaran harus disampaikan. Saya hanya mampu menemukan teman-teman yang pantas."

Email lain pada tahun 2002 juga membahas rencana perjalanan ke Peru. Dalam komunikasi tersebut, pihak ketiga menyarankan kegiatan seperti berkuda dan makan siang, namun menambahkan catatan mengenai perempuan. "Tentang para gadis... berapa usianya? Saya ragu dia akan menemukan seseorang di sini, tapi kita bisa mencoba."

Sosok "A" kemudian membalas melalui Maxwell, "Mengenai para gadis, saya serahkan sepenuhnya padamu dan Juan Esteban!"

Permintaan Wawancara Resmi DOJ

Selain korespondensi pribadi, dokumen yang dirilis Selasa (23/12) itu juga memuat permintaan formal DOJ tertanggal April 2020 kepada otoritas Inggris. DOJ secara spesifik meminta bantuan untuk mewawancarai Andrew Mountbatten-Windsor terkait dua penyelidikan kriminal.

Dalam catatan tersebut, DOJ menyatakan sang pangeran mungkin merupakan saksi atau peserta dalam peristiwa tertentu yang relevan dengan penyelidikan Epstein. Namun, dokumen itu menggarisbawahi Andrew bukanlah "target" penyelidikan dan tidak ada bukti ia melakukan kejahatan menurut hukum AS.

Bantahan Pihak Terkait

Andrew Mountbatten-Windsor, yang telah kehilangan gelar pangeran dan Duke of York pada Oktober lalu, sebelumnya telah berulang kali membantah semua tuduhan pelanggaran hukum. Ia menyatakan tidak pernah "melihat, menyaksikan, atau mencurigai perilaku apa pun" yang menyebabkan penangkapan Epstein.

Dokumen terbaru ini juga kembali menyeret nama Presiden AS Donald Trump. Sebuah email tahun 2020 dari asisten jaksa wilayah AS menunjukkan Trump terbang dengan jet pribadi Epstein lebih sering dari yang dilaporkan sebelumnya. Trump sendiri telah membantah keras klaim tersebut dan menyatakan tidak pernah berada di pesawat Epstein.

Perilisan dokumen ini merupakan mandat dari undang-undang yang disahkan Kongres AS yang mewajibkan seluruh "File Epstein" dipublikasikan secara transparan paling lambat 19 Desember. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik