Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Dokumen Jeffrey Epstein Ungkap Trik Psikologis Ghislaine Maxwell Jerat Korban

Thalatie K Yani
23/12/2025 06:14
Dokumen Jeffrey Epstein Ungkap Trik Psikologis Ghislaine Maxwell Jerat Korban
Ghislaine Maxwell(Media Sosial X)

SERANGKAIAN dokumen terbaru dari kasus Jeffrey Epstein memberikan gambaran mendalam tentang manipulasi psikologis yang digunakan Ghislaine Maxwell. Dokumen tersebut mengungkap bagaimana Maxwell berperan sebagai sosok "kakak perempuan" untuk menjerat remaja rentan ke dalam lingkaran pelecehan seksual Epstein.

Pengungkapan dokumen juri agung (grand jury) ini muncul di tengah upaya Maxwell mengajukan banding atas vonis 20 tahun penjara yang diterimanya. Nama Maxwell kembali mencuat selama masa kepresidenan kedua Donald Trump, terutama setelah pemindahannya ke penjara dengan pengamanan minimum yang dianggap lebih nyaman.

Normalisasi Pelecehan

Dalam dokumen tersebut, seorang agen penegak hukum tahun 2020 memaparkan kesaksian para korban. Salah satu perempuan menceritakan bahwa kunjungan awalnya ke rumah Epstein terasa "aneh", namun Maxwell berhasil menormalisasi situasi tersebut.

"Maxwell bertindak seperti kakak perempuan yang keren dan berkomentar, 'Ini adalah apa yang dilakukan orang dewasa,'" ujar agen tersebut menirukan pengakuan korban.

Bahkan saat pelecehan dimulai, Maxwell sering kali hadir di ruangan. "Mereka biasanya memulai dengan salah satu gadis memijat Epstein, biasanya memijat kakinya. Maxwell menggoda gadis-gadis lain, memegang payudara mereka, dan menginstruksikan mereka tentang apa yang harus dilakukan," lanjut agen tersebut.

Para korban merasa sulit untuk menolak karena Maxwell telah membangun ikatan emosional. Salah satu korban mengaku merasa "dicintai" dan menganggap Maxwell serta Epstein sebagai "keluarga" yang mendukung mereka, sehingga muncul rasa syukur yang dipaksakan.

Mengincar Kerentanan

Dokumen tersebut juga menunjukkan bagaimana Maxwell mengincar latar belakang korban yang rapuh. Seorang korban mengaku sering bercerita kepada Maxwell tentang masalah keluarganya, termasuk kecanduan narkoba ibunya dan riwayat pelecehan yang ia alami saat kecil.

Maxwell kemudian mengeksploitasi informasi tersebut dengan menanyakan aktivitas seksual korban dan mulai mengirimkan paket berisi pakaian dalam melalui alamat yang mencantumkan namanya dan nama Epstein.

Hal menarik terungkap dalam wawancara tahun 2007, di mana salah satu korban tidak menyebutkan nama Maxwell. Ketika jaksa bertanya mengapa hal itu terjadi, agen tersebut menjawab singkat: "Dia tidak ditanya. Dia tidak ditanya tentang Maxwell."

Tanggapan Pihak Maxwell

Menanggapi bocornya dokumen ini, saudara laki-laki Ghislaine, Ian Maxwell, memberikan pembelaan. Ia mengingatkan materi juri agung bersifat sepihak dan bukan merupakan bukti mutlak bersalah.

"Penting untuk diingat materi tersebut bukanlah bukti kesalahan atau pembuktian perilaku siapa pun. Proses juri agung bersifat pendahuluan dan dirancang sepihak, hal itu memungkinkan jaksa menyajikan kasus mereka tanpa sanggahan atau pemeriksaan silang," ujar Ian Maxwell.

Ia menambahkan transkrip tersebut tidak memberikan gambaran fakta yang lengkap atau konteks luas yang mungkin ditawarkan oleh tim pembela di ruang sidang. (The Guardian/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya