Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
SERANGKAIAN dokumen terbaru dari kasus Jeffrey Epstein memberikan gambaran mendalam tentang manipulasi psikologis yang digunakan Ghislaine Maxwell. Dokumen tersebut mengungkap bagaimana Maxwell berperan sebagai sosok "kakak perempuan" untuk menjerat remaja rentan ke dalam lingkaran pelecehan seksual Epstein.
Pengungkapan dokumen juri agung (grand jury) ini muncul di tengah upaya Maxwell mengajukan banding atas vonis 20 tahun penjara yang diterimanya. Nama Maxwell kembali mencuat selama masa kepresidenan kedua Donald Trump, terutama setelah pemindahannya ke penjara dengan pengamanan minimum yang dianggap lebih nyaman.
Dalam dokumen tersebut, seorang agen penegak hukum tahun 2020 memaparkan kesaksian para korban. Salah satu perempuan menceritakan bahwa kunjungan awalnya ke rumah Epstein terasa "aneh", namun Maxwell berhasil menormalisasi situasi tersebut.
"Maxwell bertindak seperti kakak perempuan yang keren dan berkomentar, 'Ini adalah apa yang dilakukan orang dewasa,'" ujar agen tersebut menirukan pengakuan korban.
Bahkan saat pelecehan dimulai, Maxwell sering kali hadir di ruangan. "Mereka biasanya memulai dengan salah satu gadis memijat Epstein, biasanya memijat kakinya. Maxwell menggoda gadis-gadis lain, memegang payudara mereka, dan menginstruksikan mereka tentang apa yang harus dilakukan," lanjut agen tersebut.
Para korban merasa sulit untuk menolak karena Maxwell telah membangun ikatan emosional. Salah satu korban mengaku merasa "dicintai" dan menganggap Maxwell serta Epstein sebagai "keluarga" yang mendukung mereka, sehingga muncul rasa syukur yang dipaksakan.
Dokumen tersebut juga menunjukkan bagaimana Maxwell mengincar latar belakang korban yang rapuh. Seorang korban mengaku sering bercerita kepada Maxwell tentang masalah keluarganya, termasuk kecanduan narkoba ibunya dan riwayat pelecehan yang ia alami saat kecil.
Maxwell kemudian mengeksploitasi informasi tersebut dengan menanyakan aktivitas seksual korban dan mulai mengirimkan paket berisi pakaian dalam melalui alamat yang mencantumkan namanya dan nama Epstein.
Hal menarik terungkap dalam wawancara tahun 2007, di mana salah satu korban tidak menyebutkan nama Maxwell. Ketika jaksa bertanya mengapa hal itu terjadi, agen tersebut menjawab singkat: "Dia tidak ditanya. Dia tidak ditanya tentang Maxwell."
Menanggapi bocornya dokumen ini, saudara laki-laki Ghislaine, Ian Maxwell, memberikan pembelaan. Ia mengingatkan materi juri agung bersifat sepihak dan bukan merupakan bukti mutlak bersalah.
"Penting untuk diingat materi tersebut bukanlah bukti kesalahan atau pembuktian perilaku siapa pun. Proses juri agung bersifat pendahuluan dan dirancang sepihak, hal itu memungkinkan jaksa menyajikan kasus mereka tanpa sanggahan atau pemeriksaan silang," ujar Ian Maxwell.
Ia menambahkan transkrip tersebut tidak memberikan gambaran fakta yang lengkap atau konteks luas yang mungkin ditawarkan oleh tim pembela di ruang sidang. (The Guardian/Z-2)
Dokumen terbaru dari berkas Jeffrey Epstein mengungkap email Ghislaine Maxwell yang mengonfirmasi keaslian foto Pangeran Andrew bersama Virginia Giuffre.
Berkas terbaru Departemen Kehakiman AS mengungkap rincian penyelidikan FBI terhadap David Copperfield dan dugaan hubungannya dengan Jeffrey Epstein.
Todd Blanche menyatakan penyelidikan kasus Jeffrey Epstein-Ghislaine Maxwell telah berakhir. Namun, politisi Demokrat menuduh Departemen Kehakiman masih menyembunyikan dokumen.
Dokumen terbaru kasus Jeffrey Epstein mengungkap komunikasi intim Ghislaine Maxwell dengan lingkaran dalam Bill Clinton. DPR AS kini bersiap mempidanakan sang mantan presiden.
Jeffrey Epstein kembali trending usai rilis dokumen Februari 2026. Ini profil miliarder yang menjerat pangeran hingga presiden dalam lingkaran perdagangan seks.
Ghislaine Maxwell setuju memberikan kesaksian di bawah sumpah terkait kasus Jeffrey Epstein pada 9 Februari mendatang.
Dokumen email terbaru mengungkap peran Andrew Mountbatten-Windsor dalam memperkenalkan Jeffrey Epstein ke keluarga kerajaan Uni Emirat Arab saat kunjungan kenegaraan 2010.
Dr. Peter Attia, pakar panjang umur kenamaan, menghadapi kecaman publik dan pemutusan kontrak setelah dokumen Epstein mengungkap korespondensi vulgar dan pertemanan akrab mereka.
Dokumen Jeffrey Epstein memuat tuduhan seorang penari eksotis yang mengklaim diminta melakukan tindakan seksual bersama Epstein dan Pangeran Andrew di Florida pada 2006.
Bill Gates membantah klaim draf email Jeffrey Epstein yang menyebutnya terlibat perselingkuhan. Melinda French Gates sebut mantan suaminya harus beri jawaban.
Dokumen terbaru mengungkap upaya Lord Mandelson membantu Jeffrey Epstein mendapatkan visa Rusia pada 2010. Perjalanan tersebut diduga direncanakan untuk menemui sejumlah wanita di Moskow.
Departemen Kehakiman AS resmi mengakhiri peninjauan berkas Jeffrey Epstein, namun Kongres tetap melanjutkan penyelidikan. Nama Trump dan Clinton kembali jadi sorotan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved