Headline

Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.

Pangeran Andrew Didesak Bersaksi Terkait Skandal Epstein di AS, Raja Charles Beri Lampu Hijau?

Thalatie K Yani
11/2/2026 12:07
Pangeran Andrew Didesak Bersaksi Terkait Skandal Epstein di AS, Raja Charles Beri Lampu Hijau?
Anggota Kongres AS dari Partai Demokrat, Ro Khanna(Media Sosial X)

PANGERAN Andrew kini menghadapi tekanan hebat dari pejabat Amerika Serikat dan keluarga Virginia Giuffre untuk memberikan kesaksian langsung di AS terkait hubungannya dengan mendiang predator seksual Jeffrey Epstein. Gelombang desakan ini muncul setelah rilis terbaru jutaan dokumen Departemen Kehakiman AS yang mengungkap keterlibatan sang pangeran lebih jauh dari yang diketahui sebelumnya.

Anggota Kongres AS dari Partai Demokrat, Ro Khanna, secara terang-terangan menyebut Keluarga Kerajaan Inggris selama ini "tidak transparan". Senada dengan itu, Anggota Kongres Teresa Leger Fernandez mendesak Raja Charles III untuk mengambil tindakan tegas terhadap adiknya.

"Raja Charles III harus mengarahkan saudaranya untuk pergi ke AS guna menjawab pertanyaan di hadapan Komite Pengawas," tegas Fernandez kepada BBC Newsnight.

Respon Buckingham Palace 

Menanggapi gejolak ini, pihak Istana memberikan pernyataan resmi pertama mereka terkait pengungkapan terbaru skandal Epstein. Melalui juru bicara Buckingham Palace, Raja Charles III menyatakan keprihatinan yang mendalam dan siap bekerja sama dengan otoritas hukum.

"Jika pihak kepolisian menghubungi, kami berdiri siap untuk mendukung mereka dalam penyelidikan tersebut," ujar juru bicara istana. Ia menambahkan bahwa simpati Raja tetap tertuju pada "para korban dari segala bentuk pelecehan."

Saat ini, Kepolisian Thames Valley tengah mengkaji pengaduan dari kelompok anti-monarki, Republic, terkait dugaan pembagian materi rahasia oleh Andrew kepada Epstein. Berkas terbaru menunjukkan Andrew diduga secara sadar membagikan informasi rahasia dari pekerjaannya sebagai utusan dagang resmi pada tahun 2010 dan 2011 kepada Epstein.

Tuntutan Kompensasi bagi Korban 

Ro Khanna, yang ikut mensponsori undang-undang pembukaan dokumen Epstein, menekankan pencopotan gelar saja tidak cukup. Ia menyarankan agar Keluarga Kerajaan yang memiliki kekayaan besar mempertimbangkan kompensasi bagi para penyintas.

"Mereka memiliki kekayaan yang besar, mereka seharusnya memberikan kompensasi kepada para penyintas atas kengerian yang telah terjadi," ujar Khanna.

Meskipun Andrew telah mencapai penyelesaian di luar persidangan dengan Virginia Giuffre pada 2022 tanpa pengakuan tanggung jawab hukum, dokumen terbaru mengungkap rasa frustrasi otoritas AS karena sang pangeran berkali-kali mengabaikan panggilan untuk membantu penyelidikan. Secara hukum, Andrew tidak dapat dipaksa melalui surat panggilan (subpoena) untuk datang ke AS karena masalah yurisdiksi.

Kabar terbaru menyebutkan Pangeran Andrew telah meninggalkan kediamannya di Windsor dan kini menetap di Wood Farm, perkebunan Sandringham di Norfolk, sementara rumah permanen barunya menjalani renovasi. Hingga saat ini, Pangeran Andrew tetap secara konsisten membantah melakukan kesalahan apa pun dalam hubungannya dengan Jeffrey Epstein. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya