Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
PANGERAN Andrew kini menghadapi tekanan hebat dari pejabat Amerika Serikat dan keluarga Virginia Giuffre untuk memberikan kesaksian langsung di AS terkait hubungannya dengan mendiang predator seksual Jeffrey Epstein. Gelombang desakan ini muncul setelah rilis terbaru jutaan dokumen Departemen Kehakiman AS yang mengungkap keterlibatan sang pangeran lebih jauh dari yang diketahui sebelumnya.
Anggota Kongres AS dari Partai Demokrat, Ro Khanna, secara terang-terangan menyebut Keluarga Kerajaan Inggris selama ini "tidak transparan". Senada dengan itu, Anggota Kongres Teresa Leger Fernandez mendesak Raja Charles III untuk mengambil tindakan tegas terhadap adiknya.
"Raja Charles III harus mengarahkan saudaranya untuk pergi ke AS guna menjawab pertanyaan di hadapan Komite Pengawas," tegas Fernandez kepada BBC Newsnight.
Menanggapi gejolak ini, pihak Istana memberikan pernyataan resmi pertama mereka terkait pengungkapan terbaru skandal Epstein. Melalui juru bicara Buckingham Palace, Raja Charles III menyatakan keprihatinan yang mendalam dan siap bekerja sama dengan otoritas hukum.
"Jika pihak kepolisian menghubungi, kami berdiri siap untuk mendukung mereka dalam penyelidikan tersebut," ujar juru bicara istana. Ia menambahkan bahwa simpati Raja tetap tertuju pada "para korban dari segala bentuk pelecehan."
Saat ini, Kepolisian Thames Valley tengah mengkaji pengaduan dari kelompok anti-monarki, Republic, terkait dugaan pembagian materi rahasia oleh Andrew kepada Epstein. Berkas terbaru menunjukkan Andrew diduga secara sadar membagikan informasi rahasia dari pekerjaannya sebagai utusan dagang resmi pada tahun 2010 dan 2011 kepada Epstein.
Ro Khanna, yang ikut mensponsori undang-undang pembukaan dokumen Epstein, menekankan pencopotan gelar saja tidak cukup. Ia menyarankan agar Keluarga Kerajaan yang memiliki kekayaan besar mempertimbangkan kompensasi bagi para penyintas.
"Mereka memiliki kekayaan yang besar, mereka seharusnya memberikan kompensasi kepada para penyintas atas kengerian yang telah terjadi," ujar Khanna.
Meskipun Andrew telah mencapai penyelesaian di luar persidangan dengan Virginia Giuffre pada 2022 tanpa pengakuan tanggung jawab hukum, dokumen terbaru mengungkap rasa frustrasi otoritas AS karena sang pangeran berkali-kali mengabaikan panggilan untuk membantu penyelidikan. Secara hukum, Andrew tidak dapat dipaksa melalui surat panggilan (subpoena) untuk datang ke AS karena masalah yurisdiksi.
Kabar terbaru menyebutkan Pangeran Andrew telah meninggalkan kediamannya di Windsor dan kini menetap di Wood Farm, perkebunan Sandringham di Norfolk, sementara rumah permanen barunya menjalani renovasi. Hingga saat ini, Pangeran Andrew tetap secara konsisten membantah melakukan kesalahan apa pun dalam hubungannya dengan Jeffrey Epstein. (BBC/Z-2)
Rencana kunjungan kenegaraan Raja Charles III ke Amerika Serikat terancam batal. Ketegangan Donald Trump dan PM Keir Starmer yang memicu kekhawatiran diplomatik.
Intip keseruan Raja Charles III saat mencoba alat DJ di Aviva Studios Manchester. Sang Raja mengaku sedang berusaha menguasai teknik mixing!
Kate Middleton dan Putri Anne tampak bersenda gurau saat menghindari ciuman pipi karena aksesori topi.
PM Australia Anthony Albanese kirim surat ke PM Keir Starmer, dukung penghapusan Andrew Mountbatten-Windsor dari garis suksesi Kerajaan Inggris.
Berbeda dengan tuduhan sebelumnya yang berfokus pada pelecehan seksual, penangkapan kali ini didasarkan pada temuan bahwa Andrew diduga menyalahgunakan perannya
Nama Putri Beatrice dan Putri Eugenie muncul ratusan kali dalam dokumen terbaru kasus Jeffrey Epstein. Tekanan publik kembali menghantam keluarga York dan monarki Inggris.
Jaksa Agung Pam Bondi angkat bicara soal subpoena dokumen Jeffrey Epstein dan walkout anggota Demokrat. James Comer akui lontarkan kata kasar dalam rapat.
Rapat tertutup Jaksa Agung Pam Bondi dengan Komite Pengawas DPR AS berakhir ricuh. Anggota Demokrat tuduh adanya upaya penutupan dokumen kasus Epstein.
Parlemen Norwegia sepakat selidiki hubungan diplomat dan pejabat tinggi dengan Jeffrey Epstein. Nama mantan PM hingga Putri Mahkota terseret dalam skandal ini.
Komite Pengawasan DPR AS resmi memanggil paksa Jaksa Agung Pam Bondi terkait penyelidikan berkas Jeffrey Epstein. Anggota dewan tuntut transparansi penuh.
Richard Kahn, akuntan Jeffrey Epstein, diperiksa 7 jam oleh DPR AS. Ia klaim tak tahu soal perdagangan seks meski kelola ribuan dokumen keuangan.
Terungkap! PM Keir Starmer diperingatkan soal risiko reputasi Lord Mandelson dan Jeffrey Epstein sebelum penunjukan Dubes AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved