Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
GHISLAINE Maxwell, rekan terpidana predator seksual Jeffrey Epstein, akhirnya setuju untuk memberikan kesaksian di bawah sumpah di hadapan komite Kongres Amerika Serikat. Kesaksian ini merupakan bagian dari investigasi besar-besaran terhadap penanganan pemerintah federal dalam kasus Epstein.
Ketua Komite Pengawas DPR AS, James Comer, mengonfirmasi Maxwell akan memberikan deposisi secara virtual dari penjara pada 9 Februari mendatang. Maxwell saat ini tengah menjalani hukuman penjara 20 tahun setelah divonis bersalah pada 2021 atas tuduhan perekrutan dan perdagangan gadis di bawah umur untuk pelecehan seksual oleh Epstein.
Meskipun Maxwell telah setuju untuk hadir, tim hukumnya memberikan sinyal kuat bahwa klien mereka kemungkinan besar tidak akan memberikan jawaban substantif. Pasalnya, permohonan kekebalan hukum (legal immunity) yang diajukan Maxwell ditolak oleh komite pada Juli lalu.
"Pengacaranya telah mengatakan dia akan mengajukan Amandemen Kelima," ujar James Comer, merujuk pada hak konstitusional warga AS untuk menolak memberikan keterangan yang dapat memberatkan diri sendiri.
Dalam surat kepada komite, tim hukum Maxwell menyatakan memaksa klien mereka bersaksi tanpa kekebalan hukum di lingkungan yang bermuatan politik hanya akan menjadi sia-sia.
"Terus terang, melanjutkan proses dalam kondisi seperti ini tidak bertujuan lain selain teater politik murni dan pemborosan uang pembayar pajak. Komite tidak akan mendapatkan kesaksian, jawaban, maupun fakta baru," tulis pengacara Maxwell.
Pengumuman ini muncul di tengah sorotan tajam terhadap pemerintahan Trump terkait penanganan kasus Epstein. Meskipun Gedung Putih membantah rencana pemberian grasi, Presiden Trump sendiri sempat menyatakan bahwa ia tidak menutup kemungkinan tersebut sepenuhnya.
Di sisi lain, Departemen Kehakiman (DOJ) juga tengah dikritik karena belum merilis seluruh berkas terkait Epstein hingga tenggat waktu 19 Desember lalu. Sejauh ini, hanya sebagian kecil dokumen yang dipublikasikan dengan banyak bagian yang disensor (redacted), memicu protes dari politisi lintas partai.
Penyelidikan ini tidak hanya menyasar Maxwell. Komite Pengawas DPR juga sedang membahas penolakan mantan Presiden Bill Clinton dan istrinya, Hillary Clinton, untuk hadir memberikan keterangan. Komite menyatakan sedang mempertimbangkan tuntutan penghinaan terhadap Kongres (contempt charges) bagi pasangan tersebut jika mereka terus menolak panggilan.
Dengan Maxwell yang tetap berada di balik jeruji besi setelah upaya bandingnya ditolak oleh Mahkamah Agung, deposisi bulan Februari mendatang menjadi salah satu momen yang paling dinantikan publik untuk mengungkap kebenaran di balik jaringan gelap Jeffrey Epstein. (BBc/z-2)
Tekanan meningkat bagi Pangeran Andrew untuk bersaksi di AS terkait hubungannya dengan Jeffrey Epstein. Buckingham Palace menyatakan siap mendukung penyelidikan polisi.
Dokumen terbaru Departemen Kehakiman AS mengungkap peran Jeffrey Epstein dalam mengatur hubungan asmara Kimbal Musk, adik Elon Musk, dengan seorang perempuan di jaringannya.
Pemimpin Mayoritas Senat John Thune menuntut transparansi penuh dari Menteri Perdagangan Howard Lutnick terkait hubungannya dengan Jeffrey Epstein.
Tekanan anggota parlemen memaksa Departemen Kehakiman AS membuka nama-nama yang sebelumnya disensor dalam file kasus Jeffrey Epstein, termasuk miliarder dan taipan.
Howard Lutnick mengakui pernah makan siang di pulau pribadi Jeffrey Epstein pada 2012 bersama keluarga, memicu desakan mundur akibat keterangan yang dinilai menyesatkan.
Dokumen FBI terbaru mengungkap pengakuan mantan Kepala Polisi Palm Beach yang mengklaim Donald Trump meneleponnya pada 2006 untuk membongkar perilaku menyimpang Jeffrey Epstein.
Pasangan Bill dan Hillary Clinton akhirnya setuju memberikan kesaksian dalam investigasi DPR AS terkait Jeffrey Epstein guna menghindari voting hukuman penghinaan Kongres.
Ketua Komite Pengawas DPR AS, James Comer, menolak tawaran kesaksian sukarela dari Bill dan Hillary Clinton terkait penyelidikan Jeffrey Epstein.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved