Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
GELOMBANG terbaru rilis dokumen Jeffrey Epstein oleh Departemen Kehakiman AS (DOJ) kembali mengguncang publik. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada Sarah Ferguson, mantan Duchess of York, setelah serangkaian email pribadinya dengan mendiang predator seksual tersebut terungkap.
Dalam dokumen berjumlah lebih dari 3 juta berkas yang dibuka pada Jumat (30/1), terungkap sebuah komentar vulgar yang dilontarkan Ferguson mengenai putrinya sendiri. Princess Eugenie, yang saat itu masih berusia 19 tahun.
Berdasarkan tinjauan email tertanggal Maret 2010, Epstein sempat bertanya kepada Ferguson mengenai rencana perjalanan ke New York. Ferguson merespons dengan kalimat yang dianggap tidak pantas oleh banyak pihak.
"Belum yakin. Baru saja menunggu Eugenie kembali dari akhir pekan persetubuhan (shagging weekend)!!" tulis Ferguson dalam email tersebut.
Saat itu, Eugenie baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-20 bersama kekasihnya saat itu, Jack Brooksbank. Mirisnya, pertukaran email ini terjadi setelah Epstein dinyatakan bersalah dan sempat mendekam di penjara atas kasus pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur pada tahun 2008.
Tak hanya itu, dokumen lain mengungkap betapa Ferguson sangat memuja sosok Epstein. Dalam email Januari 2010, Ferguson tampak sangat berterima kasih atas bantuan finansial yang diberikan Epstein untuk melunasi utang-utangnya.
"Kamu adalah seorang legenda. Saya benar-benar tidak punya kata-kata untuk menggambarkan, cintaku, rasa terima kasih atas kemurahan hati dan kebaikanmu. Xx saya siap melayani Anda. Menikahlah saja denganku," tulis Ferguson.
Nama mantan suami Ferguson, Pangeran Andrew, juga muncul dalam batch dokumen terbaru ini. Terdapat foto-foto yang menunjukkan Andrew dalam posisi yang kompromistis bersama seorang perempuan yang tidak diidentifikasi.
Tekanan terhadap Andrew semakin meningkat setelah Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer, menyarankan agar sang pangeran memberikan kesaksian di hadapan Kongres AS.
"Terkait memberikan kesaksian, saya selalu mengatakan siapa pun yang memiliki informasi harus siap untuk membagikan informasi tersebut," ujar Starmer. "Anda tidak bisa berpihak pada korban jika Anda tidak siap melakukan itu. Korban Epstein harus menjadi prioritas utama."
Ferguson sempat mengeluarkan permintaan maaf publik pada tahun 2011. Ia menyebut keputusannya menerima uang dari Epstein sebagai "kesalahan penilaian yang sangat buruk", dokumen terbaru ini menunjukkan sisi lain.
Sebulan setelah permintaan maaf tersebut, Ferguson dilaporkan menulis surat pribadi kepada Epstein. Ia meminta maaf atas komentar publiknya yang disebut hanya untuk "melindungi kariernya". Ia tetap menyebut Epstein sebagai "sahabat yang setia, murah hati, dan luar biasa."
Hingga saat ini, pihak Sarah Ferguson maupun Istana Buckingham belum memberikan komentar resmi terkait rilis terbaru dokumen DOJ ini. (People/Z-2)
Raja Charles dikabarkan tidak akan menentang rencana parlemen untuk menghapus Andrew Mountbatten-Windsor dari garis suksesi menyusul penangkapannya terkait kasus serius.
Kasus dugaan pelanggaran jabatan Andrew Mountbatten-Windsor memasuki babak baru. Raja Charles dan Donald Trump beri respons mengejutkan.
Mantan Pangeran Inggris Prince Andrew ditangkap polisi Thames Valley atas dugaan pelanggaran jabatan publik menyusul pengungkapan dokumen Jeffrey Epstein.
Berbeda dengan tuduhan sebelumnya yang berfokus pada pelecehan seksual, penangkapan kali ini didasarkan pada temuan bahwa Andrew diduga menyalahgunakan perannya
Berbeda dengan gugatan sipil sebelumnya yang berfokus pada tuduhan pelecehan seksual, penangkapan kali ini berkaitan dengan pelanggaran jabatan publik.
Dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman AS disebut mencakup email yang menunjukkan Andrew meneruskan laporan resmi kunjungan perdagangan ke Asia
Nama Putri Beatrice dan Putri Eugenie muncul ratusan kali dalam dokumen terbaru kasus Jeffrey Epstein. Tekanan publik kembali menghantam keluarga York dan monarki Inggris.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved