Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PERDANA Menteri Inggris, Sir Keir Starmer, tengah menghadapi badai politik terdahsyat dalam masa jabatannya. Tekanan besar datang setelah pemimpin Partai Buruh Skotlandia, Anas Sarwar, secara terbuka meminta Starmer untuk meletakkan jabatan di tengah rentetan skandal yang mengguncang Downing Street.
Dalam konferensi pers yang dramatis, Sarwar menyatakan situasi di pusat pemerintahan "tidak cukup baik" dan menyoroti terlalu banyak kesalahan yang terjadi di tingkat atas. Desakan ini menjadi signifikan mengingat Skotlandia akan menghadapi pemilihan umum dalam tiga bulan ke depan.
"Mereka berjanji akan menjadi berbeda, tetapi terlalu banyak hal telah terjadi," ujar Sarwar. Ia menambahkan bahwa keputusannya ini "tidak mudah dan tidak tanpa rasa sakit," namun loyalitas utamanya adalah untuk rakyat Skotlandia.
Meski mendapatkan desakan mundur, para menteri kabinet senior segera merapatkan barisan untuk membela Starmer. Kanselir Rachel Reeves mengingatkan rakyat telah memberikan mandat besar kepada Starmer hanya 18 bulan lalu.
Di hadapan pertemuan tertutup anggota parlemen Partai Buruh (PLP) pada Senin malam, Starmer disambut dengan tepuk tangan meriah. Ia menegaskan tidak akan mundur dan siap mempertahankan mandatnya demi menjaga stabilitas negara.
"Setiap pertarungan yang saya jalani, selalu saya menangkan," tegas Starmer kepada para anggota parlemen.
"Saya telah menghadapi penentang di setiap langkah, dan saya memilikinya sekarang. Namun, setelah berjuang keras untuk kesempatan mengubah negara kita, saya tidak siap untuk meninggalkan mandat dan tanggung jawab saya, atau menjerumuskan kita ke dalam kekacauan."
Pangkal krisis ini bermula dari keputusan Starmer menunjuk Peter Mandelson sebagai Duta Besar Inggris untuk AS, meskipun Mandelson diketahui memiliki hubungan masa lalu dengan terpidana kasus asusila, Jeffrey Epstein. Starmer mengaku telah dibohongi Mandelson mengenai kedalaman hubungan tersebut dan akhirnya memecatnya.
Buntut dari kekeliruan penilaian ini, dua pejabat kunci Downing Street menyatakan mundur. Kepala Staf Morgan McSweeney mengundurkan diri dan menyatakan "bertanggung jawab penuh" atas saran pengangkatan Mandelson. Langkah ini disusul oleh Tim Allan, Kepala Komunikasi Downing Street, yang menjadi pejabat komunikasi keempat yang mundur dalam kurang dari setahun.
Meskipun Starmer mendapatkan dukungan resmi dari menteri seperti Wes Streeting dan Angela Rayner, ketidakpuasan internal tetap membara. Beberapa anggota parlemen Buruh, seperti Clive Lewis, mengkritik "budaya politik" di bawah kepemimpinan Starmer. Sementara itu, Polly Billington menyoroti dominasi kelompok pria di puncak pemerintahan yang dinilainya memicu pengambilan keputusan yang buruk.
Oposisi pun tak tinggal diam. Pemimpin Konservatif Kemi Badenoch menyebut pengunduran diri para staf sebagai bukti bahwa Starmer telah kehilangan kendali atas pemerintahannya sendiri. Kini, Starmer harus berjuang keras membuktikan bahwa ia mampu memulihkan kepercayaan publik melalui program pengentasan kemiskinan dan perbaikan layanan kesehatan (NHS) sebelum gelombang mosi tidak percaya semakin meluas. (BBC/Z-2)
Starmer resmi menyampaikan permohonan maaf menyusul skandal penunjukan Peter Mandelson sebagai Duta Besar Inggris.
Dokumen terbaru Departemen Kehakiman AS mengungkap kedekatan Peter Mandelson dengan predator seksual Jeffrey Epstein, termasuk percakapan akrab setelah vonis tahun 2008.
Dokumen terbaru Departemen Kehakiman AS mengungkap dugaan pembayaran US$75.000 dari Jeffrey Epstein ke akun Lord Mandelson serta temuan foto tanpa busana.
Email baru yang dirilis Komite Pengawasan DPR AS mengungkap Peter Mandelson masih menjalin komunikasi dengan Jeffrey Epstein hingga 2016.
Peter Mandelson diberhentikan dari posisinya sebagai Duta Besar Inggris untuk Amerika Serikat karena hubungannya dengan Jeffrey Epstein.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved