Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Konflik Imigrasi Minnesota: Departemen Kehakiman AS Panggil Gubernur Walz dan Wali Kota

Thalatie K Yani
21/1/2026 09:41
Konflik Imigrasi Minnesota: Departemen Kehakiman AS Panggil Gubernur Walz dan Wali Kota
Wali Kota Minneapolis Jacob Frey dan Gubernur Tim Walz(Instagram)

DEPARTEMEN Kehakiman Amerika Serikat resmi melayangkan somasi (subpoena) kepada sejumlah pejabat tinggi di negara bagian Minnesota. Langkah hukum ini menuduh mereka berkonspirasi untuk menghalangi petugas imigrasi federal (ICE) dalam menjalankan tugas di wilayah tersebut.

Pihak yang dipanggil meliputi kantor Gubernur Tim Walz, Jaksa Agung Negara Bagian Keith Ellison, serta Wali Kota Minneapolis Jacob Frey. Langkah ini diambil di tengah kunjungan Jaksa Agung AS Pam Bondi ke Minnesota, menyusul gelombang protes intens yang mengguncang negara bagian tersebut.

Polemik Kematian Renee Good

Ketegangan di Minnesota mencapai titik didih setelah insiden penembakan fatal terhadap seorang demonstran, Renee Good, 37, oleh agen ICE pada 7 Januari lalu. Presiden Donald Trump menggambarkan kematian tersebut sebagai sebuah "tragedi", namun mengeklaim agen tersebut bertindak membela diri. Sebaliknya, pejabat lokal menegaskan korban tidak menimbulkan ancaman.

Gubernur Walz menyebut penyelidikan federal terhadap para pejabat Minnesota sebagai "pengalihan isu partisan". Menurutnya, Departemen Kehakiman justru tidak mencari keadilan atas kematian Good yang memicu kerusuhan tersebut.

"Semua ini sangat tidak wajar, terutama karena ini terjadi sesaat setelah kantor saya menggugat pemerintahan Trump untuk menantang tindakan ilegal mereka di Minnesota," ungkap Jaksa Agung Keith Ellison melalui platform X.

Tuduhan Diskriminasi Rasial dan Operasi Militer

Di tengah meningkatnya operasi imigrasi yang dikenal dengan nama Operation Metro Surge, Departemen Keamanan Dalam Negeri AS mengeklaim telah menangkap 3.000 pelanggar berbahaya dalam enam minggu terakhir. Namun, aparat penegak hukum lokal di wilayah Twin Cities justru menuduh agen federal melakukan profil rasial.

Kepala Polisi Brooklyn Park, Mark Bruley, mengungkapkan bahwa sejumlah petugas polisi yang sedang tidak bertugas diberhentikan dan dimintai bukti kewarganegaraan hanya karena mereka adalah orang berwarna. "Setiap individu ini adalah orang kulit berwarna," tegas Bruley dalam konferensi pers, Selasa (20/1).

Berikut adalah data pengerahan personel federal di Minnesota saat ini:

  • Petugas Federal Dikerahkan: Sekitar 3.000 personel.
  • Pasukan Siaga (Standby): 1.500 tentara.
  • Total Penangkapan (6 Minggu Terakhir): 3.000 orang.

Reaksi Keras Pemimpin Lokal

Wali Kota Minneapolis Jacob Frey menuduh pemerintahan Trump mempersenjatai sistem hukum untuk mengintimidasi pemimpin lokal. "Kita tidak seharusnya tinggal di negara di mana orang-orang takut bahwa penegakan hukum federal akan digunakan untuk bermain politik," ujar Frey dalam pernyataan resmi kepada BBC.

Di sisi lain, Presiden Trump tetap pada retorika kerasnya terhadap para demonstran yang ia sebut sebagai "pengacau profesional". Trump juga berulang kali mengaitkan lonjakan operasi ICE di Minnesota dengan kasus penipuan yang melibatkan komunitas Somalia di negara bagian tersebut, bahkan menyebut Somalia sebagai negara yang "terbelakang".

Gubernur Walz dan Wali Kota Frey kini menuntut agar ICE meninggalkan wilayah mereka, sementara pemerintah negara bagian terus menempuh jalur hukum untuk memblokir penempatan agen imigrasi tambahan. (BBc/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya