Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Kapal Kargo Thailand Mayuree Naree Diserang dan Terbakar di Selat Hormuz

Media Indonesia
11/3/2026 22:18
Kapal Kargo Thailand Mayuree Naree Diserang dan Terbakar di Selat Hormuz
Ilustrasi.(Al Jazeera)

KAPAL kargo milik Thailand, Mayuree Naree, dilaporkan terbakar hebat setelah menjadi sasaran serangan udara saat melintasi Selat Hormuz pada Rabu (11/3/2026) pagi waktu setempat.

Laksamana Muda Parach Rattanachaiphan, perwakilan resmi Angkatan Laut Thailand, menyatakan bahwa kapal dengan bobot 30.000 ton tersebut diserang sesaat setelah meninggalkan Pelabuhan Khalifa di Emirat Arab.

"Serangan terjadi saat kapal melintasi Selat Hormuz dan menyebabkan kebakaran hebat di bagian buritan kapal," ujar Rattanachaiphan dalam keterangannya kepada pers di Bangkok.

Evakuasi dan Penyelamatan oleh Angkatan Laut Oman

Segera setelah informasi serangan diterima melalui saluran angkatan laut internasional, Pusat Operasi Angkatan Laut Thailand langsung berkoordinasi dengan Angkatan Laut Oman dan Kedutaan Besar Thailand di Oman untuk meluncurkan misi pencarian dan penyelamatan (SAR).

Berdasarkan data terbaru, berikut status awak kapal Mayuree Naree:

  • Total Kru: 23 pelaut.
  • Berhasil Diselamatkan: 20 orang (telah dievakuasi ke daratan Oman).
  • Status Pencarian: 3 orang masih dalam proses pencarian oleh tim SAR.
Peringatan Keamanan: Selat Hormuz merupakan jalur maritim paling krusial di dunia. Gangguan di wilayah ini berpotensi memicu lonjakan harga komoditas dan gangguan rantai pasok global.

Penyebab Serangan masih Misterius

Hingga saat ini, sumber serangan udara tersebut masih belum teridentifikasi. Pihak berwenang Thailand maupun otoritas keamanan regional di Timur Tengah masih melakukan investigasi mendalam untuk menentukan apakah serangan ini melibatkan aktor negara atau kelompok nonnegara di kawasan yang tengah bergejolak tersebut.

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi militer di wilayah Timur Tengah yang melibatkan serangan balasan antar-negara dalam beberapa pekan terakhir. Para pelaku industri pelayaran kini diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra saat melintasi wilayah perairan Teluk. (Ant/Sputnik/RIA Novosti)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya