Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
INTELIJEN Amerika Serikat (AS) mendeteksi pergerakan militer Iran yang diduga mulai memasang ranjau laut di jalur vital perdagangan dunia, Selat Hormuz. Operasi ini dilaporkan menggunakan armada kapal kecil yang masing-masing mampu mengangkut dua hingga tiga ranjau.
Berdasarkan laporan CBS News, Selasa (10/3), kekuatan persenjataan ranjau laut Iran diperkirakan mencapai 2.000 hingga 6.000 unit. Meski angka pastinya belum terverifikasi, ranjau-ranjau tersebut diketahui merupakan hasil produksi dalam negeri serta pasokan dari Rusia dan China.
Ketegangan ini merupakan buntut dari serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari lalu yang menargetkan sejumlah objek vital di Iran. Operasi militer tersebut mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang signifikan dan jatuhnya korban sipil.
Pihak Teheran segera membalas dengan melancarkan gelombang serangan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di seluruh kawasan Timur Tengah.
Awalnya, AS dan Israel mengeklaim serangan tersebut bertujuan melumpuhkan ancaman program nuklir Iran. Namun, belakangan kedua negara memperjelas bahwa operasi militer tersebut diarahkan untuk memicu perubahan kekuasaan (regime change) di Iran.
Konflik ini mencapai titik kritis setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dinyatakan gugur pada hari pertama operasi militer AS-Israel. Saat ini, Republik Islam Iran tengah menjalani 40 hari masa berkabung nasional.
Presiden Rusia Vladimir Putin mengutuk keras pembunuhan Khamenei dan menyebutnya sebagai pelanggaran sinis terhadap hukum internasional. Senada dengan itu, Kementerian Luar Negeri Rusia mendesak penghentian permusuhan dan deeskalasi segera guna mencegah dampak yang lebih luas.
Situasi di Selat Hormuz kini menjadi perhatian global, mengingat peran strategis jalur tersebut dalam distribusi minyak dunia. Potensi blokade melalui ranjau laut dikhawatirkan akan memicu krisis energi dan ketidakpastian pasar global secara masif.
(Ant/Sputnik/RIA Novosti/P-4)
Iran memiliki satu titik tekan, Selat Hormuz. Indonesia memiliki tiga jalur utama pelayaran internasional, Alur Laut Kepulauan Indonesia
SERANGAN militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada akhir Februari 2026 yang akhirnya menyulut krisis geopolitik selama satu bulan ini telah menghasilkan dampak serius
Blokade Selat Hormuz oleh Iran picu krisis energi global. Hampir 2.000 kapal tertahan, harga minyak melonjak, dan pasokan dunia terganggu.
KEBIJAKAN work from home (WFH) satu hari per minggu dinilai sebagai langkah respons cepat pemerintah dalam meredam dampak gejolak geopolitik global, khususnya konflik Timur Tengah.
Blokade Selat Hormuz memicu krisis BBM global. Simak daftar negara yang terdampak parah, mulai dari Australia, Jepang, hingga India.
Australia dilanda krisis BBM parah akibat konflik Timur Tengah. Lebih dari 500 SPBU kering, warga panic buying, dan harga solar melonjak tajam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved