Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Iran Mulai Pasang Ranjau di Selat Hormuz

Akmal Fauzi
11/3/2026 14:14
Iran Mulai Pasang Ranjau di Selat Hormuz
ilustrasi(Google Maps)

INTELIJEN Amerika Serikat (AS) mendeteksi pergerakan militer Iran yang diduga mulai memasang ranjau laut di jalur vital perdagangan dunia, Selat Hormuz. Operasi ini dilaporkan menggunakan armada kapal kecil yang masing-masing mampu mengangkut dua hingga tiga ranjau.

Berdasarkan laporan CBS News, Selasa (10/3), kekuatan persenjataan ranjau laut Iran diperkirakan mencapai 2.000 hingga 6.000 unit. Meski angka pastinya belum terverifikasi, ranjau-ranjau tersebut diketahui merupakan hasil produksi dalam negeri serta pasokan dari Rusia dan China.

Ketegangan ini merupakan buntut dari serangan gabungan AS dan Israel pada 28 Februari lalu yang menargetkan sejumlah objek vital di Iran. Operasi militer tersebut mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang signifikan dan jatuhnya korban sipil.

Pihak Teheran segera membalas dengan melancarkan gelombang serangan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di seluruh kawasan Timur Tengah.

Awalnya, AS dan Israel mengeklaim serangan tersebut bertujuan melumpuhkan ancaman program nuklir Iran. Namun, belakangan kedua negara memperjelas bahwa operasi militer tersebut diarahkan untuk memicu perubahan kekuasaan (regime change) di Iran.

Konflik ini mencapai titik kritis setelah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dinyatakan gugur pada hari pertama operasi militer AS-Israel. Saat ini, Republik Islam Iran tengah menjalani 40 hari masa berkabung nasional.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengutuk keras pembunuhan Khamenei dan menyebutnya sebagai pelanggaran sinis terhadap hukum internasional. Senada dengan itu, Kementerian Luar Negeri Rusia mendesak penghentian permusuhan dan deeskalasi segera guna mencegah dampak yang lebih luas.

Situasi di Selat Hormuz kini menjadi perhatian global, mengingat peran strategis jalur tersebut dalam distribusi minyak dunia. Potensi blokade melalui ranjau laut dikhawatirkan akan memicu krisis energi dan ketidakpastian pasar global secara masif. 

(Ant/Sputnik/RIA Novosti/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya