Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Kapal Kargo Thailand Diserang di Selat Hormuz, 20 Awak Selamat

Dhika Kusuma Winata
11/3/2026 19:18
Kapal Kargo Thailand Diserang di Selat Hormuz, 20 Awak Selamat
Selat Hormuz.(Google Maps.)

SEBUAH kapal kargo berbendera Thailand diserang saat melintasi jalur pelayaran strategis Selat Hormuz, Rabu (11/3). Angkatan Laut Thailand melaporkan sebanyak 20 awak kapal berhasil diselamatkan sedangkan tiga lainnya masih dalam proses pencarian.

Angkatan Laut Thailand menyebut kapal jenis bulk carrier bernama Mayuree Naree diserang ketika berlayar di selat tersebut setelah berangkat dari pelabuhan di Uni Emirat Arab (UEA).

“Kapal kargo berbendera Thailand Mayuree Naree diserang saat melintasi Selat Hormuz,” kata Angkatan Laut Thailand.

Sebanyak 20 awak kapal tersebut berhasil diselamatkan oleh Angkatan Laut Oman. Adapun penyebab serangan masih diselidiki. Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Teluk setelah Iran melancarkan serangan terhadap negara-negara tetangganya yang menjadi eksportir minyak. Aksi tersebut memicu kekhawatiran serius terhadap keamanan pelayaran di Selat Hormuz.

Pada hari yang sama, sedikitnya tiga kapal komersial dilaporkan terkena serangan di kawasan Teluk. Memasuki hari ke-12 konflik, perhatian dunia tertuju pada Selat Hormuz yang menjadi jalur penting distribusi energi global.

Para pemimpin negara-negara G7 dijadwalkan menggelar pertemuan virtual untuk membahas kemungkinan membuka cadangan minyak strategis guna menstabilkan harga energi yang melonjak. Sebelumnya, para menteri energi negara G7 menyatakan kesiapan untuk mengambil langkah darurat.

“Kami siap mengambil semua langkah yang diperlukan,” demikian pernyataan bersama mereka.

Para analis memperingatkan penutupan Selat Hormuz dalam waktu lama dapat berdampak serius bagi perekonomian global, terutama di kawasan Asia dan Eropa. Selat tersebut mengalirkan sekitar 20% pasokan minyak dan gas dunia serta hampir sepertiga pasokan pupuk global untuk produksi pangan.

Sementara itu, Pentagon menyatakan militer AS telah menghancurkan 16 kapal penebar ranjau yang diduga dapat digunakan untuk mengganggu pelayaran di selat tersebut. Meski begitu, serangan menggunakan drone atau rudal tetap terjadi pada Rabu dengan sedikitnya tiga kapal terkena dampak.

Pusat keamanan maritim Inggris juga melaporkan awak sebuah kapal kargo di Selat Hormuz terpaksa meninggalkan kapal setelah proyektil tak dikenal memicu kebakaran di atas kapal. Secara terpisah, sebuah kapal kargo curah dan kapal kontainer juga dilaporkan terkena serangan di perairan Teluk dekat Uni Emirat Arab. (AFP/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya