Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Iran Umumkan 40 Hari Masa Berkabung usai Ayatullah Khamenei Meninggal

 Gana Buana
01/3/2026 10:04
Iran Umumkan 40 Hari Masa Berkabung usai Ayatullah Khamenei Meninggal
Iran Umumkan 40 Hari Masa Berkabung usai Ayatullah Khamenei Meninggal.(Dok. Google)

PEMERINTAH Iran secara resmi menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari menyusul syahidnya Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei. Keputusan ini diambil setelah sang pemimpin tertinggi gugur dalam serangan udara masif yang dilancarkan oleh serangan militer Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2).

Selain masa berkabung yang panjang, otoritas Teheran juga menginstruksikan penghentian seluruh aktivitas perkantoran dan layanan publik (libur nasional) selama satu pekan ke depan.

Laporan yang dihimpun dari kantor berita Fars menyebutkan bahwa suasana duka mendalam menyelimuti seluruh negeri setelah televisi pemerintah mengonfirmasi kabar duka tersebut.

Kronologi Agresi AS-Israel ke Teheran

Serangan yang terjadi pada akhir pekan tersebut menyasar sejumlah titik strategis di wilayah Iran, termasuk jantung ibu kota Teheran.

Agresi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat bersama sekutu terdekatnya di Timur Tengah ini dilaporkan tidak hanya menghancurkan infrastruktur militer, tetapi juga menyebabkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka dari kalangan sipil.

Televisi pemerintah Iran telah mengonfirmasi secara resmi bahwa Ali Khamenei syahid dalam serangan yang terkoordinasi antara jet tempur Israel dan dukungan logistik Amerika Serikat.

Eskalasi Militer: Iran Balas Serang Instalasi AS

Menanggapi gugurnya sang pemimpin tertinggi, militer Iran segera meluncurkan serangan balasan skala besar. Teheran dilaporkan menghujani wilayah Israel dengan rentetan rudal balistik.

Tidak hanya itu, sejumlah instalasi militer Amerika Serikat yang tersebar di kawasan Timur Tengah juga menjadi sasaran serangan balik Iran, yang memicu kekhawatiran global akan pecahnya perang terbuka di kawasan tersebut.

Kondisi di Timur Tengah saat ini berada dalam level siaga tertinggi, dengan komunitas internasional yang terus memantau pergerakan militer dari kedua belah pihak secara intensif untuk mencegah konflik yang lebih luas. (Ant/Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya