Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMIMPIN Tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei, menyampaikan ucapan selamat kepada rakyat Iran atas kemenangan besar atas Israel dan Amerika Serikat.
Dalam pidato video terbaru yang disampaikan Kamis (26/6) waktu setempat, Khamenei menegaskan bahwa tanpa campur tangan langsung dari Amerika Serikat, rezim Zionis sudah pasti akan mengalami kehancuran total.
Menurut Khamenei, serangan balasan yang dilancarkan Iran belakangan ini merupakan pukulan telak yang tak pernah dibayangkan oleh pihak musuh.
Ia menyoroti keberhasilan pasukan Iran menembus sistem pertahanan berlapis milik Israel dan menghancurkan sejumlah fasilitas penting, baik militer maupun sipil.
"Segala propaganda dan klaim kekuatan mereka runtuh di hadapan serangan Republik Islam," ujar Khamenei dikutip dari IRNA.
Ia juga mendoakan para komandan dan ilmuwan Iran yang menjadi korban serangan Israel, sembari menegaskan bahwa pengorbanan mereka kini terbayar dengan kemenangan di medan pertempuran.
Lebih lanjut, Khamenei menyebut keterlibatan langsung Amerika Serikat sebagai upaya putus asa untuk menyelamatkan Israel dari kehancuran total.
Menurutnya, serangan Amerika terhadap fasilitas Iran gagal mencapai target strategis dan hanya menunjukkan kepanikan Washington terhadap potensi kekalahan Israel.
Ia juga menyinggung serangan balasan Iran terhadap pangkalan militer AS di Al Udeid, Qatar, yang menurutnya memberikan pesan tegas bahwa Iran mampu menyerang aset vital AS di kawasan kapan pun diperlukan.
"Ini bukan hal kecil. Fakta bahwa kami bisa melakukannya kapan saja adalah bukti bahwa musuh harus berpikir dua kali sebelum bertindak gegabah," tegasnya.
Khamenei kemudian mengkritik pernyataan Presiden AS Donald Trump yang meminta rakyat Iran untuk menyerah. Menurutnya, pernyataan itu adalah bentuk arogansi sekaligus ketidaktahuan terhadap sejarah dan budaya besar bangsa Iran.
"Masalahnya bukan lagi soal nuklir atau rudal. Inti dari semua ini adalah usaha Amerika untuk memaksakan penyerahan terhadap Iran, sesuatu yang sejak dulu menjadi tujuan utama mereka," katanya.
Ia menuding bahwa dari dulu hingga kini, AS selalu mencari, cari alasan, mulai dari isu hak asasi manusia, demokrasi, hingga hak perempuan, untuk menekan Iran.
Sebagai penutup, Khamenei memuji persatuan rakyat Iran yang ia gambarkan sebagai satu suara dalam mendukung pemerintah dan militer menghadapi ancaman eksternal.
"Iran adalah bangsa besar dengan peradaban berusia ribuan tahun. Mengharapkan bangsa seperti ini untuk menyerah adalah kebodohan yang hanya akan menjadi bahan tertawaan dunia," tandasnya. (I-2)
Iran menanggapi serangan brutal itu dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Surat Megawati kepada Mojtaba Khamenei itu diserahkan kepada Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi.
Apa itu gelar Ayatollah? Pelajari makna "Tanda Tuhan", syarat menjadi mujtahid, hingga peran politiknya dalam sistem kepemimpinan Iran.
Bedah tuntas mekanisme Majelis Ahli Iran dalam menunjuk Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi ke-3 di tengah krisis global Maret 2026.
Profil lengkap Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran ke-3 yang terpilih pada 8 Maret 2026. Simak rekam jejak, pengaruh militer, dan tantangannya.
Kupas tuntas Operasi Epic Fury 2026: Serangan besar AS-Israel ke Iran, teknologi drone LUCAS, hingga dampak tewasnya pemimpin tertinggi Khamenei.
Iran konfirmasi kematian Komandan AL IRGC Alireza Tangsiri akibat serangan Israel. Sosok kunci di balik blokade Selat Hormuz ini gugur di tengah gempuran ke Teheran.
Menyusul konflik di Timur Tengah yang dilancarkan oleh serangan udara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir bulan lalu, pasukan Iran secara efektif memblokir Selat Hormuz.
Pada pertengahan Maret 2026, harga Bitcoin sempat menyentuh angka US$73.000. Namun, seiring eskalasi ketegangan di Timur Tengah, harga terkoreksi ke level US$71.000-an.
PARLEMEN Iran akan mengenalkan rezim navigasi baru di Selat Hormuz. Teheran akan menjamin keselamatan pelayaran kapal sekaligus mengenakan biaya transit.
Gelaran Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko berpotensi menjadi "panggung represi".
Iran akan mengirimkan 20 kapal tanker minyak ke Amerika Serikat melalui Selat Hormuz mulai Senin (30/3) pagi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved