Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
SEDIKITNYA empat orang tewas dan 10 lainnya terluka setelah serangan udara Israel menghantam sebuah apartemen di gedung Hotel Ramada di pusat Beirut, Minggu (8/3) pagi. Israel menyatakan serangan itu menargetkan komandan dari Pasukan Quds milik Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Iran yang disebut beroperasi di ibu kota Libanon.
Serangan itu menjadi yang pertama menghantam jantung kota Beirut sejak permusuhan antara Israel dan Hizbullah kembali meningkat pada pekan lalu.
Kementerian Kesehatan Libanon menyebutkan sedikitnya 10 orang lainnya mengalami luka-luka dalam serangan yang terjadi di kawasan Raouche, Beirut.
Pihak Israel menyatakan bahwa target serangan adalah para komandan penting dari Pasukan Quds, unit elit yang berada di bawah Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Iran. Namun, militer Israel tidak mengungkapkan identitas para komandan yang dimaksud.
"Para komandan Korps Libanon Pasukan Quds beroperasi untuk memajukan serangan teror terhadap negara Israel dan warga sipilnya, sementara secara bersamaan beroperasi untuk IRGC di Iran," kata militer Israel dalam sebuah pernyataan dikutip straitstimes, Minggu (8/3).
Hotel yang menjadi lokasi serangan diketahui menampung sejumlah warga yang mengungsi akibat pertempuran di Libanon selatan serta di pinggiran selatan Beirut.
Setelah serangan terjadi, beberapa pengungsi terlihat meninggalkan gedung tersebut karena khawatir akan kemungkinan serangan udara lanjutan.
Pada pekan sebelumnya, Israel juga mengeklaim telah menewaskan seorang komandan Pasukan Quds Iran di Libanon, Daoud Ali Zadeh, dalam sebuah serangan yang dilaporkan terjadi di Tehran.
Libanon mulai terseret lebih dalam ke dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran sejak 2 Februari, setelah kelompok bersenjata Hezbollah yang didukung Iran meluncurkan roket dan drone ke wilayah Israel.
Sebagai balasan, Israel melakukan serangan udara besar-besaran yang menargetkan berbagai lokasi di Libanon selatan dan timur, serta area di sekitar Beirut. (Z-2)
Tidak hanya prajurit gugur, dua prajurit TNI lain atas nama Lettu (Inf) Sulthan Wirdean Maulana dan Praka Deni Rianto juga mengalami luka-luka.
Dewan Keamanan PBB harus segera mengambil langkah konkret dan tidak tinggal diam.
PAKAR militer Jaleswari Pramodhawardani mengatakan, gugurnya prajurit TNI dalam misi perdamaian UNIFIL tidak cukup hanya direspons dengan kecaman tetapi evaluasi total.
Pemerintah tidak bisa bersikap pasif dalam merespons insiden tersebut, mengingat pasukan penjaga perdamaian berada di bawah perlindungan hukum internasional.
Menurut Muzani, pemerintah harus mempertimbangkan menarik pasukan ketika tidak ada jaminan keselamatan di Libanon.
Jusuf Kalla (JK) sampaikan duka cita atas gugurnya prajurit TNI dalam misi UNIFIL Lebanon. Sebut mereka pahlawan kemanusiaan dan kebanggaan bangsa Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved