Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Dubes Iran: Khamenei Sudah Fatwakan Nuklir Haram, Tuduhan AS Hanya Cari Alasan

Akmal Fauzi
05/3/2026 22:28
Dubes Iran: Khamenei Sudah Fatwakan Nuklir Haram, Tuduhan AS Hanya Cari Alasan
Dubes Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi(Antara/Cindy Frishanti)

DUTA Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, memberikan pernyataan keras terkait agresi militer Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei. Ia menegaskan bahwa tuduhan pengembangan senjata nuklir yang dialamatkan kepada mendiang pemimpinnya hanyalah alasan yang dibuat-buat.

Dalam acara Penandatanganan Petisi dan Doa Bersama di kediamannya di Jakarta, Kamis (5/3), Dubes Boroujerdi mengungkapkan adanya kontradiksi besar antara tuduhan musuh dengan fakta hukum agama (fatwa) yang dikeluarkan oleh Khamenei.

Menurut Boroujerdi, dunia internasional perlu mengetahui bahwa Ali Khamenei telah lama melarang kepemilikan senjata pemusnah massal tersebut melalui jalur keagamaan.

"Musuh membunuh pemimpin agung kami dengan tuduhan sedang mencoba untuk membangun senjata nuklir. Ini terjadi saat beliau (Ali Khamenei) telah memiliki fatwa bahwa berbagai bentuk penyimpanan produksi maupun penggunaan senjata nuklir (adalah) haram fatwanya," kata Dubes Boroujerdi dikutip dari Antara, Kamis (5/3).

Ia juga menekankan bahwa seluruh aktivitas nuklir di negaranya bersifat transparan dan berada di bawah pengawasan ketat Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).

Boroujerdi menyebutkan bahwa agresi yang terjadi pada Sabtu (28/2) tersebut membidik sasaran yang sangat spesifik sejak menit pertama, yang menurutnya membuktikan niat asli di balik serangan tersebut.

"Mereka (AS dan Israel) hanya mencari dalih dan alasan untuk menyerang Iran; dan ketika menyerang Iran, dua objek utama pada saat-saat pertama penyerangan dijadikan sasaran. Pertama adalah Kantor Pemimpin Agung Republik Islam Iran dan yang kedua adalah sebuah sekolah SD khusus perempuan," ucapnya.

Diplomat Iran tersebut mengenang sosok Ali Khamenei (86) sebagai pemimpin yang mencurahkan hidupnya untuk melawan ekstremisme dan hegemoni kekerasan. Di mata Boroujerdi, Khamenei adalah pejuang yang teguh melawan "terorisme berbasis negara".

Salah satu poin penting yang disorot adalah sikap tidak kompromi Khamenei terhadap kepemimpinan Benjamin Netanyahu.

"Ia (Ali Khamenei) adalah seorang pemimpin yang tidak pernah senyum dengan rezim Zionis Israel. Ia percaya bahwa apabila muslim ingin menjadi umat yang agung dan mulia, maka mereka harus terus mengambil sikap yang tegas berhadapan dengan zionis," ujar Boroujerdi dengan tegas.

Israel telah melancarkan serangan terhadap Iran, yang merupakan serangan kedua yang dilakukan oleh Israel dan AS, setelah serangan pertama ke Iran pada Juni 2025.

Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa pasukannya meluncurkan operasi militer besar di Iran untuk melindungi rakyatnya, dengan meniadakan ancaman yang disebutnya berasal dari dugaan pengembangan senjata nuklir oleh Iran.

Sebagai respons, Iran telah meluncurkan rudal balasan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah. Ironisnya, eskalasi berdarah ini terjadi di tengah berlangsungnya proses perundingan nuklir di Jenewa yang dimediasi oleh Oman.

(Ant/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya