Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

AS Tuntut Iran Bongkar Fasilitas Nuklir dan Serahkan 10 Ton Uranium

Media Indonesia
27/2/2026 14:48
AS Tuntut Iran Bongkar Fasilitas Nuklir dan Serahkan 10 Ton Uranium
Nuklir Iran.(Al Jazeera)

AMERIKA Serikat dilaporkan mengajukan tuntutan keras kepada Iran dalam tahapan ketiga negosiasi nuklir yang berlangsung di Jenewa, Swiss. Washington mendesak Teheran untuk membongkar fasilitas pengembangan nuklir utamanya dan menyerahkan seluruh stok uranium diperkaya yang mereka miliki kepada pihak AS.

Berdasarkan laporan Wall Street Journal yang mengutip sumber pejabat terkait, pihak AS menekan Iran untuk menutup tiga fasilitas nuklir strategis di Fordow, Natanz, dan Isfahan. Selain penutupan fasilitas, Iran diminta menyerahkan stok uranium diperkaya yang diperkirakan mencapai 10.000 kg atau sekitar 10 ton.

Poin Utama Tuntutan AS:

  • Pembongkaran fasilitas nuklir di Fordow, Natanz, dan Isfahan.
  • Penyerahan 10.000 kg stok uranium diperkaya kepada Washington.
  • Kesepakatan bersifat permanen tanpa batas waktu (no sunset clause).
  • Kebijakan toleransi nol terhadap pengayaan nuklir, kecuali untuk medis.

Kebijakan Marco Rubio dan Tawaran Sanksi Minimal

Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, sebelumnya mengakui bahwa saat ini Iran tidak sedang melakukan aktivitas pengayaan uranium. Namun, Washington tetap bersikeras pada kebijakan toleransi nol. AS kemungkinan hanya mengizinkan pengoperasian reaktor di Teheran untuk proses pengayaan tingkat rendah yang sangat terbatas untuk keperluan medis.

Terkait sanksi ekonomi, Washington hanya menawarkan keringanan minimal di awal perjanjian. Janji keringanan sanksi yang lebih luas hanya akan diberikan jika Iran menunjukkan kepatuhan terus-menerus dalam jangka panjang.

Dinamika Negosiasi di Jenewa

Perundingan di Jenewa ini menjadi sesi terpanjang dari tiga rangkaian pertemuan yang digelar di bawah mediasi Oman. Pertemuan berlangsung selama lebih dari 3,5 jam dan diperkirakan akan terus berlanjut. Laporan Axios menyebutkan adanya format perundingan langsung dan tidak langsung antara delegasi kedua negara.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeli Baghaei, menyebut perundingan berlangsung dalam suasana yang intensif dan serius. Ia mengeklaim kedua belah pihak telah mengajukan proposal yang signifikan dan praktis terkait isu nuklir dan pembebasan sanksi.

Namun, Baghaei juga memberikan catatan kritis mengenai pernyataan yang kontradiktif dari beberapa pejabat Amerika Serikat selama proses negosiasi berlangsung. Hingga berita ini diturunkan, pihak AS belum menyampaikan pernyataan resmi terkait detail negosiasi tersebut.

Jaminan Non-Senjata Nuklir

Walaupun fokus utama adalah isu nuklir, AS tetap mengisyaratkan fleksibilitas terhadap permintaan Iran untuk mempertahankan hak memperkaya uranium, asalkan Teheran mampu memberikan jaminan mutlak bahwa program tersebut tidak akan bermuara pada penciptaan senjata nuklir.

Isu-isu lain seperti pengembangan rudal balistik dan dukungan terhadap proksi di kawasan Timur Tengah sengaja tidak dimasukkan dalam fokus bahasan kali ini agar negosiasi dapat mencapai titik temu pada sektor nuklir terlebih dahulu. (Anadolu/Ant/I-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya