Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBUAH laporan dari The Washington Post mengungkapkan bahwa serangan militer Amerika Serikat (AS) terhadap program nuklir Iran baru-baru ini mungkin tidak menimbulkan kerusakan besar seperti yang telah diklaim secara resmi. Informasi ini berasal dari komunikasi rahasia yang berhasil disadap antara sejumlah pejabat senior Iran.
Menurut laporan tersebut, para pejabat Iran secara pribadi mempertanyakan mengapa serangan yang diperintahkan oleh Presiden AS saat itu, Donald Trump, tidak menyebabkan dampak yang signifikan.
Sumber The Washington Post menyebutkan bahwa percakapan ini diungkap oleh empat narasumber yang mengetahui langsung informasi tersebut.
Namun, seorang pejabat tinggi intelijen AS memberikan catatan penting, bahwa satu sinyal komunikasi tidak mencerminkan gambaran intelijen secara keseluruhan. Dia juga menegaskan satu panggilan telepon tidak sama dengan penilaian lengkap berdasarkan berbagai sumber.
Presiden Trump bersama Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan pejabat lainnya bersikeras bahwa serangan tersebut sepenuhnya menghancurkan situs pengayaan nuklir Iran.
Kementerian Luar Negeri Iran sendiri telah mengonfirmasi bahwa memang ada kerusakan yang serius, namun mereka menyatakan bahwa bahan-bahan penting telah dipindahkan sebelumnya sehingga kerusakan jangka panjang dapat diminimalisasi.
Menanggapi hal ini, Trump membantah klaim tersebut. “Mereka tidak memindahkan apa pun. Mereka tidak berpikir apa yang kami lakukan akan benar-benar dapat dilakukan," kata Trump seperti dilansir Anadolu, Senin (30/6).
Sementara itu, laporan awal intelijen AS yang diberitakan oleh CNN dan The New York Times menunjukkan bahwa dampak serangan tersebut kemungkinan hanya menunda program nuklir Iran selama beberapa bulan. Namun, Gedung Putih menolak kesimpulan ini.
Direktur CIA saat itu, John Ratcliffe, menyampaikan bahwa intelijen baru menunjukkan serangan itu telah menyebabkan kerusakan parah yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dipulihkan. (Fer/I-1)
PARA pejabat Pentagon memberikan pengarahan tertutup kepada staf utama Kongres Amerika Serikat (AS) mengenai operasi militer terhadap Iran pada hari ini.
FIFA menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi di Iran menyusul aksi militer yang dilakukan Amerika Serikat.
INDONESIA menyatakan kesiapan untuk memediasi dialog antara Amerika Serikat dan Iran guna meredakan ketegangan yang meningkat tajam di Timur Tengah.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya untuk bertolak ke Teheran guna memediasi konflik antara Iran-AS.
Trump mengatakan militer Amerika Serikat telah memulai operasi tempur besar-besaran di Iran untuk mencegah ancaman terhadap kepentingan nasional AS dan sekutunya.
LEDAKAN dilaporkan terjadi di beberapa kota di Iran, termasuk Teheran, setelah Israel dan AS melancarkan serangan pada Sabtu (28/2) pagi. AS berencana melakukan serangan selama beberapa hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved