Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMIMPIN Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyatakan serangan udara Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran tidak membuahkan hasil berarti. Dalam pidato publik pertamanya sejak kesepakatan gencatan senjata dengan Israel tercapai pada Selasa lalu, Khamenei menegaskan serangan tersebut “tidak menghasilkan pencapaian apa pun” dan tidak mampu menggagalkan program nuklir Iran.
Khamenei juga menyebut serangan balasan Iran ke pangkalan udara AS di Qatar sebagai “pukulan telak”. Ia memperingatkan serangan serupa dapat terjadi kembali jika Iran diserang lagi. “Insiden ini bisa terulang. Jika terjadi serangan, biaya yang harus dibayar musuh akan sangat mahal,” ujarnya.
Meski tidak ada korban jiwa dalam serangan ke pangkalan AS tersebut, Khamenei mengklaim hal itu sebagai bukti bahwa Iran mampu memberikan perlawanan signifikan. Pidato ini juga menepis klaim Presiden AS Donald Trump, yang sebelumnya menyatakan serangan udara AS berhasil "menghancurkan total" tiga situs nuklir utama Iran di Fordo, Natanz, dan Isfahan.
Di sisi lain, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan operasi militer terhadap Iran adalah “sukses bersejarah” yang secara signifikan merusak infrastruktur nuklir Iran dan “menonaktifkan” fasilitas pengayaan uranium. Ia menambahkan, tidak ada bukti intelijen bahwa Iran sempat memindahkan uranium dari fasilitas Fordo sebelum serangan dilakukan.
Namun, Ayatollah Khamenei menolak klaim tersebut dan menyebut Trump telah “melebih-lebihkan dampak serangan”. Menurutnya, target AS tidak tercapai dan program nuklir Iran tetap berjalan.
Iran mengesahkan undang-undang yang menghentikan kerja sama dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA), termasuk penolakan terhadap inspeksi situs nuklir oleh lembaga tersebut. Langkah ini diambil setelah Dewan Gubernur IAEA menyatakan Iran melanggar kewajiban non-proliferasi nuklir — pelanggaran pertama dalam 20 tahun terakhir.
Kementerian Kesehatan Iran melaporkan 610 orang tewas akibat 12 hari serangan udara, sementara Israel mencatat 28 korban jiwa di pihaknya.
Di tengah ketegangan yang terus berlangsung, pemerintahan Trump disebut tengah mempertimbangkan sejumlah opsi untuk mendorong Iran kembali ke meja perundingan. Salah satunya adalah menawarkan dukungan terhadap program nuklir sipil non-pengayaan. Namun, Menteri Luar Negeri Iran menegaskan tidak ada rencana pembicaraan dengan AS saat ini. (BBC/Z-2)
Donald Trump menyatakan kesiapan berdialog dengan sisa kepemimpinan Iran setelah serangan udara AS-Israel menewaskan Ayatollah Ali Khamenei.
Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dilaporkan tewas dalam serangan ke Teheran. Media Iran belum memberikan konfirmasi resmi atas kabar tersebut.
Tiongkok mengecam keras serangan Amerika Serikat dan Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Jutaan warga Iran turun ke jalan di Teheran, Qom, dan Mashhad mengutuk serangan AS-Israel yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatullah Ali Khamenei.
Operasi militer yang menargetkan infrastruktur rudal hingga kediaman Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei tersebut langsung memicu balasan dari Teheran.
Tujuh roket hantam Teheran, menyasar kediaman Ayatollah Khamenei dan Istana Presiden Iran. Simak kondisi Presiden Masoud Pezeshkian dan dampak serangan Israel ini.
PARA pejabat Pentagon memberikan pengarahan tertutup kepada staf utama Kongres Amerika Serikat (AS) mengenai operasi militer terhadap Iran pada hari ini.
FIFA menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi di Iran menyusul aksi militer yang dilakukan Amerika Serikat.
INDONESIA menyatakan kesiapan untuk memediasi dialog antara Amerika Serikat dan Iran guna meredakan ketegangan yang meningkat tajam di Timur Tengah.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan kesiapannya untuk bertolak ke Teheran guna memediasi konflik antara Iran-AS.
Trump mengatakan militer Amerika Serikat telah memulai operasi tempur besar-besaran di Iran untuk mencegah ancaman terhadap kepentingan nasional AS dan sekutunya.
LEDAKAN dilaporkan terjadi di beberapa kota di Iran, termasuk Teheran, setelah Israel dan AS melancarkan serangan pada Sabtu (28/2) pagi. AS berencana melakukan serangan selama beberapa hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved