Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMIMPIN Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengeluarkan pernyataan keras dalam tanggapan pertamanya setelah Amerika Serikat membantu langsung Israel dengan ikut mengebom Iran. Dia menegaskan aksi itu merupakan kesalahan besar dan balasan tengah dilakukan.
"Musuh Zionis telah melakukan kesalahan besar, melakukan kejahatan besar. Mereka harus dihukum dan saat ini sedang dihukum," ujar Khamenei dilansir the Guardian.
Iran membalas serangan AS dengan meluncurkan puluhan rudal ke wilayah Israel. Menurut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Iran menembakkan sedikitnya 40 rudal, termasuk rudal jarak jauh Khorramshahr-4 yang mampu membawa muatan berat.
Sebelumnya, penasihat Khamenei, Hossein Shariatmadari, mengeluarkan ancaman akan melakukan pembalasan dan menyatakan Iran siap menutup Selat Hormuz yang menjadi jalur pelayaran penting dunia.
AS secara resmi bergabung dalam konflik militer Israel-Iran dengan meluncurkan serangan langsung ke tiga fasilitas nuklir penting milik Iran yaitu Fordow, Natanz, dan Esfahan.
Fasilitas Fordow dikenal sebagai lokasi nuklir paling rahasia dan dilindungi ketat di Iran, yang diyakini hanya bisa dihancurkan oleh kekuatan militer AS.
Serangan itu melibatkan sejumlah alat tempur canggih milik militer AS, termasuk pesawat siluman B-2 yang menjatuhkan bom penembus bunker seberat 30.000 pon alias setara 15 ton. (I-2)
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengakui ribuan orang tewas dalam aksi protes anti-pemerintah. Ia menuding campur tangan AS dan Donald Trump sebagai pemicu kekerasan.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menyerukan tindakan keras “tanpa kompromi” terhadap pihak-pihak yang ia sebut sebagai penghasut, menyusul gelombang unjuk rasa.
Analisis mendalam alasan Ayatollah Ali Khamenei anti-Amerika Serikat, mulai dari trauma Kudeta 1953 hingga ancaman perang budaya (Soft War).
Gelombang protes baru kembali mengguncang Iran pada Jumat, menjadi tantangan paling serius terhadap pemerintahan Republik Islam dalam lebih dari tiga tahun terakhir.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei menegaskan negaranya tidak gentar menghadapi ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump, meski Iran tengah diguncang.
Presiden AS Donald Trump memperingatkan otoritas Iran agar tidak membunuh demonstran damai. Ia menegaskan Washington siap mengambil tindakan tegas.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengakui ribuan orang tewas dalam aksi protes anti-pemerintah. Ia menuding campur tangan AS dan Donald Trump sebagai pemicu kekerasan.
Presiden Iran Pezeshkian mengeklaim AS & Israel adalah dalang kerusuhan.
Otoritas Iran mengeklaim telah menahan 3.000 orang. Di sisi lain, David Barnea (Mossad) bertemu utusan Donald Trump bahas serangan militer.
Situasi di berbagai kota besar Iran dilaporkan sunyi senyap menyusul tindakan keras mematikan dari otoritas keamanan setempat yang berhasil meredam gelombang protes besar.
Gelombang protes yang mengguncang Iran sejak akhir Desember mencatatkan rekor kelam sebagai kerusuhan paling mematikan dalam sejarah pemerintahan negara tersebut.
Reza Pahlavi menyatakan keyakinannya bahwa keruntuhan Republik Islam Iran hanyalah masalah waktu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved