Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa serangan militer yang dilancarkan terhadap fasilitas nuklir Iran pekan lalu telah menyebabkan kerusakan parah yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Dalam wawancara yang ditayangkan di acara Sunday Morning Futures Fox News, Trump menyatakan bahwa serangan itu membuat program nuklir Iran hancur lebur.
Trump menolak anggapan bahwa Iran sempat memindahkan uranium yang diperkaya sebelum serangan.
“Tidak, saya kira tidak. Itu sangat sulit dilakukan, sangat berat dan berbahaya,” kata Trum kepada pembawa acara Maria Bartiromo, merujuk pada citra satelit yang menunjukkan aktivitas truk di lokasi yang menjadi target.
"Kami tidak memberi mereka banyak pemberitahuan, tidak seorang pun menyangka kami akan menyerang situs itu karena semua orang bilang itu tidak dapat ditembus," sebutnya.
Tunjukkan dampak signifikan
Meskipun Gedung Putih menggambarkan serangan tersebut sebagai keberhasilan mutlak, hingga kini belum ada bukti publik yang menunjukkan dampak signifikan terhadap kapasitas nuklir Iran.
Para analis dan pakar memperingatkan bahwa penilaian menyeluruh dapat memakan waktu berminggu-minggu.
Di sisi lain, Direktur Jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyampaikan dalam wawancara dengan CBS Face the Nation bahwa kerusakan pada fasilitas nuklir Iran akibat serangan itu tidak total.
Dia juga mengingatkan bahwa tanpa informasi pasti tentang keberadaan uranium yang diperkaya, situasi ini tetap menjadi masalah potensial.
Namun, Trump tetap percaya diri bahwa serangan tersebut membuat Iran kehilangan kemauan untuk melanjutkan ambisi nuklirnya.
“Anda tahu apa yang mereka pindahkan? Diri mereka sendiri,” ujarnya.
“Mereka tidak memindahkan apa pun. Mereka tidak menyangka kami benar-benar bisa melakukannya. Hal terakhir yang mereka pikirkan sekarang adalah tentang nuklir," lanjutnya.
Dia juga menyebut bahwa Iran kini dalam masa pemulihan pascakonflik dengan Israel dan bahwa prioritas utama mereka adalah memperbaiki kondisi dalam negeri.
“Mereka harus mengembalikan diri mereka ke kondisi semula, dalam bentuk yang baik,” kata Trump.
Sementara itu, Senator Lindsey Graham menyambut baik keberhasilan militer tersebut namun tetap berhati-hati dalam menyimpulkan dampaknya.
“Masih terlalu dini untuk mengatakan apakah mereka benar-benar akan meninggalkan ambisi nuklir," katanya dalam wawancara di program This Week ABC.
“Apakah rezim itu masih ingin membuat senjata nuklir? Jawabannya ya. Apakah mereka masih ingin menghancurkan Israel dan mengejar kita? Jawabannya ya," pungkasnya. (Fer/I-1)
Perisai reaktor Chernobyl, Ukraina, rusak akibat serangan nirawak pada Februari lalu. IAEA memperingatkan perisai itu tidak dapat lagi menjalankan fungsinya sebagai pelindung.
DEWAN Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengumumkan penghentian kerja sama dengan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).
KETIKA Israel secara intensif menggempur berbagai fasilitas nuklir Iran dalam eskalasi terbaru, dunia justru kembali mengalihkan perhatian pada program nuklir rahasia Israel, Dimona.
AMERIKA Serikat tidak terima dengan kebijakan Republik Islam Iran yang resmi memutus hubungan kerja sama nuklir dengan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyetujui undang-undang yang menghentikan kerja sama negaranya dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
MENTERI Senior Singapura Lee Hsien Loong menegaskan negaranya menolak keras segala bentuk intervensi militer AS di Venezuela.
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu gelombang kontroversi lewat pernyataan terbarunya.
Trump menegaskan batasan atas kekuasaannya sebagai pemimpin tertinggi militer dan politik AS hanya pikirannya sendiri.
“Ya, ada satu hal. Moralitas saya sendiri. Pikiran saya sendiri. Itu satu-satunya hal yang bisa menghentikan saya,”
PEMERINTAHAN Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Selasa (2/12) mengumumkan penghentian sementara seluruh permohonan imigrasi.
Pemerintah AS menangguhkan proses imigrasi dari Afghanistan, Myanmar, Chad, Republik Kongo, Guinea Khatulistiwa, Eritrea, Haiti, Iran, Libya, Somalia, Sudan, dan Yaman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved