Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
AMERIKA Serikat tidak terima dengan kebijakan Republik Islam Iran yang resmi memutus hubungan kerja sama nuklir dengan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA). Iran juga dengan tegas menolak inspeksi IAEA terhadap fasilitas nuklirnya.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Tammy Bruce, mengatakan AS menolak keputusan Iran memutus kerja sama nuklir dengan IAEA. Menurut Bruce, Iran memilih jalan yang salah karena menghentikan kerja sama dengan IAEA.
"Kami tidak terima, Iran memilih menangguhkan kerja sama dengan IAEA saat negara itu memiliki kesempatan untuk mengubah arah dan memilih jalan menuju perdamaian dan kesejahteraan," katanya, dikutip dari tayangan Primetime News, Metro TV, Kamis, 3 Juli 2025.
Media Pemerintah Iran melaporkan bahwa parlemen Iran meloloskan Rancangan Undang-Undang (RUU) Penangguhan Kerja Sama dengan IAEA. RUU tersebut disetujui oleh Dewan Wali dan secara resmi disahkan Presiden Iran Masoud Pezeshkian.
Undang-undang penghentian kerja sama dengan IAEA bertujuan untuk memastikan dukungan penuh terhadap hak-hak Iran berdasarkan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT). Sebelumnya. situs-situs nuklir Iran diserang militer Israel dan AS dalam perang 12 hari. (MTVN/I-1)
Perisai reaktor Chernobyl, Ukraina, rusak akibat serangan nirawak pada Februari lalu. IAEA memperingatkan perisai itu tidak dapat lagi menjalankan fungsinya sebagai pelindung.
DEWAN Keamanan Nasional Tertinggi Iran mengumumkan penghentian kerja sama dengan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).
KETIKA Israel secara intensif menggempur berbagai fasilitas nuklir Iran dalam eskalasi terbaru, dunia justru kembali mengalihkan perhatian pada program nuklir rahasia Israel, Dimona.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyetujui undang-undang yang menghentikan kerja sama negaranya dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Donald Trump menegaskan bahwa serangan militer yang dilancarkan terhadap fasilitas nuklir Iran pekan lalu telah menyebabkan kerusakan parah yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei mengakui ribuan orang tewas dalam aksi protes anti-pemerintah. Ia menuding campur tangan AS dan Donald Trump sebagai pemicu kekerasan.
Presiden Iran Pezeshkian mengeklaim AS & Israel adalah dalang kerusuhan.
Otoritas Iran mengeklaim telah menahan 3.000 orang. Di sisi lain, David Barnea (Mossad) bertemu utusan Donald Trump bahas serangan militer.
Situasi di berbagai kota besar Iran dilaporkan sunyi senyap menyusul tindakan keras mematikan dari otoritas keamanan setempat yang berhasil meredam gelombang protes besar.
Gelombang protes yang mengguncang Iran sejak akhir Desember mencatatkan rekor kelam sebagai kerusuhan paling mematikan dalam sejarah pemerintahan negara tersebut.
Reza Pahlavi menyatakan keyakinannya bahwa keruntuhan Republik Islam Iran hanyalah masalah waktu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved