Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa dirinya telah memerintahkan dua kapal selam nuklir untuk dikerahkan ke wilayah yang tepat. Tindakan ini diambil sebagai respons atas pernyataan yang dinilainya sangat provokatif dari Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev.
Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menyatakan berdasarkan pernyataan yang sangat provokatif dari mantan presiden Rusia, Dmitry Medvedev, yang kini menjabat sebagai wakil ketua Dewan Keamanan Federasi Rusia, dia telah memerintahkan dua kapal selam nuklir untuk ditempatkan di wilayah yang tepat.
Trump tidak menjelaskan secara spesifik apakah kapal selam tersebut menggunakan tenaga nuklir atau dilengkapi dengan senjata nuklir. Dia juga tidak menyebut lokasi penempatan kapal selam itu, mengikuti protokol militer AS yang ketat.
Dalam pernyataannya kepada wartawan, Trump menjelaskan sebuah ancaman telah dibuat dan mereka pikir itu tidak pantas.
"Jadi saya harus sangat berhati-hati. Saya melakukan itu atas dasar keselamatan rakyat kami. Sebuah ancaman telah dibuat oleh mantan presiden Rusia. Dan kami akan melindungi rakyat kami," katanya dilansir BBC News, Minggu (3/8).
"Saya bertindak untuk berjaga-jaga jika pernyataan bodoh dan provokatif ini lebih dari sekadar itu. Kata-kata sangat penting dan seringkali dapat menyebabkan konsekuensi yang tidak diinginkan, saya harap ini tidak akan menjadi salah satunya," lanjutnya.
Medvedev, yang memimpin Rusia dari 2008 hingga 2012, baru-baru ini melontarkan ancaman terhadap Amerika Serikat sebagai tanggapan atas ultimatum Trump yang meminta Moskow menyetujui gencatan senjata di Ukraina atau menghadapi sanksi berat.
Lewat unggahan di Telegram, Medvedev memperingatkan akan ancaman tangan mati, yakni istilah yang dipahami sebagai referensi terhadap sistem komando serangan balasan nuklir otomatis milik Rusia.
Sebelumnya, dia juga mengatakan bahwa setiap ultimatum baru merupakan ancaman dan langkah menuju perang, serta menyebut tekanan Trump terhadap Moskow sebagai permainan ultimatum dengan Rusia.
Kremlin hingga kini belum memberikan tanggapan resmi, namun pasar saham Moskow dilaporkan jatuh tajam setelah pernyataan Trump.
Trump dan Medvedev telah terlibat dalam perang kata-kata di media sosial selama beberapa pekan terakhir. Pada Kamis, Trump menyebut Medvedev sebagai mantan presiden Rusia yang gagal, yang merasa dirinya masih presiden dan memperingatkannya agar berhati-hati dalam berbicara karena dia memasuki wilayah yang sangat berbahaya.
Konflik ini muncul di tengah tekanan baru dari Trump kepada Presiden Vladimir Putin untuk mengakhiri perang di Ukraina. Dia memberi tenggat waktu hingga 8 Agustus, setelah sebelumnya menyatakan ultimatum serupa dalam 50 hari dan memperingatkan akan adanya tarif ketat terhadap ekspor Rusia jika tidak dipenuhi.
Ketegangan ini menambah kecemasan global atas potensi konflik antara dua negara dengan persenjataan nuklir terbesar di dunia. (Fer/I-1)
Amerika Serikat dan Rusia sepakat memulihkan komunikasi militer tingkat tinggi guna mencegah eskalasi nuklir. Simak detail kesepakatan di Abu Dhabi ini.
Dalam pertemuan tersebut dijelaskan bahwa Program FIRST bukan proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir.
KETEGANGAN geopolitik di Timur Tengah mencapai titik didih baru pada awal 2026. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ultimatum keras kepada Iran.
Skandal besar guncang Tiongkok. Jenderal Zhang Youxia diduga bocorkan rahasia nuklir ke AS dan terlibat korupsi.
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengusulkan pembekuan program nuklir Korea Utara dengan imbalan kompensasi, sekaligus meminta Tiongkok menjadi mediator.
Korea Utara memperingatkan bahwa ambisi nuklir Jepang harus dihentikan 'dengan biaya apa pun' karena dinilai mengancam stabilitas Asia dan keamanan global.
Kim Jong-un sinyalkan penguatan nuklir dan ICBM pada Kongres Partai ke-9. Pyongyang fokus pada pembangunan militer luar biasa dan konsolidasi kekuasaan absolut.
Kesepakatan tersebut ditandatangani pada 2010 oleh Presiden AS saat itu Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan mulai berlaku pada 5 Februari 2011.
INDONESIA mendesak Amerika Serikat (AS) dan Rusia segera melanjutkan perundingan untuk mencegah perlombaan senjata nuklir baru.
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Letjen Vladimir Alexeyev, petinggi intelijen GRU Rusia, ditembak di apartemennya di Moskow. Serangan ini menambah panjang daftar jenderal Rusia yang jadi target.
Ia berkata, "kita menghadapi dunia tanpa batasan yang mengikat terkait persenjataan nuklir strategis antara Federasi Rusia dan Amerika Serikat."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved