Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
UTUSAN khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff, mengeklaim Iran memiliki 460 kilogram uranium yang diperkaya hingga 60% atau cukup untuk membuat 11 bom nuklir. Witkoff mengungkapkan bahwa para negosiator Iran pernah menyampaikan kepadanya bahwa mereka memiliki cadangan uranium yang diperkaya dalam jumlah signifikan.
"Tentu saja, kami menjawab bahwa presiden merasa kami memiliki hak mutlak untuk menghentikan Anda," sebutnya.
Ia menambahkan bahwa uranium 60% dapat ditingkatkan ke tingkat senjata dalam waktu sekitar satu minggu, sementara uranium 20% membutuhkan tiga hingga empat minggu.
"Mereka memproduksi sentrifugal mereka sendiri untuk memperkaya material ini," katanya.
"Jadi, hampir tidak ada yang bisa menghentikan mereka. Mereka memiliki pasokan yang tak terbatas," lanjutnya.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah operasi militer besar bertajuk Operasi Epic Fury yang dilancarkan AS-Israel sejak Sabtu untuk menargetkan fasilitas dan kemampuan nuklir Iran.
Namun hingga kini, pemerintah AS belum memaparkan bukti publik terbaru mengenai keberadaan atau penguasaan material nuklir tersebut. Klaim Witkoff juga dinilai berbeda dengan pernyataan Pentagon pada Juli 2025. Saat itu, juru bicara utama Pentagon, Sean Parnell, menyatakan bahwa serangan terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni telah menghambat kemampuan Teheran mengembangkan senjata nuklir selama hampir dua tahun.
"Bukan hanya uranium yang diperkaya atau sentrifugal atau hal-hal seperti itu. Kami menghancurkan komponen yang mereka butuhkan untuk membuat bom," ujarnya.
Kini, pejabat senior pemerintah AS menyatakan bahwa salah satu pertimbangan operasi terbaru adalah kemampuan Iran membangun kembali komponen yang sebelumnya dihancurkan, termasuk sentrifugal. Pejabat itu mengatakan sebagian besar uranium yang diperkaya diyakini masih berada di Isfahan, sementara sisanya di Natanz dan Fordo.
"Proses ekstraksi dan penyembunyiannya bisa memakan waktu lama dan rumit," kata pejabat tersebut.
Di sisi lain, Iran menegaskan bahwa program nuklirnya bertujuan damai. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mengatakan kepada program This Week di ABC News bahwa serangan terhadap negaranya tidak beralasan dan tidak dapat dibenarkan. Dia menyebut pembicaraan dengan AS sebelumnya berlangsung konstruktif.
"Kesepakatan sudah di depan mata, dan kami meninggalkan Jenewa dengan senang hati dengan pemahaman bahwa kami dapat mencapai kesepakatan pada pertemuan berikutnya," ujarnya.
Dalam dua pengarahan publik, Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Dan Caine tidak menjelaskan secara rinci nasib material nuklir Iran pasca-serangan. Trump sendiri dalam beberapa pidatonya juga belum memaparkan detail status uranium tersebut. Sejumlah anggota parlemen Demokrat meminta penjelasan lebih lanjut.
Dalam surat kepada pemerintah, lima anggota DPR, termasuk Gregory Meeks dan Adam Smith, menanyakan, "Siapa yang saat ini mengendalikan fasilitas dan material nuklir Iran, dan pengamanan apa yang diterapkan untuk mencegah pengalihan atau proliferasi, atau hilangnya kendali sepenuhnya?"
"Kita kembali tanpa jawaban. Kita kembali tanpa transparansi penuh. Kita kembali mencoba untuk menghindari Kongres," kata Meeks Anggota DPR lainnya, Pramila Jayapal, mengatakan tidak ada informasi tambahan mengenai ancaman yang diklaim mendesak.
Namun Ketua DPR Mike Johnson membela langkah pemerintah.
"Ini sebenarnya masalah yang sangat sederhana. Ini tentang pembangunan rudal balistik. Itulah yang dilakukan Iran, dan mereka melakukannya dengan kecepatan dan skala yang melebihi kemampuan sekutu regional kita untuk merespons dengan tepat," katanya.
Ia menambahkan bahwa situasi tersebut menciptakan ancaman serius dan mendesak. Sementara itu, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menyatakan berdasarkan citra satelit terbaru bahwa mereka sekarang dapat mengkonfirmasi beberapa kerusakan baru-baru ini pada bangunan pintu masuk Pabrik Pengayaan Bahan Bakar Natanz (FEP) bawah tanah Iran. Namun IAEA menegaskan, tidak ada konsekuensi radiologis yang diperkirakan dan tidak ada dampak tambahan yang terdeteksi di FEP itu sendiri, yang rusak parah dalam konflik Juni lalu.
Pada Juni 2025, AS dan Israel sebelumnya meluncurkan operasi Midnight Hammer yang menargetkan fasilitas Natanz, Fordo, dan Isfahan. Saat itu, Trump menyatakan operasi tersebut benar-benar menghancurkan situs utama pengayaan uranium Iran.
Terbaru, Pasukan Pertahanan Israel menyebut telah menyerang kompleks dekat Teheran yang terkait dengan kemampuan senjata nuklir Iran. Dalam pernyataannya, IDF mengatakan serangan ini melenyapkan komponen kunci dalam kemampuan rezim Iran untuk mengembangkan senjata nuklir dan menambah serangkaian serangan yang dilakukan selama Operasi Rising Lion yang sangat penting untuk menghilangkan ancaman nuklir Iran. (E-4)
Presiden AS Donald Trump resmi umumkan jadwal kunjungan ke Tiongkok untuk bertemu Xi Jinping. Kunjungan pertama dalam 10 tahun ini sempat tertunda akibat krisis Selat Hormuz.
Penasihat kebijakan luar negeri Trump menyebut AS tidak berkepentingan memperpanjang konflik dengan Iran lebih dari tiga bulan.
Pemerintah Inggris investasi £100 juta buka kembali pabrik CO2 di Teesside. Langkah darurat ini diambil guna menjaga pasokan pangan di tengah konflik Iran.
Panglima militer Uganda Muhoozi Kainerugaba ancam akan terjun ke perang Iran demi membela Israel jika terdesak. Hubungan kedua negara semakin erat pasca-insiden Entebbe.
Approval rating Donald Trump anjlok ke 36% menurut survei Reuters/Ipsos. Publik kecewa atas lonjakan harga BBM dan serangan militer AS ke Iran yang dinilai tak aman.
IHSG ditutup menguat tajam 2,75% ke level 7.302 pada Rabu (25/3/2026). Penguatan dipicu optimisme damai AS-Iran lewat proposal 15 poin yang mendorong koreksi harga minyak
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran sebenarnya ingin bernegosiasi, meskipun tidak berani mengakuinya secara terbuka
PEMERINTAH Arab Saudi menyatakan dukungannya atas keputusan Dewan Hak Asasi Manusia PBB yang secara bulat mengadopsi resolusi terkait dampak serangan Iran
MENTERI Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menegaskan bahwa Teheran tidak akan maju ke meja perundingan dan memilih melanjutkan perlawanan terhadap Amerika Serikat dan Israel di tengah konflik
Penasihat kebijakan luar negeri Trump menyebut AS tidak berkepentingan memperpanjang konflik dengan Iran lebih dari tiga bulan.
Intelijen Barat ungkap Rusia kirim drone dan logistik ke Iran.
Analisis pakar sebut perang AS-Israel gagal picu revolusi di Iran. Agresi militer justru perkuat loyalitas militer dan bungkam kelompok moderat di internal Teheran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved