Headline

Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.

Spanyol Tantang Trump, Tegaskan Sikap untuk Tidak Berperang

Ferdian Ananda Majni
05/3/2026 07:29
Spanyol Tantang Trump, Tegaskan Sikap untuk Tidak Berperang
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez(Dok AFP)

KETEGANGAN diplomatik memanas setelah Spanyol secara terbuka menolak serangan AS-Israel terhadap Iran dan menantang ancaman dagang dari Presiden AS Donald Trump. Perdana Menteri Pedro Sanchez menegaskan sikap tidak untuk perang, sehingga memicu respons beragam dari para pemimpin Eropa.

Sejak dimulainya serangan AS-Israel terhadap Iran, Madrid nyaris menjadi satu-satunya suara di Uni Eropa yang secara terbuka mempertanyakan legalitas operasi militer tersebut. Sikap itu kemudian diperkuat dengan keputusan menolak penggunaan pangkalan militer Spanyol untuk mendukung operasi Amerika. Respons dari Washington pun keras. Trump mengancam akan memutus hubungan dagang dengan Spanyol.

"Kita akan memutus semua perdagangan dengan Spanyol. Kita tidak ingin berhubungan dengan Spanyol," ujarnya saat tampil bersama Kanselir Jerman Friedrich Merz yang tampak tidak memberikan tanggapan terbuka.

Namun Madrid tidak mengubah posisinya. Perdana Menteri Pedro Sanchez dalam pidato kenegaraan merangkum sikap pemerintahnya dalam empat kata, "no to the war" atau tidak untuk perang. Ia menegaskan bahwa sikap tersebut bukan bentuk dukungan terhadap Teheran, melainkan seruan kepada Iran, Israel, dan Amerika Serikat agar segera menghentikan pertempuran.

"Dua puluh tiga tahun yang lalu, pemerintahan AS lainnya menyeret kita ke dalam perang dengan Timur Tengah. Hal itu memicu gelombang ketidakamanan terbesar yang dialami benua kita sejak runtuhnya Tembok Berlin," kata Sanchez mengingatkan pengalaman masa lalu.

Ia juga memperingatkan bahwa konflik saat ini berisiko bermain roulette Rusia dengan jutaan nyawa. Lebih jauh, ia menyampaikan kritik tajam terhadap para pemimpin yang menurutnya gagal menjalankan tanggung jawab.

"Tidak dapat diterima bahwa para pemimpin yang tidak mampu memenuhi tugas mereka mencoba menutupi kegagalan mereka dengan asap perang," tegasnya.

Hingga kini, Trump belum memberikan tanggapan resmi atas pidato tersebut. Namun sejumlah tokoh Eropa telah menunjukkan sikap mereka. Wakil Presiden Komisi Eropa asal Spanyol, Teresa Ribera, menyatakan dukungan kepada Madrid dan menilai ancaman Washington dapat mengganggu stabilitas global.

"Ketegangan yang timbul dari cara berhubungan dengan pihak ketiga ini, baik itu Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, Presiden Prancis Emmanuel Macron, atau Pedro Sanchez, sangat mengganggu masyarakat, perdamaian, kerja sama, dan juga perekonomian," ujarnya.

Sementara itu, sumber di Paris dan Madrid menyebut Presiden Prancis Emmanuel Macron berencana menghubungi Sanchez sebagai bentuk solidaritas. Dalam pernyataan sebelumnya, Macron turut mempertanyakan legalitas serangan tersebut dan menyebutnya dilakukan di luar hukum internasional, serta menegaskan bahwa Paris tidak dapat menyetujuinya.

Sikap Jerman dinilai lebih berhati-hati. Meski Merz tidak secara terbuka mengkritik Spanyol, ia juga tidak langsung membela. Ia menyinggung bahwa Berlin dan Madrid masih bernegosiasi terkait peningkatan kontribusi Spanyol terhadap NATO, isu yang sensitif di mata Washington.

Saat ditanya wartawan, Merz mengatakan bahwa ia membahas persoalan tersebut secara pribadi dengan Trump dan mengingatkan bahwa Spanyol adalah anggota Uni Eropa yang tidak dapat diperlakukan secara terpisah.

"Saya tidak ingin meningkatkan atau memperpanjang perdebatan secara publik," ujarnya. Pernyataan itu memicu kekecewaan di Madrid. Menteri Luar Negeri Spanyol menyatakan keterkejutannya.

"Saya tidak dapat membayangkan Kanselir (Angela) Merkel atau (Olaf) Scholz membuat pernyataan seperti itu," ucapnya.

Sejumlah sumber pemerintah Spanyol bahkan menyebut sikap Merz tidak pantas bagi seorang pemimpin Eropa yang membela persatuan mitra-mitranya.

Dengan memilih untuk tidak berkonfrontasi secara terbuka dengan Trump, Merz kini dinilai berada dalam posisi sulit di tengah ketegangan antara Washington dan Madrid. (Skynews/E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya