Headline

Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.

Zelenskyy: Dokumen Jaminan Keamanan dengan AS sudah Siap 100 Persen

Haufan Hasyim Selengke
26/1/2026 08:34
Zelenskyy: Dokumen Jaminan Keamanan dengan AS sudah Siap 100 Persen
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.(Deutsche Welle)

PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi bahwa draf perjanjian jaminan keamanan antara negaranya dan Amerika Serikat telah rampung sepenuhnya. Pengumuman ini muncul di tengah upaya diplomatik intensif untuk mengakhiri invasi skala penuh Rusia yang telah memasuki tahun keempat.

"Bagi kami, jaminan keamanan yang utama adalah jaminan dari Amerika Serikat. Dokumen tersebut sudah 100 persen siap," ujar Zelenskyy kepada awak media di Vilnius, Lituania, Minggu (25/1) waktu setempat.

Saat ini, Kyiv tengah menunggu konfirmasi dari pihak Gedung Putih mengenai waktu dan lokasi resmi penandatanganan kesepakatan tersebut. Setelah ditandatangani, dokumen tersebut akan diajukan ke Kongres AS dan Verkhovna Rada (parlemen Ukraina) untuk proses ratifikasi.

Terobosan di Abu Dhabi

Pernyataan Zelenskyy ini menyusul pertemuan trilateral perdana yang melibatkan negosiator dari Ukraina, Rusia, dan Amerika Serikat di Abu Dhabi, Emirat Arab, pada Jumat dan Sabtu lalu. Pertemuan tersebut dianggap krusial karena melibatkan tidak hanya diplomat senior, tetapi juga perwakilan militer dari ketiga belah pihak.

Meski belum menghasilkan kesepakatan damai (peace deal) secara menyeluruh, Zelenskyy menyebut proses negosiasi di Abu Dhabi berjalan produktif. Para negosiator dijadwalkan kembali ke meja perundingan pada 1 Februari mendatang.

Ganjalan Teritorial

Kendati ada kemajuan pada aspek jaminan keamanan, Zelenskyy mengakui masih ada perbedaan fundamental antara Kyiv dan Moskow, terutama terkait integritas teritorial.

Titik buntu utama terletak pada tuntutan Kremlin agar Ukraina menarik pasukannya dari beberapa wilayah di timur Ukraina yang diklaim telah dianeksasi oleh Rusia, meski wilayah tersebut belum sepenuhnya dikuasai oleh pasukan Rusia.

"Posisi kami tetap: integritas teritorial Ukraina harus dihormati," tegas Zelenskyy. "Amerika Serikat sedang mencoba mencari jalan tengah, dan semua pihak harus siap untuk berkompromi."

Selain jaminan keamanan militer, Zelenskyy juga terus mendesak agar Ukraina diterima menjadi anggota Uni Eropa pada tahun 2027. Baginya, keanggotaan Uni Eropa adalah bentuk jaminan keamanan ekonomi yang vital bagi masa depan Ukraina pascaperang. (DW/B-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya