Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Serangan Drone Rusia Hantam Odesa, 1 Warga Tewas, Jalur Gas Meledak

Thalatie K Yani
09/2/2026 09:07
Serangan Drone Rusia Hantam Odesa, 1 Warga Tewas, Jalur Gas Meledak
Kota pelabuhan Odesa kembali membara akibat serangan drone semalam. Satu orang dilaporkan tewas di tengah upaya negosiasi damai yang masih buntu.(x/@iryna_rybakova)

KOTA pelabuhan Odesa di Ukraina selatan kembali menjadi sasaran serangan udara masif yang dilancarkan pasukan Rusia pada Senin (9/2) dini hari. Administrasi militer setempat mengonfirmasi setidaknya satu orang tewas dalam insiden yang melibatkan gelombang drone buatan Iran tersebut.

Serangan semalam dilaporkan menghantam berbagai titik strategis dan pemukiman warga. Menurut Sergiy Lysak melalui saluran Telegram resminya, hantaman drone menyebabkan kerusakan parah pada pipa gas dan memicu kebakaran hebat di sejumlah bangunan perumahan maupun fasilitas non-hunian.

"Sayangnya, muncul informasi mengenai korban jiwa akibat serangan musuh di Odesa," tulis Lysak dalam pembaruan informasinya.

Gubernur regional, Oleg Kiper, menyebut aksi ini sebagai "serangan masif". Meski mengonfirmasi terjadinya kebakaran di berbagai titik, ia belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai total kerugian materi maupun jumlah korban luka lainnya.

Kontras di Tengah Upaya Diplomasi

Serangan mematikan ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang sedang didorong oleh Amerika Serikat. Pihak AS diketahui tengah berupaya mencari jalan keluar untuk mengakhiri konflik paling berdarah di Eropa sejak Perang Dunia II tersebut pada pertengahan tahun ini.

Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan situasi yang masih jauh dari kata damai. Rusia terus membombardir wilayah-wilayah tetangganya sembari mempertegas posisi tawar dalam negosiasi. Hingga saat ini, Kyiv dan Moskow masih berselisih tajam mengenai pembagian wilayah teritorial.

Strategi Pemutusan Energi

Rusia dilaporkan terus mendesak kendali penuh atas wilayah Donetsk di Ukraina timur sebagai syarat utama dalam setiap kesepakatan damai. Saat ini, Moskow diperkirakan menduduki sekitar 20 persen wilayah Ukraina.

Sepanjang proses negosiasi yang sedang berjalan, Rusia berulang kali meluncurkan gelombang serangan udara yang menyasar infrastruktur sipil. Taktik ini telah menyebabkan jutaan warga Ukraina kehilangan akses pemanas dan listrik di tengah suhu musim dingin yang membeku, menambah beban kemanusiaan di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. (AFP/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya