Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
KOTA pelabuhan Odesa di Ukraina selatan kembali menjadi sasaran serangan udara masif yang dilancarkan pasukan Rusia pada Senin (9/2) dini hari. Administrasi militer setempat mengonfirmasi setidaknya satu orang tewas dalam insiden yang melibatkan gelombang drone buatan Iran tersebut.
Serangan semalam dilaporkan menghantam berbagai titik strategis dan pemukiman warga. Menurut Sergiy Lysak melalui saluran Telegram resminya, hantaman drone menyebabkan kerusakan parah pada pipa gas dan memicu kebakaran hebat di sejumlah bangunan perumahan maupun fasilitas non-hunian.
"Sayangnya, muncul informasi mengenai korban jiwa akibat serangan musuh di Odesa," tulis Lysak dalam pembaruan informasinya.
Gubernur regional, Oleg Kiper, menyebut aksi ini sebagai "serangan masif". Meski mengonfirmasi terjadinya kebakaran di berbagai titik, ia belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai total kerugian materi maupun jumlah korban luka lainnya.
Serangan mematikan ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang sedang didorong oleh Amerika Serikat. Pihak AS diketahui tengah berupaya mencari jalan keluar untuk mengakhiri konflik paling berdarah di Eropa sejak Perang Dunia II tersebut pada pertengahan tahun ini.
Namun, kenyataan di lapangan menunjukkan situasi yang masih jauh dari kata damai. Rusia terus membombardir wilayah-wilayah tetangganya sembari mempertegas posisi tawar dalam negosiasi. Hingga saat ini, Kyiv dan Moskow masih berselisih tajam mengenai pembagian wilayah teritorial.
Rusia dilaporkan terus mendesak kendali penuh atas wilayah Donetsk di Ukraina timur sebagai syarat utama dalam setiap kesepakatan damai. Saat ini, Moskow diperkirakan menduduki sekitar 20 persen wilayah Ukraina.
Sepanjang proses negosiasi yang sedang berjalan, Rusia berulang kali meluncurkan gelombang serangan udara yang menyasar infrastruktur sipil. Taktik ini telah menyebabkan jutaan warga Ukraina kehilangan akses pemanas dan listrik di tengah suhu musim dingin yang membeku, menambah beban kemanusiaan di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. (AFP/Z-2)
Serangan rudal Rusia ke Kota Odessa barat daya Ukraina menewaskan lima orang dan 23 lainnya dilaporkan mengalami luka-luka
Juru Bicara Ukraina Dmytro Pletenchuk membenarkan bahwa serangan di Odesa terjadi saat delegasi Yunani mengunjungi pelabuhan bersama Zelensky.
Gereja Ortodoks terbesar di Odesa terletak di dalam pusat kota bersejarah yang dilindungi UNESCO.
RUSIA mengklaim serangan di Odesa tidak menargetkan fasilitas dan jalur ekspor gandum Ukraina.
Letjen Vladimir Alexeyev, petinggi intelijen GRU Rusia, ditembak di apartemennya di Moskow. Serangan ini menambah panjang daftar jenderal Rusia yang jadi target.
Donald Trump desak Putin akhiri perang setelah Rusia melancarkan serangan besar ke infrastruktur energi Kyiv, melanggar janji jeda serangan di musim dingin.
Kremlin sebut Uni Eropa inkompeten dan tolak dialog dengan Kaja Kallas terkait perang Ukraina. Moskow pilih jalur komunikasi langsung dengan AS tanpa melibatkan UE.
Presiden Zelenskyy menyatakan dokumen jaminan keamanan AS-Ukraina siap diteken usai pertemuan trilateral di Abu Dhabi. Isu teritorial masih jadi ganjalan utama.
Perundingan damai Ukraina-Rusia di Abu Dhabi, Emirat Arab, berakhir tanpa kesepakatan di tengah serangan masif rudal Rusia ke Kyiv yang memutus listrik 1,2 juta rumah warga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved