Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
SERANGAN rudal Rusia ke Kota Odessa barat daya Ukraina menewaskan lima orang dan 23 lainnya dilaporkan mengalami luka-luka. Pemerintah setempat menyatakan semua warganya yang terluka sudah dirawat.
“Jumlah korban serangan rudal Rusia kemarin (Senin 29/4) di Odessa bertambah menjadi lima orang,” kata Gubernur Odessa Oleh Kiper dalam keterangannya di Telegram, Selasa (30/4).
Dia juga mengungkapkan 23 orang masih dirawat di fasilitas kesehatan. Kiper mengatakan delapan orang dalam kondisi luka yang sangat serius.
Baca juga : Kunjungan PM Yunani dan Presiden Ukraina ke Odesa Diwarnai Serangan Rusia
Kiper kemudian mengumumkan hari berkabung di wilayah Odessa pada Selasa (30/4). Mengomentari serangan Rusia ini, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa layanan lokal dan penyelamat dari layanan darurat negara segera merespons serangan tersebut.
“Penting bahwa semua layanan, seluruh rakyat kami, yang pekerjaannya bergantung pada kehidupan warga Ukraina, harus dilakukan seefisien dan secepat mungkin. Bantuan cepat dan perlindungan kehidupan yang tepat waktu dan cukup berani adalah hal yang membantu kita semua di Ukraina untuk bertahan,” tambahnya.
Pihak berwenang Rusia belum mengomentari serangan rudal tersebut. Perang Rusia terhadap Ukraina, yang pecah pada Februari 2022, telah merenggut nyawa sedikitnya 10.500 warga sipil dan melukai lebih dari 20.000 lainnya, menurut angka PBB. (Z-8)
Kota pelabuhan Odesa kembali membara akibat serangan drone semalam. Satu orang dilaporkan tewas di tengah upaya negosiasi damai yang masih buntu.
Juru Bicara Ukraina Dmytro Pletenchuk membenarkan bahwa serangan di Odesa terjadi saat delegasi Yunani mengunjungi pelabuhan bersama Zelensky.
Gereja Ortodoks terbesar di Odesa terletak di dalam pusat kota bersejarah yang dilindungi UNESCO.
RUSIA mengklaim serangan di Odesa tidak menargetkan fasilitas dan jalur ekspor gandum Ukraina.
PRESIDEN Ukraina Volodymyr Zelensky melontarkan kritik keras terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin dengan menyebutnya sebagai budak perang setelah serangan Rusia berdampak pada listrik
SERANGAN udara terbaru Rusia menyebabkan gangguan besar pada infrastruktur vital di Ukraina. Listrik dan air dilaporkan tidak dapat diakses di ibu kota Kyiv
Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan serangan ke 148 target militer Ukraina, termasuk depot amunisi, formasi militer, dan menembak jatuh ratusan drone.
Rusia kembali serang Kyiv, ibu kota Ukraina, dengan drone pada 5 Februari 2026. Dua warga luka, gedung TK dan perkantoran rusak di tengah kelanjutan perundingan damai di Abu Dhabi.
Sebelumnya, FIFA dan UEFA telah membekukan keanggotaan Rusia dari seluruh kompetisi internasional sejak Februari 2022, sesaat setelah invasi skala penuh ke Ukraina dimulai.
KEPALA Dana Investasi Langsung Rusia Kirill Dmitriev, pada Selasa (27/1), mengatakan bahwa penarikan pasukan Ukraina dari Donbas dapat mendorong perdamaian di Ukraina.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved