Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Bukan Sekadar Teknis, Ini Sebab Petugas Haji 2026 Dilatih Semi-Militer!

Ficky Ramadhan
21/1/2026 15:19
Bukan Sekadar Teknis, Ini Sebab Petugas Haji 2026 Dilatih Semi-Militer!
Menhaj menjelaskan alasan petugas haji 2026 dilatih semi-militer.(Antara)

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memilih pendekatan pendidikan semi-militer dalam melatih calon petugas haji 2026. Kebijakan ini diambil di tengah tantangan kompleks penyelenggaraan haji, mulai dari kondisi medan ekstrem di Arab Saudi hingga tuntutan pelayanan jemaah yang kian tinggi.

Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan atau Gus Irfan menegaskan, pola pelatihan konvensional dinilai tidak lagi memadai untuk membentuk petugas yang siap menghadapi tekanan lapangan selama puncak ibadah haji.

“Kita membutuhkan petugas yang siap secara fisik, disiplin, dan memahami medan. Ini bukan pekerjaan ringan,” ujar Gus Irfan dalam Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR RI, Rabu (21/1).

Menurutnya, petugas haji kerap dihadapkan pada situasi darurat, kelelahan ekstrem, hingga persoalan koordinasi lintas otoritas di Tanah Suci. Karena itu, pembinaan tidak cukup hanya berfokus pada aspek administratif atau teknis, melainkan juga ketahanan mental dan kedisiplinan kerja.

Gus Irfan menambahkan, pendekatan semi-militer bukan dimaksudkan untuk “memiliterisasi” petugas, melainkan membangun karakter profesional yang sigap, taat prosedur, dan mampu bekerja di bawah tekanan.

“Pelayanan jemaah menuntut SDM yang tangguh. Ini mencakup pembinaan SDM, kolaborasi lintas sektor, serta penguatan kompetensi pelayanan di Arab Saudi,” katanya.

Sebagai bagian dari persiapan awal, Kemenhaj telah menggelar Training of Trainer (ToT) bagi fasilitator Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dan embarkasi. ToT berlangsung selama empat hari, 5-8 Januari 2026, di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Saat ini, sebanyak 1.636 calon petugas haji yang tergabung dalam PPIH Arab Saudi tengah mengikuti pendidikan dan pelatihan terpusat di lokasi yang sama. Diklat disusun dalam dua tahap dengan metode semi-militer: pelatihan luring pada 10–30 Januari 2026 dan sesi daring pada 2–8 Februari 2026.

Kemenhaj berharap pola pelatihan ini mampu menjawab berbagai evaluasi penyelenggaraan haji sebelumnya, sekaligus memastikan petugas Indonesia tampil lebih sigap dan profesional dalam melayani jutaan jemaah di Tanah Suci. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya