Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Sidak Makanan Diklat Calon Petugas Haji, Menhaj Pastikan Menu Layak dan Bergizi

Akmal Fauzi
14/1/2026 13:14
Sidak Makanan Diklat Calon Petugas Haji, Menhaj Pastikan Menu Layak dan Bergizi
Makanan yang disajikan untuk peserta pendidikan dan pelatihan (diklat) calon Petugas Haji 2026.(Dok. MCH Kemenhaj)

MENTERI Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap makanan yang disajikan untuk peserta pendidikan dan pelatihan (diklat) calon Petugas Haji 2026. Sidak ini dilakukan untuk memastikan makanan yang disediakan memenuhi standar kualitas dan gizi.

Sebelumnya, Irfan menerima laporan adanya makanan yang dinilai kurang layak bagi calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Namun, saat melakukan sidak langsung, Gus Irfan memastikan bahwa makanan yang tersaji telah sesuai dengan standar yang ditetapkan.

"Saya datang tanpa pemberitahuan, jadi mereka pada kaget," kata Gus Irfan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (14/1).

Menurut Gus Irfan, makanan yang disajikan layak untuk dikonsumsi dan tidak ditemukan adanya menu yang tidak memenuhi standar.

"Makanannya saya lihat ada daging, ada tempe, ada sayur, buah. Itu kan sudah standar minimal yang harus kita siapkan. Dan Alhamdulillah jalan, saya cicip dagingnya, saya icip tempenya, Alhamdulillah masih layak untuk dimakan," ucapnya.

Selain melakukan sidak makanan, Menhaj juga meninjau aktivitas pagi calon petugas haji. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat secara langsung kesiapan, kedisiplinan, serta pola pembinaan sejak awal kegiatan harian. 

Ia menegaskan bahwa pembentukan karakter dan etos kerja petugas dimulai dari hal-hal mendasar dalam keseharian selama diklat.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri menyaksikan langsung rangkaian aktivitas peserta diklat, mulai dari apel pagi, persiapan kelas, hingga layanan pendukung yang diterima peserta. Ia menilai keteraturan aktivitas dan dukungan fasilitas yang memadai merupakan bagian penting dalam menyiapkan petugas haji 2026 yang profesional dan berintegritas.

“Menjadi PPIH berarti siap menjalani proses, termasuk menerima dinamika pelayanan dengan sikap lapang dada dan penuh tanggung jawab. Semua itu adalah bagian dari pengabdian,” ujar Menteri.

Gus Irfan juga mengingatkan bahwa PPIH merupakan wajah negara sekaligus representasi pelayanan kepada tamu-tamu Allah. Oleh karena itu, setiap petugas dituntut untuk bersikap arif, mengedepankan kepentingan yang lebih besar di atas kepentingan pribadi, serta menjaga marwah institusi dalam setiap tindakan.

Kementerian Haji dan Umrah berkomitmen untuk terus memperkuat pembinaan PPIH, baik dari aspek kompetensi, kesejahteraan, maupun etika pelayanan, guna mewujudkan penyelenggaraan ibadah haji yang aman, tertib, dan bermartabat. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya