Headline

Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.

Bimbingan Manasik Nasional 2026, Menhaj Paparkan Inovasi dan Penguatan Layanan Haji

Akmal Fauzi
11/2/2026 15:26
Bimbingan Manasik Nasional 2026, Menhaj Paparkan Inovasi dan Penguatan Layanan Haji
Kegiatan Bimbingan Manasik Haji Nasional di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (11/2).(Kemenhaj)

MENTERI Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf, memaparkan sejumlah penguatan kebijakan serta inovasi penyelenggaraan haji tahun 1447 H/2026 dalam kegiatan Bimbingan Manasik Haji Nasional di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Rabu (11/2). Kegiatan ini diikuti jemaah haji 2026 dari seluruh Indonesia, baik secara langsung maupun daring melalui Zoom Meeting.

Gus Irfan, sapaan karib Irfan Yusuf, menegaskan bahwa pembentukan Kementerian Haji dan Umrah merupakan wujud kehadiran negara yang lebih fokus dan terarah dalam memberikan layanan bagi jemaah haji Indonesia. Penyelenggaraan haji diposisikan sebagai layanan publik yang harus menjamin keamanan, ketertiban, dan martabat jemaah, mulai dari tahap persiapan hingga kembali ke tanah air.

“Pembentukan Kementerian Haji dan Umrah adalah wujud kehadiran negara untuk melayani jemaah haji Indonesia secara lebih fokus, terarah, dan berkelanjutan,” kata Gus Irfan. 

Salah satu inovasi yang disampaikan adalah penguatan pelayanan yang berpusat pada jemaah. Seluruh kebijakan haji dirancang dengan mempertimbangkan kondisi riil jemaah Indonesia, termasuk faktor usia, kesehatan, serta kebutuhan pendampingan selama menjalankan ibadah.

Menhaj juga memaparkan sejumlah program strategis, di antaranya penurunan biaya haji, penyamarataan daftar tunggu yang lebih berkeadilan, serta optimalisasi peran haji dalam mendorong ekspor produk dalam negeri untuk memenuhi kebutuhan jemaah di Arab Saudi. Selain itu, konsep Kampung Haji terus dikembangkan sebagai bagian dari layanan jemaah yang terintegrasi.

Dalam aspek layanan, Kementerian Haji dan Umrah menegaskan komitmennya terhadap haji ramah lansia, disabilitas, dan perempuan. Komitmen ini diwujudkan melalui penguatan pendampingan, perhatian pada keterbatasan fisik dan kondisi kesehatan, serta perlindungan terhadap keamanan dan kenyamanan jemaah.

Gus Irfan juga menekankan pentingnya manasik haji sebagai bekal utama sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

“Manasik haji menjadi ruang untuk menyiapkan pemahaman ibadah, kesiapan mental, kedisiplinan, dan kebersamaan agar jemaah dapat menjalankan haji dengan tenang dan tertib,” katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan konsep istithaah kesehatan yang mencakup kemampuan finansial, kondisi kesehatan, serta pemahaman syariat sebagai dasar kesiapan jemaah.

“Ibadah haji membutuhkan kesiapan fisik, mental, dan pemahaman ibadah yang dibangun sejak dini, karena haji adalah ibadah yang sakral dan memiliki waktu tunggu yang panjang,” tegasmya

Melalui berbagai penguatan dan inovasi tersebut, penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M diarahkan untuk mewujudkan Tri Sukses Haji, yakni sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi melalui pemberdayaan umat, serta sukses peradaban dan keadaban melalui pembinaan karakter jemaah.

Menhaj berharap jemaah haji Indonesia dapat melaksanakan ibadah dengan baik serta membawa nilai-nilai haji dalam kehidupan bermasyarakat sepulang dari Tanah Suci. (P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya