Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Gus Irfan: Kementerian Haji dan Umrah Cita-Cita Presiden Prabowo Sejak 2014

Despian Nurhidayat
11/1/2026 11:44
Gus Irfan: Kementerian Haji dan Umrah Cita-Cita Presiden Prabowo Sejak 2014
Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf mengungkap pembentukan Kementerian Haji dan Umrah telah dicita-citakan Presiden Prabowo sejak 2014 demi pelayanan terbaik jemaah.(MI/Despian)

MENTERI Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf, mengatakan pembentukan Kementerian Haji dan Umrah merupakan cita-cita lama dari Presiden Prabowo Subianto, bahkan sejak 2014.

“Kementerian Haji baru dibentuk Agustus 2024. Tapi Pak Prabowo sudah mencanangkan hal ini sejak 2014. Pada Pilpres 2014 beliau sudah mencantumkan pembentukan Kementerian Haji dan Umrah. Pada 2019 pun beliau mencantumkannya. Sampai 2024 pun demikian,” ungkapnya dalam acara Pendidikan dan Pelatihan PPIH 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Minggu (11/1). 

Lebih lanjut, dia mengatakan ketika Presiden Prabowo membentuk Badan Penyelenggara Haji, Presiden Prabowo menyampaikan bangsa Indonesia mayoritas Islam dan cita-cita tertinggi umat Islam menjalankan ibadah haji. Karena itu Presiden Prabowo ingin memberikan pelayanan terbaik. 

“Karena kami melihat tujuannya memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji maka kami siap. Setelah melewati hampir satu tahun dengan revisi UU Haji dan lahir lah Kementerian Haji dan Umrah,” ujar Gus Irfan

Dalam kesempatan itu, dia menekankan pada PPIH untuk ikut memberikan informasi kepada masyarakat tentang pemberangkatan haji yang tidak resmi. 

“Jangan mencoba menjalankan haji di luar visa resmi. Tahun kemarin banyak korbannya. Mereka akhirnya menjadi haji yang tidak sampai Arafah. Karena itu anda semua bagian dari corong kita untuk sampaikan kepada masyarakat,” jelasnya. 

Gus Irfan meminta PPIH untuk tidak berharap hanya nebeng haji. Tetapi niatkan diri sebagai pelayan tamu Allah. 

“InsyaAllah jika ada rezeki dan peluang kalian akan dapat ikut melaksanakan ibadah haji. Tapi ketika ada pilihan apakah harus menjalankan ritual haji dan melayani jemaah, sudah jelas tujuannya melayani jemaah,” ujar Gus Irfan. 

Melalui kegiatan ini peserta dilatih keterampilan teknis sampai dengan perlindungan jemaah. Gus Irfan berharap dalam kegiatan ini kalian semua paham apa yang harus dilaksanakan dan siap secara fisik maupun mental apa yang harus dilakukan. 

“Tahun lalu banyak keluhan terkait petugas haji. Banyak yang tidak tahu apa yang harus dilakukan. Acara ini lah kita dedikasikan untuk memberikan pemahaman apa yang harus dilakukan. Saya berharap dengan memberikan keikhlasan untuk menjadi pelayan tamu Allah, karier kalian akan sukses ke depannya. Selain ada ramah lansia, tahun ini juga ada ramah perempuan. Karena jemaah haji perempuan lebih banyak dari laki-laki. Petugas juga sekarang lebih banyak perempuan untuk memberikan kenyamanan kepada jemaah,” pungkasnya. (Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya