Headline

Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.

Kawal Kepulangan Jemaah Umrah, Pemerintah Siagakan Pendampingan Intensif di Bandara Jeddah

Akmal Fauzi
06/3/2026 15:23
Kawal Kepulangan Jemaah Umrah, Pemerintah Siagakan Pendampingan Intensif di Bandara Jeddah
Proses kepulangan jemaah umrah(Kemenhaj)

KEMENTERIAN Haji dan Umrah (Kemenhaj) bersama Tim Fungsi Konsuler KJRI Jeddah melakukan pengawasan dan pendampingan bagi jemaah umrah Indonesia. Fokus utama saat ini diarahkan pada kelancaran proses kepulangan melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi.

Berdasarkan laporan Staf Teknis Haji KJRI Jeddah per 5 Maret 2026, sebanyak 2.735 jemaah telah mendapatkan pendampingan kepulangan melalui berbagai maskapai. Seluruh jadwal penerbangan pada hari tersebut dilaporkan berjalan tepat waktu.

Secara kumulatif, sejak 28 Februari hingga 5 Maret 2026, jumlah jemaah umrah yang telah dipantau kembali ke Tanah Air mencapai 14.796 orang.

Selain itu, petugas juga melakukan monitoring terhadap kedatangan jemaah umrah di Bandara Internasional King Abdulaziz. Berdasarkan data yang dihimpun, terdapat 352 jemaah umrah Indonesia yang tiba dan terpantau oleh petugas di bandara pada periode yang sama.

Dalam proses pengawasan tersebut, tercatat pula 158 jemaah umrah mengalami penundaan atau tertahan dalam proses kepulangan. Para jemaah tersebut saat ini berada di dua lokasi, yaitu di Kota Jeddah dan Kota Mekah, menunggu penjadwalan ulang penerbangan sesuai dengan pengaturan maskapai dan penyelenggara perjalanan.

M. Ilham Effendy, Staf Teknis Haji pada Kantor Urusan Haji Jeddah, menegaskan bahwa kehadiran petugas di lapangan bertujuan untuk menjamin kepastian informasi bagi jemaah.

“Petugas terus berada di lapangan untuk memantau langsung proses keberangkatan jemaah umrah Indonesia di Bandara Internasional King Abdulaziz. Kami memastikan jemaah mendapatkan informasi yang jelas serta pendampingan selama proses kepulangan berlangsung,” ujar Ilham dalam keterangan yang diterima, Jumat (6/3).

Ia juga menjelaskan bahwa bagi jemaah yang mengalami penundaan penerbangan, pemerintah terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak agar penanganan dapat berjalan optimal.

“Bagi jemaah yang saat ini masih menunggu penjadwalan ulang penerbangan, kami terus melakukan koordinasi dengan maskapai dan penyelenggara perjalanan. Kami memastikan seluruh jemaah tetap mendapatkan pendampingan serta pelayanan yang diperlukan hingga dapat kembali ke Tanah Air dengan aman,” tambahnya.

Pemerintah, melalui Kemenhaj dan Satgas Bandara, terus bersinergi untuk memastikan setiap jemaah mendapatkan pelayanan terbaik. Pemerintah mengimbau keluarga di Indonesia agar tetap tenang karena perlindungan jemaah menjadi prioritas utama selama berada di Arab Saudi hingga tiba di Tanah Air.

Tips bagi Jemaah Umrah dalam Proses Kepulangan

Untuk membantu kelancaran proses kepulangan, Kemenhaj memberikan beberapa imbauan kepada jemaah:

  1. Pastikan dokumen perjalanan lengkap, termasuk paspor, boarding pass, dan identitas jemaah selalu disimpan dengan baik.
  2. Ikuti arahan petugas dan pembimbing perjalanan selama berada di bandara maupun di hotel.
  3. Perhatikan informasi penerbangan dari maskapai atau penyelenggara perjalanan, terutama jika terjadi perubahan jadwal.
  4. Tetap berada dalam rombongan dan tidak meninggalkan lokasi yang telah ditentukan tanpa koordinasi dengan petugas.
  5. Jaga kondisi kesehatan dengan cukup istirahat dan konsumsi air yang cukup selama menunggu proses keberangkatan.

Pemerintah memastikan seluruh proses pengawasan dan pendampingan dilakukan secara maksimal untuk memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik bagi jemaah umrah Indonesia.

(P-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya