Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Calon Petugas Haji Dibekali Cara Tangani Keadaan Darurat Jemaah

Akmal Fauzi
12/1/2026 14:33
Calon Petugas Haji Dibekali Cara Tangani Keadaan Darurat Jemaah
Simulasi calon petugas haji menangani jemaah ditemukan pingsan.(Dok. MI)

CALON Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H/2026 mendapatkan pembekalan mengenai pertolongan pertama bagi jamaah yang mengalami kondisi darurat, Senin (12/1). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) petugas haji 2026 yang berlangsung pada 10-30 Januari di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur.

Dalam pelatihan, para calon petugas haji tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga mengikuti simulasi penanganan kasus darurat secara langsung. Simulasi diperagakan oleh peserta dari sektor kesehatan dan Perlindungan Jamaah (Linjam),

Simulasi diawali dari skenario ketika pendamping pasien melaporkan kepada petugas Linjam bahwa rekan sekamarnya terlihat lemas dan tiba-tiba pingsan setelah kembali dari masjid. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Linjam segera menghubungi dokter kloter untuk melakukan penanganan awal.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, dokter kemudian menentukan tindakan medis lanjutan yang diperlukan. Setelah penanganan awal dilakukan, dokter kloter akan berkoordinasi dengan dokter sektor untuk memutuskan apakah pasien perlu dirujuk ke Konsul Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) atau ke salah satu rumah sakit di Arab Saudi, sesuai dengan hasil diagnosis.

Tak hanya itu, simulasi juga menggambarkan kemungkinan lain di lapangan. Misalnya, ketika kejadian darurat pertama kali diketahui oleh petugas haji di luar bidang kesehatan.

Dalam paparan pembekalan yang diberikan, jika menemukan jemaah yang tidak sadar diri maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah respon terhadap korban.

Perwakilan calon petugas haji dari sektor kesehatan, dr. Ade Syahputra Damanik, menjelaskan bahwa simulasi kali ini dilakukan di hadapan seluruh peserta dari berbagai jenis layanan. Hal tersebut bertujuan agar semua petugas haji, tanpa terkecuali, memiliki kemampuan dasar dalam menolong jamaah yang mengalami kondisi darurat.

"Ini simulasi terintegrasi agar petugas tahu apa yang harus dilakukan bila ada jamaah yang perlu bantuan tapi yang menemukan bukan dokter," terangnya.

Diklat calon petugas haji berlangsung sejak 10 Januari hingga 30 Januari 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, dan diikuti lebih dari 1.600 calon petugas haji.

"Ya memang kita berharap kedisiplinan, kemantapan fisik dari peserta memang diperlukan. Tanpa fisik yang kuat, tanpa disiplin yang kuat mereka enggak akan bisa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” kata Menteri Haji dan Umroh, Mochamad Irfan Yusuf, dalam acara Pembukaan Pendidikan dan Pelatihan PPIH 2026 di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Minggu (11/1). (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya