Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Wajib Cukur Cepak ala TNI, Begini Cara Panitia Membentuk Mental Petugas Haji 2026

Akmal Fauzi
14/1/2026 12:43
Wajib Cukur Cepak ala TNI, Begini Cara Panitia Membentuk Mental Petugas Haji 2026
Calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) 2026 menjalani proses cukur rambut ala TNI di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (14/1) .(MI/Akmal Fauzi )

PENDIDIKAN dan Pelatihan (Diklat) Calon Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 1447 H/2026 M menerapkan standar disiplin tinggi bernuansa semi-militer. Sebagai simbol keseragaman dan pembentukan mentalitas pelayanan, seluruh peserta diwajibkan memotong rambut dengan model cepak khas personel Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Berdasarkan pantauan di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Rabu (14/1), para calon petugas menjalani proses cukur rambut secara massal dengan ukuran standar 0-1-2. Langkah ini menjadi bagian dari rangkaian awal pembentukan karakter petugas sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.

Komandan Kompi Diklat Calon Petugas Haji 2026, Mayor Laut (PM) Kangian, menegaskan bahwa aturan ini merupakan instruksi langsung dari pimpinan untuk menanamkan nilai-nilai dasar kepatuhan.

“Tujuan cukur rambut adalah arahan dari pimpinan. Yang kedua untuk keseragaman, kemudian agar terlihat disiplin, berikutnya kekompakan,” ujar Kangian di lokasi diklat.

Simbol Wibawa dan Kenyamanan Lapangan
Menurut Kangian, model potongan 0-1-2 yang identik dengan standar militer dipilih bukan tanpa alasan. Selain faktor estetika kedisiplinan, potongan rambut tipis dinilai jauh lebih fungsional bagi petugas yang nantinya akan bekerja di bawah cuaca ekstrem di Arab Saudi.

“Itu meniru kepada TNI. Biasanya TNI cukur rambut 0-1-2, artinya harus tipis. Itu bentuk dari kedisiplinan, terutama pada sikap dan wibawa, juga keseragaman. Selain itu, lebih nyaman saat bertugas di lapangan,” jelasnya.

Latihan Semi-Militer
Selain aspek penampilan, para peserta juga digembleng dengan Peraturan Baris-Berbaris (PBB). Metode pelatihan ini dirancang untuk mengasah kepatuhan terhadap instruksi serta kecepatan dalam pengambilan keputusan di situasi darurat.

Seiring dengan pelatihan fisik dan disiplin, peserta juga mendapatkan pendalaman materi teknis sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing, mulai dari layanan di Daerah Kerja (Daker), sektor, hingga unit layanan khusus lainnya.

Melalui skema diklat semi-militer ini, panitia berharap PPIH 2026 memiliki mentalitas yang tangguh dan soliditas tinggi demi memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji Indonesia. (Mal/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya