Headline

Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.

Apa Peran Indonesia di Cobra Gold 2026, Latihan Militer Multinasional Terbesar di Tailan

Haufan Hasyim Salengke
24/2/2026 20:47
Apa Peran Indonesia di Cobra Gold 2026, Latihan Militer Multinasional Terbesar di Tailan
Upacara pembukaan Cobra Gold, latihan militer multilateral tahunan terbesar di Asia, di Provinsi Rayong, Tailan, pada Selasa.(The Nation)

SALAH satu latihan militer multinasional terbesar dan tertua di Asia Tenggara, Cobra Gold, resmi dibuka pada Selasa (24/2) di Tailan. Edisi ke-45 ini melibatkan lebih dari 8.000 personel dari 30 negara, dengan fokus utama pada adaptasi taktik militer menghadapi ancaman global modern.

Bertempat di Lanud Angkatan Laut Kerajaan Tailan U-Tapao, Rayong, upacara pembukaan menandai dimulainya rangkaian latihan yang akan berlangsung hingga 6 Maret mendatang. Tailan dan Amerika Serikat kembali menjadi tuan rumah bersama, didukung oleh partisipasi penuh dari Indonesia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia.

Kuasa Usaha Kedutaan Besar AS untuk Tailan, Sean O'Neill, dalam sambutannya menekankan pentingnya evolusi Cobra Gold. "Dunia terus berubah, begitu pula Cobra Gold. Kita harus memastikan latihan ini beradaptasi untuk menjawab tantangan baru guna mempertahankan kedaulatan dan kemakmuran di masa depan," ujarnya.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Cobra Gold 2026 memperluas cakupan operasinya ke ranah ruang angkasa (space operations) dan penguatan keamanan siber. Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya ancaman keamanan transnasional yang kian kompleks.

Di Baris Depan

Indonesia kembali menegaskan posisi strategisnya dalam keamanan kawasan dengan mengirimkan personel TNI untuk berpartisipasi penuh dalam Cobra Gold 2026. Sebagai salah satu dari tujuh negara partisipan utama (full participants), peran Indonesia mencakup keterlibatan aktif dalam seluruh spektrum latihan, mulai dari operasi tempur hingga penanggulangan bencana.

Indonesia berada di barisan depan bersama tuan rumah Thailand, Amerika Serikat, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia dalam menjalankan skenario latihan yang kompleks.

Delegasi Indonesia terlibat dalam berbagai domain latihan mutakhir, termasuk Operasi Gabungan Semua Domain (CJADO), yaitu koordinasi lintas matra darat, laut, dan udara. Kemudian, keamanan siber dalam hal menghadapi ancaman peretasan dan keamanan data transnasional, dan latihan ruang angkasa terkait adaptasi teknologi satelit dalam mendukung operasi militer.

Selain aspek tempur, personel TNI juga memainkan peran vital dalam simulasi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana (Humanitarian Assistance and Disaster Relief atau HADR). Keterlibatan ini krusial bagi Indonesia yang berada di wilayah Ring of Fire, guna menyerap ilmu koordinasi multinasional saat terjadi bencana skala besar.

Partisipasi Global 

Dalam rangkaian latihan yang akan berlangsung hingga 6 Maret mendatang ini, Tailan dan Amerika Serikat kembali menjadi tuan rumah bersama, didukung oleh partisipasi penuh dari Indonesia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia.

Partisipasi rotasi mencakup 10 negara dalam Tim Augmentasi Perencanaan Multinasional, yaitu Banglades, Kanada, Fiji, Prancis, Inggris Raya, Italia, Mongolia, Nepal, Selandia Baru, dan Filipina, untuk mendukung perencanaan dan koordinasi operasional.

Sepuluh negara lainnya--Brunei, Jerman, Yordania, Laos, Belanda, Pakistan, Arab Saudi, Swedia, Timor Leste, dan Vietnam--akan bergabung dengan Tim Penghubung Pengamat Gabungan.

Sejumlah negara lainnya, termasuk Tiongkok, India, dan Australia, turut serta dalam porsi terbatas seperti program bantuan kemanusiaan. Sementara itu, negara-negara seperti Inggris, Prancis, dan Kanada tergabung dalam tim perencanaan operasional.

Partisipasi personel tahun ini mencatatkan angka signifikan, di antaranya 3.000 personel dari Amerika Serikat dan 280 personel dari Jepang, yang menegaskan komitmen internasional terhadap stabilitas di kawasan Indo-Pasifik. (Bangkok Post/B-3)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Haufan Salengke
Berita Lainnya