Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Menlu Sugiono: TNI tidak Operasi Militer Bareng ISF di Gaza

Andhika Prasetyo
21/2/2026 08:40
Menlu Sugiono: TNI tidak Operasi Militer Bareng ISF di Gaza
ilustrasi(Antara)

Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa prajurit TNI yang tergabung dalam Pasukan Stabilisasi Internasional di Gaza tidak menjalankan operasi militer. Ia mengatakan Indonesia telah menyampaikan batasan pengerahan pasukan atau national caveat (batasan nasional dalam misi internasional) kepada Pasukan Stabilisasi Internasional (International Stabilization Force/ISF), termasuk penegasan bahwa TNI tidak terlibat dalam operasi militer maupun pelucutan senjata.

National caveat kita juga sudah kita sampaikan ke ISF bahwa kita tidak melakukan operasi militer. Kemudian kita tidak melakukan pelucutan senjata, kita tidak melakukan apa yang disebut demiliterisasi,” kata Sugiono di Washington DC, Jumat (20/2) malam waktu setempat.

Ia menjelaskan, pasukan Indonesia yang dikerahkan secara bertahap hanya bertugas menjalankan misi kemanusiaan, melindungi masyarakat sipil, serta mempertahankan diri jika menghadapi serangan.

“Yang kita lakukan adalah menjaga masyarakat sipil di kedua belah pihak, kemudian terlibat dalam upaya-upaya kemanusiaan yang ada di sana dan tentu saja ada hal-hal yang sifatnya merupakan rule of engagement (aturan keterlibatan) yang bisa kita lakukan sebagai pasukan apabila kita diserang dalam rangka mempertahankan diri,” ujarnya.

Sugiono juga menyebut bahwa dalam struktur ISF, Amerika Serikat berperan sebagai force commander (komandan pasukan), yang didukung tiga deputy commander (wakil komandan), termasuk Indonesia di bidang operasi.

Penunjukan Indonesia sebagai Wakil Komandan Operasi ISF dinilai sebagai bentuk penghargaan terhadap rekam jejak prajurit Indonesia dalam berbagai misi penjaga perdamaian dunia. Dalam pertemuan perdana Board of Peace (Dewan Perdamaian Gaza) di Donald Trump Institute of Peace, Washington DC, Kamis (19/2), Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan kesiapan Indonesia mengirim 8.000 prajurit TNI untuk bergabung dalam ISF di Gaza.

“Gencatan senjata merupakan capaian nyata. Untuk itu kami menegaskan kembali komitmen mengirimkan prajurit dalam jumlah signifikan sebanyak 8.000, bahkan bisa lebih jika dibutuhkan,” kata Presiden Prabowo.

Sementara itu, Komandan ISF Mayor Jenderal Jasper Jeffers dari Angkatan Bersenjata AS memproyeksikan sekitar 20.000 tentara dan 12.000 polisi akan bertugas bersama ISF untuk membantu pemulihan situasi pascaperang di Gaza, dengan Rafah di wilayah selatan sebagai lokasi awal penugasan. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya